
pukul 05.30 am
keyra mengerjap, ingin meregangkan kedua tangan, karena itu adalah pergerakan yang biasa ia lakukan saat bangun tidur. namun untuk sekarang, tubuhnya terkungkung, sangat sulit untuk sekedar menggerakkan tangannya saja. keyra mengucek mata, menyipit, sedikit terkejut karena ia ada di pelukan suami.
diam, bahkan tubuhnya sedikit menegang. keyra bernafas pelan, takut nafasnya akan mengganggu tidur elvanno. melepaskan tangan yang melingkar di pinggang dengan sangat hati hati, lalu ia beringsut, turu dari atas tempat tidur.
tersenyum menatap suami yang masih pules, membenarkan selimutnya. ia sendiri segera masuk ke kamar mandi untuk aktifitas pagi.
lebih dari setengah jam, keyra akhirnya keluar. satu tangannya sibuk mengeringkan rambut dengan handuk kecil. tatapan nya langsung tertuju ke atas kasur, dimana suaminya masih tidur disana dengan posisi yang tak berubah.
menaruh handuk disandaran kursi, lalu duduk untuk menyisir dan mengeringkan rambut dengan hairdrayer.
"eegghh... "
keyra menoleh, ternyata elvanno udah melek, kini menutup mulut yang menguap lebar. tersenyum saat matanya bertemu dengan keyra.
"pagi key" sapanya dengan cengiran manis.
keyra tertawa kecil, berusaha nyembunyiin rasa panas yang tiba tiba muncul. ya ampun, diginiin aja, keyra udah salting. mengalihkan tatapan, menatap pantulannya di cermin. malu sendiri liat wajahnya yang merona menahan untuk tak tertawa bahagia.
"mandi gih" akhirnya hanya itu yang keluar dari mulut keyra.
elvanno meraih guling,memeluknya posesif, masih aja tersenyum merhatiin keyra yang masih bermain dengan hairdrayer. hanya diam menatap tanpa mengatakan apa pun, dan itu cukup membuat keyra makin nggak konsen.
menoleh, menatap elvanno dengan bibir manyun. walau kedua pipi udah merona, dia tetap aja nggak mau tunjukin itu.
"izroil, kamu kenapa bobok disini lagi sih? " tanya nya seakan tak terima.
elvanno mengernyit,
"emang kenapa? "
__ADS_1
"ya... kamu kan punya kamar sendiri" kembali dengan kesibukannya, menyisir rambut, lalu mengikat nya.
"ya nggak apa kan. namanya pengen kelonin istri. tidur disini kan nggak masalah"
seketika itu, keyra melempar pensil yang ada di depan nya.
"diih, ngomongnya.. mesuum! " beneran cemberut, merasa risih dengan perkataan elvanno.
elvanno menangkap pensil dengan cepat, lalu terkekeh melihat istrinya cemberut.
"nyata key. lo semalam juga bobok nyenyak kan, pas gue kelonin"
wajah keyra beneran memanas, berdiri, nabok bahu elvanno .
"balik kamarmu sana! " suruhnya.
elvanno mengelus bekas tabokan keyra, bangun, bersila, tapi tangannya ditarik keyra untuk turun dari kasur. hingga akhirnya ia mengalah, benar benar berjalan keluar dari balkon kamar.
seperti yang sudah dikatakan, keyra akan berangkat ke sekolah bareng bryan. bahkan sampai ujian terakhir, keyra masih tetap ngebonceng bryan. bukan karena kasihan, tapi ini juga karena mereka adalah teman. elvanno bisa paham, bisa mengerti dan mencoba untuk memberi kebebasan pada keyra. bryan, temannya dari SMP dulu, enggak akan mungkin berbuat macam macam sama keyra.
keyra masih sibuk memasukkan pensil ke dalam tas.
"iya, tanya apa yan? "
bryan menatap serius pada gadis cantik yang kini mulai menatapnya dengan penasaran.
"jadi... elo beneran ada hubungan sama elvanno? " tanya nya pelan.
keyra menghela nafas lebih dulu, membenarkan posisi tasnya, lalu ngangguk pelan.
"sebenarnya aku udah mau jelasin ini dari lama ke kamu. tapi kamu selalu aja memotong kata kata aku. kek nggak mau dengerin apa yang mau aku jelasin"
__ADS_1
bryan menyentak nafas kasar, mereka tetap jalan bareng. keyra duduk di pembatas beton yang ada diparkiran, sedangkan bryan udah nangkring diatas motornya.
"kamu masih inget kan yan. saat kalian piknik ke puncak itu? "
kening bryan berkerut. menatap keyra dengan penuh pertanyaan.
"apa hubungannya dengan kita piknik itu? "
"mobil kalian udah nabrak kedua orang tua ku. dan mereka... meninggal.. " keyra membuang nafas panjang setelah mengatakan itu. mencoba untuk kuat dan tak menangis menceritakan kejadian ini ke bryan.
"ayah sempat sadar sebentar. dia minta ke papa, maksud aku, papa nya elvanno. ayah minta elvanno buat nikahin aku. karena aku hanya hidup sendirian. aku nggak punya sanak saudara. jadi... setelah kejadian itu.. aku nikah sama elvanno"
mata bryan memerah. dia.. sedih.
"jadi... kalian ini resmi suami istri? " tanya nya pelan untuk meyakinkan.
keyra ngangguk,
"itu permintaan terakhir ayah".
"jadi... ini alasan kamu nolak aku? " bathin bryan dengan masih menatap gadis cantik di depan nya ini.
"maafin aku key. aku bikin kamu jadi inget sama kejadian itu. maaf ya" ucapnya penuh sesal.
keyra tersenyum, menghapus buliran yang hampir menetes.
"nggak apa yan. kamu berhak tau. tapi please, jangan kasih tau siapa siapa ya. aku masih pengen lanjutin sekolah sampai lulus"
bryan tersenyum, memperlihatkan gigi gingsulnya,
"woles key. yaudah yuk, balik"
__ADS_1
_**Happy Readingš_
Jangan lupa like and voteš¤**