Takdir Cinta Keyra

Takdir Cinta Keyra
Part 35


__ADS_3

"ya.. pengen tau aja pendapat lo. kalo gue sama bryan gantengan mana? " tanyanya lagi.


kedua pipi keyra mulai memanas. tapi ia berusaha menahan senyumnya agar jangan sampai kelihatan.


menoleh, menatap elvanno yang masih berada di posisi awal.


"gantengan bryan"


"tapi banyak kamu" lanjutnya dalam hati.


terlihat elvanno menyentak nafas kasar, menatap lurus kedepan, kearah pintu kamar mereka yang tertutup. kesel banget sama jawaban keyra.


"kamu pindah di sofa sana, aku udah ngantuk."


menutup mulutnya yang menguap, menaruh ponsel disamping bantal yang akan ia gunakan tidur.


"emang kenapa kalo gue juga bobok diatas? "


"iihhh, belaga oon lagi. aku nanti bisa hamil kalo kamu bobok disini" mendorong tubuh elvanno agar berpindah tempat.


"kita udah pernah bobok disatu ranjang loh, key. dua kali malah. nyatanya elo nggak hamil tuh" sedikit terkekeh mendengar alasan keyra yang absurd.


"iya, tapi kata ibu dulu. kalo keseringan bobok sama ayah, dia akan hamil. makanya kamu jangan sering sering bobok sama aku"


"hahahaha.... elo lucu"


keyra mendekik, tak terima ditertawakan. ia nabok lengan elvanno dengan cukup kencang.

__ADS_1


"pindah! " pintanya.


"iya, iya key. gue pindah. " elvanno menurut saja, dari pada istrinya makin marah.


masih tertawa, menjatuhkan tubuh di sofa panjang yang tepat berada di samping ranjang. menatap keyra yang mulai merebahkan kepala ke bantal, lalu menutupi seluruh tubuh dengan selimut hingga leher.


menatap sengit ke arah elvanno.


"awas aja sampai pindah keatas! aku gebukin nanti "


elvanno masih terkekeh, tak terlalu mendengarkan ancaman istrinya. merogoh ponsel dari saku celana, ia mulai menyalakannya. sepi, nggak ada chat an yang masuk. bahkan devi yang bisa ngirim chat sampai spam pun nggak ada.


tangannya menekan aplikasi biru, berselancar disana. tertawa kecil membaca status status temannya yang absurd. matanya menyipit saat membaca status milik bryan.


-cinta itu berasal dari rasa nyaman. awalnya emang biasa, tapi lama lama kan jadi luar biasa. ikuti aja alurnya. selayak taii yang mengalir di sungai nil. bukan taii yang jatoh dari empang. bakal ketangkep lele sebelum berlabuh di tempat yang tepat. -


"bini orang lo embat! yang nyaman bakalan kalah sama yang sah! "


cepat jari elvanno mengirim komentarnya. melirik keyra yang benar benar tidur dengan pulas. ia beranjak, mendekati istrinya. melambaikan tangan di depan wajah keyra. tak ada respon, yang mengartikan jika keyra telah terlelap. tangannya terulur meraih ponsel yang berada disamping kepala keyra.


"udah aku duga, pasti kamu mau ngusilin! " dengan cepat tangan itu dicekal oleh keyra.


elvanno mengerjap beberapa kali, lalu nyengir.


"cuma mau pindahin aja kok. kalo bobok, hp jangan ditaruh di samping kepala. bisa merusak saraf" alasannya.


"dih, berlagak pinter. padahal oon! " mengibaskan tangan elvanno kasar. mengambil ponsel miliknya. lalu memasukkannya ke dalam selimut.

__ADS_1


"balik ke sofa sana! jangan macem macem ya! "


#####


elvanno mengerjap pelan, merentangkan kedua tangan. lalu menutup mulut yang menguap lebar. setelahnya, bangun dan duduk menatap kasur yang sudah rapi. penghuni ranjang yang disana sudah tidak ada lagi. elvanno meraih ponsel yang terletak di atas meja, melirik jam yang ternyata sudah di angka tujuh. beranjak dari sofa, melepas jaket, melemparnya ke kasur, lalu masuk ke dalam kamar mandi yang memang ada di kamar tersebut.


tak begitu lama, keyra masuk ke kamar. tatapan nya terarah ke sofa, dimana suami yang semalam tidur disana. menggeleng pelan melihat selimut yang terjatuh begitu saja di lantai, lalu jaket milik elvanno yang tergeletak di kasur. belum lagi bantal yang juga jatuh di lantai.


bibir itu manyun, berjalan dengan hati yang ngedumel. memunguti bantal dan selimut, melipatnya dengan rapi. lalu menaruh di kasur.


selanjutnya, menyampirkan jaket milik elvanno di sandaran sofa.


ceklek!


"izroil! kamu kal... Aaaaaa! " berteriak sambil menutup wajah dengan kedua tangan.


elvanno sendiri terkejut, cepat ia berjalan mengambil baju dalam koper, lalu membawanya masuk kembali ke kamar mandi.


mendengar pintu kamar mandi tertutup, keyra membuka kedua tangan, masih aja bibirnya manyun. melipat kedua tangan di depan dada menunggu suaminya keluar. menit berlalu, elvanno keluar sudah dengan baju yang menempel di tubuh, tangannya sibuk mengusap rambut yang basah.


"ditungguin mama sama papa buat sarapan" ucapnya, lalu beranjak. melangkah keluar kamar.


tak menjawab, elvanno mengambil sisir milik keyra, lalu melempar handuk keatas kasur. setelahnya, asik menyisir rambut dengan bersenandung lirih.


_**Happy Reading😘_


Jangan lupa like and vote ya guys🖤**

__ADS_1


__ADS_2