Takdir Cinta Keyra

Takdir Cinta Keyra
Part 53


__ADS_3

sehabis makan malam, elvanno udah stand di kamar keyra. entah apa yang sekarang ada di hati dan otaknya. yang jelas dia pengen dekat sama keyra terus. bahkan niat banget ngeboyong semua buku pelajarannya ke kamar keyra.


dua anak berstatus pelajar ini duduk di kursi belajar dengan buku ditangan masing masing. ujian besok adalah bahasa inggris.


"key"


"hmm"


"nanya dong"


"nanya apa? " sahut keyra yang tanpa berpaling dari buku di depannya.


"arti my secrets, apaan? "


"rahasiaku"


kening elvanno berkerut,


"gue nanya serius. arti my secrets apa? "


keyra menoleh


"rahasiaku"


"aelah, pelit amat sih! "


"cckk! artinya rahasiaku" kesal keyra


"emang apa rahasia mu? "


kali ini keyra mendekik, tambah kesal.


"kamu nanya artinya kan? ya itu tuh, artinya rahasiaku"

__ADS_1


"cckk, dasar pelit. iya gue tau, lo tuh pinter. sampai nanya arti sekata diang nggak dikasih tau" kesal elvanno, kembali menatap buku di depannya.


keyra beringsut sampai duduk nya mengarah ke elvanno,


"salahin tuh, otak kamu yang seperempat. kok malah ngatain pelit! " marahnya.


kembali elvanno menatap istrinya.


"yaudah, sekarang my secrets itu apa artinya? jawab kalo emang kamu nggak pelit"


keyra menghela nafas lebih dulu,


"ra-ha-sia-ku"


elvanno mencibir,


"dasar pelit! " ngambek, menutup buku, lalu ngeloyor keluar dari kamar melalui pintu balkon.


keyra melotot, beneran kesal.


nggak peduliin suami yang ngambek, keyra kembali pada bukunya. kembali menghafal rumus tenses, mencoba membuat contoh kalimat sampai dia benar benar hafal semua. membuka lagi buku tebal berisi latihan soal ujian kenaikan kelas.


pukul sembilan lebih beberapa menit, ia mulai merasa ngantuk. beberapa kali menguap, beneran nggak tahan banget, tapi ia berusaha tetap melek, karena masih ingin belajar. sampai akhirnya kepalanya jatuh ke meja, ia tertidur diatas meja.


sehabis ngobrol sama kakaknya, elvanno yang emang dari awal udah punya niat bobok di kamar keyra, kembali masuk ke kamar itu. tentu lewat pintu balkon yang terbuka sejak tadi. geleng kepala melihat istrinya yang udah ngebo di atas meja.


ia menutup pintu balkon, lalu menutup gorden tinggi hingga rapat. setelahnya, ia mendekati keyra, menarik kursi yang tadi ia pakai untuk duduk. ikur merebahkan kepala di pinggiran meja. tersenyum menatap wajah lelap keyra yang tertidur diatas buku.


tangan nya terulur, menyentil hidung keyra.


"kamu emang nggak secantik devi. kalian itu.. beda banget"


kembali tangannya menyingkirkan rambut yang tergerai,

__ADS_1


"apa pun yang terjadi nanti, nggak akan pernah ada perpisahan diantara kita. aku akan pertahanin kamu, sampai... sampai nafasku hilang"


setelah puas memandangi istrinya, ia mulai mengangkat tubuh mungil itu. menidurkan nya dengan sangat hati hati diatas tempat tidur. elvanno mematikan lampu, menyisakan lampu temaram berwarna kuning. menarik selimut, lalu merebahkan tubuh disamping keyra. menarik tubuh ramping keyra ke dalam dekapan. mencium kening keyra lama, lalu tersenyum, sangat bahagia.


"met malam, kesayanganku" bisiknya lembut, tepat disamping telinga keyra.


pagi menyapa.


keyra mulai mengerjap, berusaha melek walau sebenarnya masih sangat ngantuk. hidungnya mencium aroma yang kali ini sangat tidak asing. aroma tubuh suami tentunya.


begitu melek, ia langsung melotot, terlebih menyadari posisi tangannya yang melingkar di punggung elvanno, ngelonin suami nya dengan sangat mepet. cepat ia menarik tangannya sendiri, sedikit beringsut mundur. menatap wajah elvanno yang tentu masih tertidur dengan lelap.


diam, manyun mengingat perdebatan mereka sebelum tidur. lalu tertawa kecil, menutup mulut agar tak mengganggu tidur suami.


"dasar oon! hihihi.. " keyra meraba pelan kedua alis tebal itu.


"yaampun, kamu ganteng banget sih"


tangannya beralih menyentuh bibir elvanno yang terkatup.


"kalo enggak ngerokok, bibir kamu manis banget. rasa... apel. iya, kek nya itu rasa apel. eh, apel apa markisah ya? hihihi... " kembali ia menutup mulut.


"pokoknya itu. dan.. aku suka banget"


ia menghela nafas panjang dengan masih menatap wajah elvanno. menyadari jika sudah tertarik dengan sosok tampan di depannya. tapi kembali sedih mengingat pertemuannya, bahkan sangat sedih mengingat hubungan yang membuat nya jadi terikat.


"jika emang kita jodoh, kenapa tuhan mempertemukan kita dengan cara seperti itu? bahkan harus ngambil ayah sama ibu dengan paksa dari aku"


matanya mulai mengembun, segala sesuatu yang berkaitan dengan kedua orang tuanya, selalu membuat air mata kembali menetes.


"huufft.. udah lah, semua udah terjadi. emang nggak mudah ngilangin rasa sakitnya. tapi... nggak mungkin juga aku akan terus seperti ini" ucapnya lirih.


menyibak selimut yang membungkus tubuh, lalu beranjak dari atas tempat tidur. keyra mengikat rambut, beralih duduk di kursi belajar. memasukkan buku yang ia perlukan untuk dipelajari sebelum masuk ke ruang ujian nanti. setelahnya, ia masuk ke dalam kamar mandi.

__ADS_1


_**Happy Reading😘_


Jangan lupa tinggalkan like and votešŸ–¤**


__ADS_2