
mata elvanno melotot saat melihat dari seberang jalan, ia melihat keyra yang ditarik oleh dua orang lelaki. kedua tangan menggepal hingga otot otot terlihat nyata. enggak terima melihat istrinya diperlakukan seperti itu. terlebih melihat keyra yang di dandani begitu cantik dengan rambut panjangnya yang curly dan sedikit dibuat pirang.
ingin cepat menghajar mereka semua, tapi mobil dan motor sangat ramai, membuatnya tak bisa langsung menyebrang jalan. beberapa detik kemudian, elvanno menyetop mobil dengan paksa, lalu berlari cepat menyebrangi jalan yang ramai itu.
"key! keyra! KEYRAA!! "
sayang banget, ia terlambat, karna tiga mobil warna hitam itu sudah berjalan keluar dari halaman apartement. elvanno kembali berlari mengejar mobil yang kini sudah memasuki jalan raya. namun sia sia, mobil sudah berjalan cepat.
"pak, anterin saya, pak! " kebetulan di pinggir jalan ada driver ojol yang magang nyari penumpang.
"oh, ayo mas. mau kemana? " ramah si bapak bertanya. segera menyalakan mesin motor. mengulurkan helm ke elvanno.
elvanno menerima uluran helm berwarna hijau dari si bapak.
"kejar mobil itu, jangan sampai kehilangan jejak"
segera ia naik ke boncengan. kembali tangannya menuding mobil warna hitam yang masih keliatan bokongnya. ia merogoh ponsel, menyalakan gps nya. mencari kontak tristan dan melakukan panggilan telpon. dengan cepat telpon terhubung, karena saat ini, tristan tengah dalam keadaan khawatir.
"hallo kal, keyra udah dibawa sama pembelinya" info elvanno saat tau telpon nya mendapat respon.
"sekarang lo dimana? " tanya tristan dengan sangat khawatir.
__ADS_1
"gue lagi kejar mobilnya. lo ikuti gue dari gps. ini udah gue nyalain"
"van, lo jangan gegabah. ini bahaya, jangan bertindak sebelum kita datang. gue udah bilang ke papa, dan bantuan dari papa juga otewe" tutur tristan yang tentu mampu membuat elvanno sedikit lega.
"iya, gue tau. yaudah, gue takut tertinggal jejak"
elvanno mematikan telpon, kembali menyimpan ponsel di saku celana. menepuk bahu si bapak.
"pak, didepan ada lampu merah, jangan sampai kita tertinggal. tambahin lajunya"
"duuh, maaf mas. saya enggak berani ngebut. ini motor baru saya beli sebulan yang lalu loh. ngambil kredit tiga tahun. nanti kalo saya mati, siapa yang mau bayar cicilannya? " jawab si bapak yang membuat elvanno jadi kesal.
"yaudah, biar saya aja yang bawa motornya"
"saya ganti dengan motor yang baru. bapak jangan khawatir. itu mobil nyulik istri saya pak. tolong lah...."
nurut, si bapak nepikan motor, lalu turun. sementara elvanno segera ambil alih, ngeboncengin si bapak uang jadi ojol. dengan cepat motor matic itu menyalip beberapa mobil. membuat pak ojol takut, mencengkeram kedua bahu elvanno kencang.
beberapa menit berlalu, ketiga mobil itu mulai menyimpang, meninggalkan jalan raya. menyusuri jalanan yang lumayan sepi dan jauh dari pemukiman warga. motor yang dibawa elvanno masih membuntuti dengan jarak yang tentu enggak dekat. motor berhenti di semak semak bawah pohon besar yang tak terlihat oleh mereka.
"ini tempat apa pak? " tanya elvanno pada si bapak yang menemaninya.
__ADS_1
si bapak melepaskan helm, menajamkan penglihatan.
"setau saya itu pabrik beras mas. udah lama berdirinya. dulu pemiliknya tetangga gang rumah, tapi udah dijual sama orang kaya"
dapat elvanno lihat, tiga mobil itu berjajar di depan pabrik. menit berlalu, pabrik yang tertutup oleh seng dengan rapat itu terbuka. dua orang yang memang berjaga di dalam membuka lebar seng. membiarkan mobil masuk satu persatu. kembali di tutup setelah ketiga mobil itu masuk.
selanjutnya, mereka semua, termasuk mr. revan dan keyra keluar dari dalam mobil. gerbang inti yang terbuat dari besi, dibuka dari dalam. membungkuk saat mr. revan berjalan melewatinya.
keyra diapit oleh dua lelaki, jalan menurut langkah kaki mereka. sungguh, ia tak akan bisa kabur. kali ini, bisa ia hitung berapa jumlah penjaga di luar.
melihat boss nya datang, pintu utama pabrik yang menjulang tinggi dan sangat rapat itu dibuka. detik kemudian, dua orang anak buah mr. revan lebih dulu melangkah masuk. berdiri di pintu bagian dalam, membiarkan mr. revan melanjutkan langkah. melewati beberapa pekerja yang sebagian besar lelaki semua. mereka menggiling gabah yang belum lama datang dari warga.
tubuh yang gemetar karena takut sudah tak bisa ia rasakan lagi. ia seperti mati rasa, terlebih menatap semua lelaki yang ia temui. sangat terlihat jelas jika mereka ini bukanlah orang baik. ia tak lagi punya harapan untuk bisa bebas dari kungkungan mr. revan. mengingat penjagaan yang begitu ketat, lalu orang orang di depan yang berjaga. oh, astaga....
langkah kaki mr. revan terhenti tepat di depan sebuah ruangan yang tentu sangat jauh dari bagian depan tadi. menatap anak buahnya yang masih mengikuti sampai ruangan itu. tak begitu lama, seseorang yang memakai kemeja biru mendekat, membisikkan sesuatu tepat di telinga mr. revan.
"kalian berdua, jaga diluar pintu. yang lain... perketat penjagaan. saya nggak mau film kali ini terganggu. " terdengar santai, tapi mereka semua ngangguk dan patuh dengan cepat. mr. revan kembali menatap keyra yang memang cantik.
"bawa dia masuk"
_**Happy Readingš_
__ADS_1
jangan lupa like and voteš¤**