Takdir Cinta Keyra

Takdir Cinta Keyra
Part 26


__ADS_3

"izroil!! aku tuh lagi marah sama kamu! ngeselin! " berkacak pinggang melihat suami yang sibuk mengamati meja dan kasur.


"hp lo dimana" bukannya menjawab pertanyaan keyra, ia malah sibuk nyari hp keyra.


"kamu nyebelin banget sih! aku kesel! "


elvanno malah nyengir lagi. menengadahkan tangannya.


"mana hp lo"


"kamu jahat! ngapain kirim kirim foto ke nomor ilham haah? ngeselin! ansel kan jadi marah sama aku"


bukannya minta maaf malah kedap kedip dengan senyum yang terlihat sangat menyebalkan. bikin keyra jadi pengen ketawa.. tapi ditahan.


sekarang elvanno nyengir, berhasil menemukan hp yang diumpetin di dalam laci. langsung tiduran miring sambil menyalakan hp.


"gue bobok sini ya key" pintanya tanpa menatap keyra. fokus mainin hp yang ada ditangannya.


keyra duduk di tepi kasur, menatap elvanno dengan sangat kesal.


"itu hp ku, izroil. bisa ngga sih engga usah ngerecokin aku, aku kan ngga pernah ngerecokin hp kamu"


melirik keyra yang masih aja manyun.


"lo kan istri gue, apa salahnya liat punya istri"


"aku aja engga pernah liat punyamu"


merogoh ponsel yang ada disaku celana nya, meletakkan hp berwarna hitam itu diatas meja.


"nih, lo boleh liat"


keyra tambah manyun, melipat kedua tangan di depan dada.


"aku nggak minat liat punya mu! "


"ckkk! yaudah sih, engga apa apa. soal nya aku selalu minat liat punya mu. " berguling agak kesamping, lalu menepuk bantal yang tadi dibuat tiduran.


"sini key, aku kelonin lagi"


kedua pipi itu merah, malu banget. beranjak dari duduknya.


"izroil ihh! bobok kamar mu sana! " usirnya lagi.


bukannya langsung beranjak, tapi cowo tampan itu malah menopang kepalanya dengan satu tangan.


"belum ngantuk key, sini" kembali menepuk bantal sampingnya.

__ADS_1


"enggak! keluar cepat! aku mau bobok" pinta keyra lagi.


"yaudah, aku temenin, ntar aku dongengin juga. biar bobok mu makin nyenyak"


keyra kehilangan akal untuk ngomel. wajahnya makin merah, bukan karena malu lagi. ini karena kesel dan marah.


"dasar jahat!! mesum!! ngeselin!! "


naik keatas tempat tidur, menarik tangan elvanno untuk turun dari kasur.


"cepet keluar!! jangan gangguin aku mulu! " pintanya lagi.


dia yang mungil itu engga akan sebanding nyeret elvanno yang tentu jauh lebih kuat darinya.


sekali tarikan, gadis cantik itu langsung jatuh menimpa tubuh elvanno. membuat debaran antara keduanya saling bersautan. saling berpandangan dengan jarak yang sangat dekat. tanpa kedip, sampai engga sadar kalo bibir mereka hampir bertemu karena elvanno maju lebih duluan.


"awww.. " ringis keyra dengan lirih.


membuat kesadaran elvanno bangun, membiarkan keyra bangun lalu duduk. menatap kaki yang membiru, mengelusnya pelan dengan meringis kesakitan. lalu mengelus punggung yang juga memar.


"key, punggungmu juga sakit? " tanya nya dengan khawatir.


keyra ngangguk.


"iya sakit, tadi kepentok wastafle"


menatap wajah yang kesakitan itu dengan serius.


keyra melirik elvanno, lalu kembali menunduk menatap kakinya.


"pacar kamu. mangkanya kamu jangan dekat dekat aku! "


kening elvanno berkerut.


"masa sih key? "


"ihh, nggak percaya" manyun lagi.


turun dari kasur, mengambil salep yang ia simpan di laci. membuka dan mengolesnya lagi. sangat berharap besok senin memar nya sudah tidak terlihat lagi.


