Takdir Cinta Keyra

Takdir Cinta Keyra
Part 145


__ADS_3

ini adalah hari pertama elvanno ikut tristan ke kantor. kagum dengan gedung milik keluarganya yang memang sangat besar. tapi dia terlihat cuek dan lebih banyak diam. mengekor tristan kemana pu kaki kakanya melangkah. begitu sampai di dalam ruang direktur utama, elvanno merebahkan tubuh disofa dengan kasar.


"hahh,.. kak, gue sebenarnya masih ngantuk. tadi pagi ken bangunin jam tiga. numpang tidur disini nggak apa kan, ya? " lalu merebahkan kepala di sofa.


bhuk!


tristan melempar map yang ada di depannya.


"lo gue suruh ikut bukan buat numpang ngebo, bego! sini! " amuknya.


elvanno cemberut, berdesis pelan, tapi tetap bangun. berjalan mendekati meja kakanya, menarik kursi dan duduk di samping kursi kebanggaan sang direktur.


tristan membuka laptop, membukakan beberapa file, lalu mengarahkan layar itu ke elvanno.


"lo pelajari semua ini. besok, lo pegang perusahaan cabang. jadi pelajari ini semua"


elvanno mendengus.


"kan masih lama kak. gue juga masih mau fokus di kuliah dulu, kan? "


tristan mentonyor kepala adiknya.


"belajar tuh mulai sekarang, adek. lo kan bisa ngerangkap. kuliah sambil belajar ini. gue juga nggak nyuruh lo pegang perusahaannya sekarang kok. cuma nyuruh lo belajarnya mulai sekarang"

__ADS_1


dengan malas, elvanno memindahkan laptop itu tepat di depannya. mulai membuka file word berbentuk pdf. lalu membaca tulisan itu dengan serius.


tristan sendiri sibuk memeriksa beberapa dokumen penting perusahaan. yang tentu elvanno tak tau itu apa. hingga menit berlalu, mereka berdua asik dengan kesibukan masing masing. sampai tak menyadari jika waktu sudah mendekati makan siang.


ddrrtt... ddrrttt....


ponsel tristan berdering, membuat konsentrasi keduanya sedikit terganggu. cepat tristan meraih ponsel yang ada diatas meja, sedikit mengulas senyum saat tau itu adalah papanya.


menegakkan ponsel setelah menggeser tombol berwarna hijau dilayar. detik kemudian, gambar abram muncul dilayar ponsel. tersenyum menatap dua putranya yang terlihat di depan mata.


"van, gimana? " tanya papa, yang tentu tau, jika ini adalah pertama kalinya elvanno ikut ke kantor.


elvanno nyengir, menggaruk kening yang tak gatal.


"belum bisa pa. ini masih baca baca"


elvanno menghela nafas sedikit kasar. apa yang dikatakan papanya memang sangatlah benar.


"iya pa. ini aku lagi usaha"


papa tersenyum, memberikan semangat untuk anak bontotnya.


"bagus, harus semangat. demi keyra dan ken. "

__ADS_1


ada yang tiba tiba sesak memenuhi dadaa mendengar ucapan papa. semua membuatnya sadar, jika dia bukan seperti viko, dava atau pun bryan yang belum menikah, belum memiliki tanggung jawab seperti dirinya. ia sudah berbeda dari teman temannya setelah mengucapkan ijab kobul kala itu.


"tan" papa beralih menatap tristan, anak pertamanya.


tristan tak menjawab, hanya diam menatap papanya serius. satu tangannya menyibakkan rambut panjang yang tergerai ke depan.


"papa seneng, ternyata... bentar lagi papa akan punya cucu lagi".


refleks, elvanno menatap kakanya yang mengulas senyum.


" kak marina hamil? "


tristan ngangguk, ada binar bahagia di wajah tampannya.


abram tersenyum bahagia.


"jaga marina dan calon anak kalian baik baik"


"iya pa"


"mas, ini"


dengan sangat tiba tiba seorang wanita muncul dibelakang abram. membuat tristan dan elvanno memgerutkan kening, saling tatap untuk beberapa menit, lalu kembali memperhatikan layar yang berubah jadi gelap.

__ADS_1


Happy Reading🄰


Jangan Lupa like and votešŸ–¤


__ADS_2