
berada di barisan paling depan, bahkan tepat berada di belakang keyra. takut jika istrinya pingsan karena kepanasan. Ah, lebay banget kan si izroil tamvan ini!
bryan dan viko yang udah standby di rooftop terbelalak melihat kejadian langka selama dua tahun ini. karena ini pertama kali dava dan elvanno mengikuti upacara bendera.
"itu mereka abis tersengat listrik ato gimana, yan? " viko menuding kearah elvanno yang sibuk memasukkan baju kedalam celananya. sedangkan dava yang tepat berada disebelah elvanno membenarkan dasi yang miring nggak tentu.
bryan hanya diam mengamati keyra yang tersenyum lembut kearah elvanno. berkali kali elvanno membisikkan sesuatu ke telinga keyra, dan gadis itu kembali tersenyum. bahkan sempat berbalik, membenarkan posisi dasi dan berjinjit membenarkan topi elvanno.
ada rasa nyeri di dalam hati. bryan membuang nafasnya dengan kasar. kembali menghisap rokoknya dalam, lalu mengepulkan asap keudara.
viko yang tau kondisi hati, tersenyum miring. menepuk punggung sahabatnya.
"bukan jodoh nyet! lagian, elo yang lebih dulu tau kalo elvanno dan keyra udah nikah sejak kejadian di bogor. kenapa nekat macari? "
kembali menghisap rokoknya tanpa berniat jawab omongan viko.
"bukannya serumah sama dara ya? udah cinta belom? " tanya viko lagi.
kali ini bryan menatap viko dengan kesal. memang waktu itu sempat mencium dara, tapi bukan berarti bisa dengan mudah cintanya berpindah kan? ya... walau pas lagi deket dan bareng, ada rasa pengen cium cium lagi. bahkan kadang sering iseng gangguin dara yang bersihin rumahnya.
bryan membuang puntung rokok, lalu menginjaknya hingga mati. ngeloyor menuju pintu.
"wooi, mau kemana njiiing?! " teriak viko.
"baris! " jawab bryan tanpa menoleh.
"hah?! "
"minggir lo! " viko menepuk pundak seseorang yang baris disamping elvanno. yang punya bahu langsung bergeser mencari tempat lain.
"van, lo ngapain disini? " iseng, ngelontarin pertanyaan buat elvanno yang fokus natap keyra dari belakang.
"jual cendol" jawabnya ngasal.
"hahahaha.... cendol abang elvanno asin! " sahut dava.
"key, kepala elvanno lo jedukkin meja ya? kok kali ini agak beda sih? " rani teman sekelas mereka pun merasa aneh juga.
pasalnya, walau waktu itu nilainya meroket dari biasanya, tetap aja ini si elvanno nggak pernah ikutan ke lapangan. bahkan ikut di pelajaran olahraga aja enggak mau. fokus di perpustakaan dan di kelas buat belajar. nah sekarang? semuanya jadi heran dong.
keyra mengerutkan kening.
"enggak kok. elvanno nggak kejeduk" jawabnya dengan polos.
__ADS_1
elvanno nonyor kepala rani dari belakang.
"ngebacot lo ran! "
menoleh, benerin topinya yang jadi maju kedepan, hampir jatuh.
"jangan asal tonyor deh. kepala gue difitrahin sama emak"
tertawa mengejek.
"otak udang aja dipitrahin. norak! " sahut bryan yang baris dibelakang rani.
"mending otak gue, daripada otak elvanno yang nggak ada isinya. " menatap penuh ejekan ke elvanno.
kembali elvanno nonyor kepala rani.
"Dasar kamvret lo! turunan semut polandia! "
"hahaha... " viko dan dava kebagian tertawa.
"hey! kalian! " seorang guru berteriak dari belakang barisan anak kelas 12 IPS1, tepat kearah keyra dan yang lainnya.
"mau baris atau mau rame hum? pertama ikut baris udah bikin ulah! " tegur pak guru.
"kalo baris, mulutnya diem. jangan rame terus. contoh yang lainnya dong"
"yang lainnya aja ngupil, masa iya, kita disuruh ikutan ngupil" dava menunjuk beberapa adik kelas yang memang ngupil.
"ppcck, ditegur bukannya dengerin malah ngejawab terus. mulut kalian itu lemes banget sih! " geram pak guru.
"kalo cuma diem, dikira nggak ngedengerin, pak. bukannya kalo diajakin ngomong harus jawab ya? itu termasuk pelajaran kkpn kan? " bryan ikutan nimbrung.
"eh, iya. itu masuk tata krama lho" rani juga ikut nyusul.
"iya pelajaran ppkn" keyra juga ikutan.
"iya jawaban kalian bener. " pak guru milih ngalah.
"sekarang diam, ikuti peraturannya. ini perintah, bukan ngajakin ngomong. jadi, nggak perlu kalian jawab. titik" memilih pergi dari pada puyeng ikutan sinting.
"siiapp pak guru" viko cengengesan karena berhasil membuat gurunya pusing.
usai upacara, elvanno menyeret keyra ikut ke kantin. mengingat tadi pagi yang nggak sempat sarapan karena bangun kesiangan. takut jika istrinya sakit dan berakhir mengkhawatirkan. jujur, karena dia udah nggak lagi perlu mati matian naikin nilai, kali ini ia bisa berfikir lebih santai.
__ADS_1
"nih" naruh susu kotak serta dua bungkus roti di depan keyra.
dava, bryan, viko, rani dan nino ikutan gabung dalam satu meja. bahkan sampai berdempet dempetan karena sesak. mereka mulai minum dan makan yang udah mereka ambil sendiri.
"tumben sih ran. lo ikutan nongkrong dikantin" viko meminum jus mangga milik rani.
"laper gue. tadi nggak sempat sarapan" jawab rani kembali menggigit rotinya.
"eh sama dong ran. aku sama elvanno tadi juga nggak sempat sarapan. bangun kesiangan" keyra ikutan nimbrung.
rani dan nino terbelalak, tentu terkejut mendengar penuturan keyra. di sekolah ini, yang tau kalo mereka serumah kan cuma keempat temannya dan beberapa guru saja.
"kalian tinggal satu rumah? " tanya nino yang jadi kepo.
keyra ngangguk sambil tersenyum tipis. elvanno menepuk jidatnya. dasar keyra polos!.
"namanya juga sepupu, wajar lah kalo tinggal serumah" sahut dava yang nyelamatin harkat martabatnya si elvanno.
"eh, bukannya waktu itu li tinggal serumah sama dara kan yan? " melontarkan pertanyaan ke bryan yang sedari tadi main game.
"hhmm"
"abang bryan sakit mata ran. males ngomong" kata si viko.
"iiih, kamvret. apa hubungannya" rani mentonyor lengan viko.
"jangan jangan lo sering masuk ke kamar dara ya, makanya dara sekarang udah pindah ke rumahnya. dia takut lo pegang pegang" goda rani.
pertanyaan rani membuat bryan gatel harus jawab.
"bacot lo ran! ngegosip! "
"emang kalo dipegang kenapa? aku sama elvanno juga sering ada dikamar yang sama" dengan polosnya keyra ikutan komentar.
semua mata tertuju ke arah elvanno yang sembunyiin wajah dilipatan tangan.
keyra sialan!
"hahahahahaha..... " semua tertawa lepas.
"aib lo kebuka, monyet! "
-Happy Readingš„°-
__ADS_1
Jangan lupa like and voteš¤