"gue kenal devi udah lama key, kita pacaran udah hampir enam bulan. dan selama itu, gue kenal dia. dia baik kok, apalagi sama teman teman gue. nggak mungkin dia jahatin lo" jelas elvanno dengan penuh keyakinan.


membuat keyra melotot kearahnya.


"kamu engga percaya sama aku? ! " tanya nya dengan nada tinggi.


"bukan begitu key,.. tapi.. eh iya, bukannya yang jahatin kamu itu sam sama aldi ya? mungkin kamu sempet liat devi yang hampir masuk toilet. makanya kamu ngira kalo yang nyuruh mereka itu devi" begitulah pemikiran elvanno.

__ADS_1


keyra langsung meradang. berdiri dari duduknya. menatap elvanno dengan tajam.


"aku enggak kenal sama sam dan aldi, siapa mereka? yang ada, yang bikin aku kek gini tuh ketiga wanita itu. bukan laki laki. hampir sebulan aku sekolah, aku nggak pernah ada masalah sama cowok. ngobrol sama cowok cuma teman sekelas doang. paling banyak ngobrol sama kamu dan bryan. bisa bisanya kamu nyalahin orang yang enggak aku kenal" omelan dan penuturan panjang keyra membuat elvanno berfikir.


"lalu siapa yang udah nyakitin kamu? " tanya nya lagi.


keyra membuang nafas kasar.


"aku udah bilang elvanno, yang jahatin aku tuh pacar kamu sama kedua temen nya.! " jelas keyra lagi.


"gue engga percaya kalo yang ngebully lo itu devi"


kembali mata itu melotot. kali ini benar benar kesal melihat elvanno. melangkah dan berdiri di ambang pintu.


"keluar!! atau aku yang keluar dan bobok diluar! " ucapnya dengan marah.


#####


minggu pagi, seluruh badan keyra terasa sangat pegal. terutama bagian punggung dan kakinya. kepala juga agak pusing karena sempat dijambak oleh acha.


haciim!


haciim!


mengambil tisu yang berada diatas meja. mengeluarkan ingus yang membuat hidungnya terasa geli.


sekarang dia terkena flu. badannya terasa sedikit panas. dia demam.


meraih ponsel yang ada diatas meja, menatap jam yang ternyata menunjukkan masih pukul enam. keyra kembali menarik selimut. tubuhnya kedinginan. ia mencoba merem menikmati rasa tak nyaman di tubuhnya. kalo saja ia masih di bogor, pasti ibu sudah membangunkannya dari tadi. menyuruh nya membantu mencuci atau menyiapkan bumbu. lalu mandi dan berangkat jualan.


kali ini bisa dikatakan hidupnya lebih enak. dia nggak perlu lagi ngelawan terik matahari seharian hanya untuk membeli tas yang harganya seratus dua puluh lima ribu.


sementara, dikamar sebelah. elvanno sudah bangun sejak tadi. setiap minggu pagi, ia biasa lari pagi dijalan kampung dekat taman yang sedikit sepi pengendara. menemui devi dan teman teman lainnya disana.


begitu keluar kamar, dia menatap pintu yang masih tertutup dengan rapat. menghela nafas panjang. pengen masuk atau sekedar ketuk pintu. tapi.. dia tau kalo keyra masih marah. jadi memilih pergi dan menuruni tangga.


"van, kamu nggak ajak keyra jogging sekalin? " tanya mama yang melihat anaknya turun.


hanya menggeleng, meminum segelas susu yang telah disiapkan diatas meja. memasang earphone dan ngeloyor keluar rumah.


mama geleng kepala melihat tingkah anak nya yang bikin naik darah. setidaknya, merasa bersalah karena telah membuat keyra yatim piatu, tapi.. sepertinya izroil belum ditahap itu. rika menatap lantai atas, menanti menantunya turun untuk sarapan dan mengajaknya pergi. biar dia nggak bosan dirumah terus terusan.


pukul 07.45 am


papa udah bangun, udah habis mandi dan duduk di sofa sambil menikmati kopi kesukaannya. menatap mama yang beberapa kali menatap pintu kamar keyra.


"ma, kenapa sih? " tanya papa penasaran.

__ADS_1


"itu... keyra kok engga turun turun ya pa? " jawab mama dengan raut wajah yang sangat khawatir.


_Happy Reading😘_


__ADS_2