Takdir Cinta Keyra

Takdir Cinta Keyra
Part 34


__ADS_3

"iya, iya ma" memasang tudung jaket hingga menutupi seluruh rambut. lalu melangkah keluar meninggalkan villa yang ia tempati.


berjalan menyusuri jalan hingga mentok sampai di pertigaan. elvanno mulai bingung, bingung mau ke kiri atau ke kanan. memutuskan untuk bertanya pada orang yang berada tak jauh dari jalan itu. setelah tau, kembali kaki nya melangkah mencari keberadaan keyra.


berjalan sekitar 500 m, ia mulai menghela nafas penuh kelegaan. sedikit mengulas senyum melihat gadis mungil yang duduk sendirian di balai balai yang berada di tepian menghadap ke pantai.


duduk sendirian dengan tangan yang beberapa kali nabokin kaki dan lengan. sudah pasti ia jadi makanan nyamuk disana.


keyra yang menyadari kedatangan elvanno, beranjak, lalu berdiri menghadap ke arah elvanno yang wajahnya tak begitu terlihat. tapi melihat celana pendek dan sendal jepit yang digunakan, sudah meyakinkan jika yang berdiri di hadapan nya adalah elvanno.


tetap diam berdiri dengan mulut manyun. lampu berwarna kuning yang hanya lima watt membuat kedua wajah mereka tak terlihat begitu jelas. karena keyra tak juga nyamperin, akhirnya elvanno mengalah. jalan mendekat, berhenti tepat di depan keyra.


elvanno langsung menyentil kening gadis itu.


"kesini doang bisa lupa jalan pulang. dasar bego! "


mulutnya tambah manyun dengan tangan yang sibuk mengusap kening bekas sentilan elvanno.


"aku beneran lupa, takut kalo ilang" gerutunya lirih.


"punya mulut buat nanya, key. ayok pulang" ajaknya. berbalik, berjalan lebih dulu.


berhenti berjalan saat menyadari keyra tak juga mengikuti langkahnya. mencebik kecil, lalu melepas jaket. kembali mendekati keyra, melingkarkan jaket di tubuh mungil itu. membuat keyra seperti menggunakan dress diatas lutut. lalu menggandeng tangan keyra.


keduanya berjalan pelan dengan satu tangan yang saling bertaut. elvanno menggenggam erat tangan keyra, seperti anak yang takut jika tertinggal oleh langkah emaknya. tak hentinya keyra tersenyum menatap ke arah tangannya yang berada di genggaman tangan besar milik suaminya.


seketika, semua tentang devi atau bahkan bryan terlupakan. berganti rasa hangat yang kini menyelimuti hati. Cinta? kek nya bukan deh. ini terlalu cepat. tapi untuk rasa nyaman, dia benar benar merasakan itu saat berada di dekat elvanno.


elvanno melepaskan genggaman tangan mereka saat sudah berada di depan villa. mereka segera masuk, karena pintu villa memang tidak terkunci. mama menyambut keyra dengan begitu antusias. memperlakukan keyra melebihi anak kandung. kembuat keyra begitu menyayangi kedua mertuanya ini.

__ADS_1


setelah berbincang bincang sebentar dengan mama dan papa mertua, keyra segera masuk ke kamar untuk membersihkan diri. sekitar tiga puluh menit, keyra keluar, sudah dengan baju santai. lalu naik ke atas tempat tidur, menarik selimut untuk menutupi badan tubuh yang lumayan dingin.


tak begitu lama, elvanno masuk dengan tangan yang sibuk mengeringkan rambut. membuat keyra tak berkedip menatap tubuh putih tanpa tertutup baju. tak menyadari tatapan keyra, elvanno dengan santai ngambil kaos dari koper kecil miliknya. lalu memakainya tepat di depan keyra.


setelah itu, berbalik, tersenyum menyeringai dengan menjentikkan jari.


"kedip woii.. liat orang tamvan sampai nggak kedip gitu"


keyra gelagapan, merasa sudah tertangkap basah. menatap ke ponsel yang ada di pangkuannya.


"eh, izroil. ini kenapa huruf di hp ku jadi gede semua? bikin jadi kecil kek sebelumnya, gimana? " menunjukkan layar ponsel nya.


elvanno tertawa kecil, ikut naik ke atas tempat tidur. bersandar pada papan ranjang tepat disamping keyra.


"putusin dulu bryan. ntar gue bantuin kecilin hurufnya"


keyra mengerjap beberapa kali, detik kemudian manyun. lalu menatap ke lain arah.


tubuh yang hampir turun dari ranjang itu kembali di tarik, membuatnya kembali duduk di samping suami.


"apa sih! ngeselin" kesal keyra yang makin manyun.


"key, gue udah dari pagi nggak ada chat an sama devi loh"


"dih, siapa yang nanya" melirik elvanno dengan kesal.


"ini gue ngasih tau"


keyra tak membalas, memilih diam. kembali menyalakan hp. menatap keypad yang masih saja jadi huruf gede semua.

__ADS_1


"gue janji, gue bakalan putusin devi. besok kalo kita masuk sekolah. lagian.. kalo mutusin cuma lewat wa atau telfon itu nggak gentle"


"terserah kamu, izroil. aku itu nggak nanya"


elvanno menjatuhkan tubuh ke sandaran ranjang, membuang nafas kesal karena keyra terlihat begitu cuek. memilih diam, mengamati istrinya yang melihat foto foto selfie nya tadi sore. tanpa sadar ia tersenyum sendiri melihat senyuman keyra yang begitu menggemaskan.


mengangkat tubuh dengan kedua tangan yang bersedekap.


"key" panggilnya


"hmm" jawab keyra tanpa menoleh sedikitpun.


"gue ganteng nggak? "


mendengar pertanyaan suami, keyra terpaksa beralih. menatap wajah elvanno yang masih saja tersenyum manis menatapnya.


"ganteng, kamu itu ganteng" bathin keyra yang jujur.


"ngapain nanyain itu? " terlalu malu untuk mengakui. lalu kembali menatap ponselnya.


"ya.. pengen tau aja pendapat lo. kalo gue sama bryan gantengan mana? " tanyanya lagi.


kedua pipi keyra mulai memanas. tapi ia berusaha menahan senyumnya agar jangan sampai kelihatan.


menoleh, menatap elvanno yang masih berada di posisi awal.


"gantengan bryan"


_**Happy Reading😘_

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan like and vote ya guys🖤**


__ADS_2