
"engga!!.. pokoknya aku engga mau berangkat bareng dia! " ucap elvanno dengan suara yang meninggi.
Keyra menghentikan langkah nya, ia menyimak apa yang akan di katakan oleh elvanno selanjutnya.
"keyra belum tau letak sekolah nya van, bisa nyasar dia nanti" nasehat mama.
"dia punya mulut ma, bisa nanya sama sopir angkot atau bajai" tolak nya. lalu menggigit roti yang sedari tadi telah dipegang nya. ia berdiri, menyandang tas dan berlalu keluar rumah.
"aku bisa berangkat sendiri ma" potong keyra melanjutkan langkah nya setelah punggung elvanno tak terlihat lagi. ia duduk di meja makan gabung dengan mama nya.
"bener kamu engga apa key?? " tanya mama dengan raut wajah yang khawatir.
keyra mengangguk meyakinkan mama nya.
"iya ma, nanti sopir angkot nya pasti tau dimana letak sekolah key ma"
"naik taksi aja key" sambung papa yang baru saja bergabung dengan mereka.
"ma pesankan aja taksi online buat keyra" titah papa.
"iya pa" sahut mama
"key, papa titip elvanno ya"
keyra mengerutkan kening, tak paham maksud dari omongan papa mertua nya itu.
"dia sering bikin onar di sekolah. sering bolos, bahkan hampir tiap hari masuk ruang BK. kamu bisa merubahnya kan key? " pinta papa dengan serius.
"key akan berusaha pa" jawab nya sambil menelan roti yang berada di mulut nya.
"di depan ada taksi tuan" ucap seorang satpam yang muncul dari pintu depan.
"iya pak, suruh nunggu bentar" sahut mama.
"itu taksi nya udah nunggu key" sambung mama.
keyra meminum susu yang ada didepan nya.
"keyra berangkat ya ma, pa" mengulurkan tangan untuk menyalami kedua mertua nya.
papa dan mama sama sama bengong. pasalnya, mereka tidak ingat kapan terakhir anak mereka melakukan hal kecil seperti yang dilakukan keyra saat ini.
"assalamu'alaikum ma, pa" ucap keyra lalu berlalu berlari kecil ke luar rumah.
"waalaikumsalam" jawab bu rika lirih.
menyentuh dada nya yang tiba tiba terasa sesak. lalu menatap suami nya yang duduk disamping.
"sopan sekali keyra pa, seperti nya dia adalah anugerah yang dikirimkan buat keluarga kita, terutama elvanno"
__ADS_1
papa menghembuskan nafas nya pelan.
"papa rasa juga begitu ma" meminum segelas susu nya, kemudian mengulurkan tangan nya pada bu rika.
"papa pamit kerja dulu ya ma"
bu rika tersenyum, mata nya mulai berkaca kaca. menyambut uluran tangan papa dan mencium nya dengan takzim.
"assalamu'alaikum ma"
"waalaikumsalam pa".papa mencium kening mama dan berjalan keluar rumah menenteng tas kerja nya.
mama masih duduk di meja makan, mengusap mata nya yang berlinangan.
" Ya Tuhan, semoga elvanno bisa menerima keadaan keyra dengan ikhlas. "
#####
ninja merah itu berhenti di parkiran sekolah. seorang cewe yang modis itu turun dari boncengan. sibuk merapikan rambut yang berantakan. sedangkan si cowo yang ngeboncengin juga ikut turun dan merapikan rambutnya sekilas di depan kaca spion. lalu berbalik, ikut merapikan rambut si cewe.
tersenyum manis pada cewe cantik yang berada di depan nya.
"cantik banget cewe gue" puji nya.
yang dipuji ikutan tersenyum manis.
"udah lama kali gue cantik nya" balas nya. lalu menggandeng tangan elvanno berjalan masuk menuju kedalam sekolah.
"makasih ya sayang" ucap nya dengan suara manja yang dibuat buat.
elvanno tersenyum bahagia, mengacak rambut gadis itu dan berlalu keluar kelas.
