Takdir Cinta Keyra

Takdir Cinta Keyra
Part 89


__ADS_3

seminggu berlalu.


elvanno masih mengurung diri di kamar yang dulu menjadi kamar keyra. bernostalgia dalam kenangan yang tak akan pernah ia lupakan seumur hidup. ia sama sekali tidak peduli dengan sekolah yang sebenarnya sudah mulai aktif lagi. terlebih band-nya yang sudah mencetak nama.


elvanno duduk di meja belajar, membuka buku tulis yang tentu ada tulisan keyra disana. seperti hari hari sebelumnya, ia hanya membaca ringkasan materi yang ada di buku tulis keyra. bahkan membacanya berulang. bahkan ia sampai hampir hafal apa saja isi dari buku itu.


setetes air mata menetes membasahi pipi. sekelebat bayangannya yang selalu jahilin keyra saat belajar. wajah terkejut keyra saat dia selalu saja masuk ke kamar tanpa ijin, bahkan sering mengagetkan. imut dan lucu ketika keyra marah, cemberut tak terima dengan perlakuannya. rebutan hp, berkirim chat dengan banyak typo. ah... rindu banget.


elvanno tersenyum sendiri dengan pipi yang basah. meraba bibirnya, mengingat ciuman tanpa sengaja itu. lalu ekspresi lucu keyra saat protes dengan rasa rokok di bibirnya.


"key, aku udah lama banget enggak ngerokok lho. dan keknya, aku bakalan berhenti ngerokok" membuang nafas panjang, mengusap kedua pipi.


"aku kangen banget, key... "


kembali ia menangis, merem dalam, membiarkan air asin itu membasahi pipi lagi.


"apa kamu enggak kangen aku?... kenapa rasa ini nyiksa banget...hiks... aku nggak kuat kek gini terus, key. aku butuh kamu.. "


##


berdesis pelan, elvanno menggaruk kening dengan tubuh yang bersandar di pintu balkon. satu tangan berada di mulut dengan selipan rokok yang menyala. kembali melirik adik satu satunya yang masih aja diam dengan menatap ponsel ditangan. tentu ada foto keyra disana.


"lo cowok, anjiing! cengeng bener! " celetuknya.


greget banget liat elvanno yang ngurung diri hpir dua bulan ini. beneran kek nggak punya semangat hidup. cuma diam di kamar baca tulisan keyra dan natap foto keyra. nggak guna banget!


"nggak usah ngebacoot deh! lo nggak ngerti rasanya ditinggal pas sayang sayang nya. jad--"

__ADS_1


"gue udah katam soal sakit hati. nggak usah nge-gurui lo! bacoot! " kesal tristan, melempar putung rokoknya keluar balkon.


elvanno melirik kakaknya yang terlihat marah. hanya menghela nafas panjang, lalu kembali menatap foto foto keyra di galery ponsel.


"orang yang lo sayang masih hidup. masih bisa lo kejar sampai ujung dunia. ngapain lo ngurung diri kek gini?! nggak guna! " omelnya.


elvanno hanya mencebik lirih, tak pedulikan ocehan tristan.


"minta ijin ke papa sana! pindah sekolah di bogor. sekolah yang sama di sekolah keyra. luluhin hatinya lagi. perjuangin kalo emang beneran sayang. bukannya ngurung diri kek ayam ngarem! "


mendengar saran kakaknya, kedua mata elvanno berbinar. mulai beranjak dari duduknya, turun mendekati tristan, nonjok bahu sedikit kencang.


"saran kakak bener! "


segera ia berlari keluar dari kamar, menuruni tangga dengan sedikit terburu. menghampiri papa dan mamanya yang sedang duduk nge-teh di depan tv.


"pa, ijinin aku pindah sekolah ke bogor ya" pintanya mengiba dengan kedua tangan yang saling bertaut.


kening papa berkerut, menatap mama yang juga heran dengan permintaan elvanno.


"kenapa? kok pengen pindah ke bogor? " tanya mama yang masih bingung.


"biar bisa deket sama keyra dong, ma"


mama berdesis pelan,


"iya, kalo yang itu mama udah tau. tapi... kamu nggak bisa seenaknya pindah, van. nilai kamu aja merah semua. paling tinggi nilai bahasa indonesia. itu juga cuma enam. "

__ADS_1


papa ngangguk dengan senyum miring,


"tuh, nilai jelek begitu mau pindah ke bogor. malu maluin. udah pasti kamu nggak bakalan diterima disana. "


"pa...," rengeknya, mendekati papa, bersimpuh memeluk kaki papa dengan mulut yang manyun.


papa menghela nafas panjang, kembali bertatapan dengan mama. lalu menatap wajah melas elvanno.


"gini deh, papa bakalan ngurus pindah sekolah kamu ke bogor. tapi... ada syaratnya" jawab papa setelah berfikir beberapa menit.


mendengar itu, wajah elvanno sedikit berbinar.


"apa syaratnya pa? aku pasti akan berusaha"


"buktiin ke papa, semester pertama ini, nilai kamu harus baik semua. ya.... minimal sembilan lah. jangan lima kek kemarin"


elvanno menautkan kedua alis. untuk yang ini... ia sedikit ragu. tapi... demi keyra kan?


dia beranjak, menatap kedua orang tuanya.


"ok, aku akan buktiin ke papa"


setelahnya, cowok imut itu berlalu, kembali menaiki anak tangga. kemudian masuk lagi ke kamar keyra. duduk di meja belajar dan mulai membaca buku.


-**Happy Reading😘-


Jangan lupa like and votešŸ–¤**

__ADS_1


__ADS_2