Takdir Cinta Keyra

Takdir Cinta Keyra
Part 59


__ADS_3

devi membanting apa saja yang bisa ia hancurkan. kamarnya sudah berantakan, tak bisa lagi disebut kamar. menangis dengan amarah yang sangat membuncah. mengacak rambutnya, membuat penampilan cantiknya jadi berantakan.


ddrrt... ddrrtt...


ponsel nya yang ada di dalam tas kecil yang masih melingkar di tubuh, berdering cukup nyaring. ia mengatur nafas lebih dulu, lalu mengambil ponsel nya. tertera nama 'andra' si penelpon.


devi menyeringai,


"kenapa aku nggak minta bantuan om andra saja? semua ini kan karena ulah dia juga" ngomong sendiri sama ponsel.


tangannya menggeser tombol berwarna hijau, lalu menempelkan ponsel ke telinga.


"hallo om"


"hallo my baby, udah lama banget loh kita nggak pernah ketemu. kamu nggak kangen sama om? "


devi menyunggingkan senyum,


"kemarin aku sibuk ujian om"


"sekarang ujiannya udah kelar kan? anak om ujian nya udah kelar sebulan yang lalu loh"


devi mendudukkan pantat di tepi ranjang.


"udah om"


"sini dong, ke apartement om. om kangen kamu"


devi tersenyum lebar.


"aku pengen modif mobil om"


terdengar tawa andra diseberang sana.


"iya, nanti om kasih uang nya buat modif"


wajah itu berbinar,


"serius? "

__ADS_1


"iya dong, kapan sih om bohong? kamu mau minta apa aja, pasti bakalan om turuti"


"yes" seru devi kegirangan,


"ok, aku mau mandi dulu. nanti satu jam lagi, otewe kesitu"


"om tunggu ya baby. pokok nya om pengen sama kamu sehari semalam"


#####


"aaagghh.. om... "


******* panjang yang keluar dari bibir manis devi memenuhi sebuah kamar apartement mewah milik andra. lelaki yang umurnya sudah kepala empat itu ambruk menindih tubuh sintal gadis yang selalu membuatnya merasa puas.


andra tersenyum, sangat merasa puas manatap devi yang sudah tergolek lemas. obat kuat yang dia minum memang sangatlah dahsyat, hingga satu jam lebih ini, miliknya baru mulai terasa berkedut.


"sebentar lagi baby.. aagghhh... "


andra mulai menyepatkan ritme gerakan, sementara devi tak henti mendesah dengan kedua tangan yang mencengkeram erat seprei. sampai akhirnya terasa sesuatu keluar, memenuhi dinding rahimnya.


andra mendesah panjang, merasakan kenikmatan luar biasa yang tak ia dapatkan dari istri. bercinta dengan anak muda seperti devi ini, membuatnya merasa semakin muda juga. dan selama ini, hanya devi yang berhasil membuatnya sangat puas.


"makasih baby. kamu sangat hebat. aku menyukai mu" bisik andra.


devi mulai mengatupkan bibir, sedikit tersenyum dengan pujian itu. menoleh, menatap lelaki yang memang seumuran ayah nya itu.


"baby, kamu udah lulus sekolah kan? "


devi geleng kepala,


"baru selesai ujian om. aku masih nunggu pengumuman. walau udah mulai daftar di universitas"


"nikah sama om ya" pinta andra yang entah keberapa.


devi kembali tersenyum, lalu geleng kepala.


"aku nggak mau nyakitin tante wati om. tante wati sama mama kan teman baik, gimana kalo tante wati tau aku istri keduanya om. pasti aku bakalan dimaki habis" devi mempautkan bibir yang berlapisi lipstik merah itu.


andra meraba salah satu dadaa devi, kembali meremasnya.

__ADS_1


"kita diam diam aja nikahnya. jangan sampai ada yang tau"


devi menepis tangan andra.


"enggak om. aku juga masih mau kuliah dulu. masih pengen cari pengalaman yang banyak. umurku juga baru sembilan belas tahun lebih beberapa bulan. masa udah mau nikah? "


devi beranjak, bangun dan berjalan dengan tanpa malu menuju ke kamar mandi. andra mengekor di belakang.


"om" pekik devi saat andra juga ikut masuk ke kamar mandi.


"kenapa baby? kita mandi bareng ya. om pengen banget elus elus tubuh indah mu ini"


"aahh..tapi om.. eegghh.. "


"tenang aja, nanti om transfer dua ratus juta"


ada senyum bahagia mendengar nominal itu.


"aahh.. om.. " devi tak tahan untuk tak mengeluarkan *******.


"om masih ingat sama cewe yang di caffe mama waktu itu? eeghh... "


tangan andra berhenti sejenak, ia mencoba mengingat ngingat gadis yang dimaksud devi.


"om ingat kejadian itu, tapi om lupa wajahnya"


"eegghh... oom... aahhh... aahh... " teriaknya nyaring, ia lemas, bahkan hampir terjatuh. tapi dengan cepat andra menahan tubuh sintal itu. cairan bening kembali mengalir dari inti devi.


"apa... gadis itu membuat masalah denganmu? " tanya andra, kini lelaki itu kembali bermain lagi dengan inti devi.


devi ngangguk, tangannya memegang tangan andra yang berada di intinya.


"aahh... oom... aahh.. dia udah, eegghh... buka mulut dan... dan nyebarin semuanya.. aahh.. oom... "


andra kembali menopang tubuh yang hampir ambruk, meraup bibir devi, menciumnya dengan penuh gairah.


"kirim fotonya, biar om yang urus"


_**Happy Reading😘_

__ADS_1


Jangan lupa like and votešŸ–¤**


__ADS_2