"duh vi, beruntung banget si lo bisa jadi pacar si cowok imut itu. gue jadi ngebayangin pipi mulus itu saat teraba" ucap acha, teman sebangku devi sekaligus salah satu geng devi menerawang.
Bhuukk! devi nimpuk acha pakai buku.
"anjiir! sakit bego! " ucap acha mengelus bahu nya.
"taiik lo! ngebayangin pacar orang!" ngambil kaca kecil dalam tas nya. mulai tuh up pipi. mengoles kembali bedak yang luntur akibat terkena angin di jalan tadi.
"lo udah berapa kali kelon sama dia? asik engga? " kembali mulut acha menyerocos.
"belum sampai tahap itu njiir!! nyium gue aja belom pernah"
"what? " mata acha membulat.
"ya misal pengen cium, ya gue yang duluan. tauk tuh tu orang entah polos atau gimana. gue engga paham. engga betah sebenarnya. tapi lumayan lah, bisa belanja gratis tiap minggu" ucap devi nyengir. lalu mengoles lipglosh di bibirnya.
teng! teng! teng!
__ADS_1
bel tanda masuk telah berbunyi. elvanno, Bryan, Dava, dan viko masih duduk di kantin. mereka menghabiskan jus alpukat yang tadi mereka pesan.
"woii masuk!! kalo punya kuping pasti udah ada denger bel bunyi kan! " nino si ketua kelas memperingatkan.
"ngebacot lo!! " ucap bryan tak terima.
"eh jam pertama kita jam nya buk sukra. mending kita masuk deh. dia bakalan nyariin kita sampe ketemu. bolosnya jam ketiga aja entar" viko memberi saran.
"tumben si kadal mikir nya bener. yaudah ayok cabut" ajak elvanno beranjak,berjalan membayar pesanan. lalu jalan dengan congkak nya menuju kelas.
mereka berempat duduk di deretan bagian paling belakang. Bryan mengambil satu buku paket, lalu berdiri menghampiri zikri yang duduk di depan nya.
bhuukkk!!
memukul kepala zikri dengan buku paket nya.
"pindah ke belakang"
zikri hanya diam, berdiri dan duduk di samping elvanno, teman sebangku elvanno.
mendudukkan pantat di kursi yang zikri duduki. tanpa aba aba menarik rambut Dara yang duduk di depan nya.
"cih.. rambutnya lepek banget, engga ada beda sama sapu ijuk! " aksi membully dimulai.
"masih pagi nyet!! bikin nangis anak orang, suruh nikahin baru tau rasa!! " seru elvanno yang duduk di belakang nya.
"gue sih jujur, engga liat apa, nih lecek! " menarik kembali rambut dara.
yang punya rambut cuma bisa meringis kesakitan. memajukan kursi agak sedikit kedepan agar tidak digangguin oleh bryan, tapi kaki bryan sudah lebih dulu menahan kaki kursi bagian belakang. hingga tak bisa di tarik lebih kedepan lagi.
Bryan menyobek kertas, menggulung nya kecil lalu menggelitik leher dara dengan gulungan kertas itu.
dara beneran merasa sangat terganggu.
selanjutnya menarik tali bh yang sebenarnya tidak terlihat karena ada tanktop yang menutupinya.
"anjiir!! masuk ke kelas cuma gangguin dara!! gue sumpahin lo cinta sama si dara!! " teriak vino yang duduk di belakang elvanno.
"engga nafsu!! dada rata, bokong tepos! apa yang empuk? "sahut bryan.
tak berapa lama, bu sukra guru matematika killer itu masuk. menaruh beberapa buku di atas meja.
"pagi semua! "sapanya.
" pagi buk" serempak semua menjawab.
"hari ini ada murid baru yang akan menjadi teman kalian"
mendengar murid baru, mata elvanno awas menatap arah pintu. dia sama sekali engga ngira kalo keyra akan masuk di kelas yang sama dengan nya.
__ADS_1
"sini masuk" bu sukra melambaikan tangan nya ke arah pintu.
_Happy Readingš_