
meraih tas nya diloker, kening nya berkerut saat melihat ada spam wa dari devi.
{aku tunggu dirumah ya beib}
{jangan lupa, pulang sekolah mampir kerumah ku}
{aku udah siapin kejutan buat kamu}
{p}
{p}
{p}
elvanno menggeleng, tersenyum menyeringai membaca pesan dari kekasih yang dulu begitu ia banggakan. cepat tangannya membalas pesan itu.
{ok, aku otw} send devi.
kurang lebih lima belas menit, motor merah elvanno berhenti tepat di halaman rumah berlantai dua milik devi. ia melepas helm, seperti kebiasaannya, seusai melepas helm pasti tangannya akan dengan refleks mengacak rambut pirang itu. lalu turun. melangkah masuk menuju teras rumah. baru saja tangannya ingin menekan bel, pintu di depannya sudah terbuka.
memperlihatkan devi yang tersenyum lebar ke arahnya. elvanno menelan ludah melihat penampilan kekasihnya yang... yang begitu terbuka. dia hanya mengenakan tanktop dan celana pendek sebatas paha. bisa dikatakan jika devi tak memakai pakaian. belahan dadanya dibiarkan terlihat begitu saja. benar benar sangat menggoda. elvanno mengalihkan pandangan, menahan sesuatu yang tiba tiba muncul dari dirinya.
"beib" dengan antusias seperti biasanya devi mencium pipi elvanno.
tangannya bergelayut dilengan, menyeret kekasihnya itu masuk ke dalam rumah.
__ADS_1
"langsung masuk ke dalam aja ya, kita ngobrol di balkon kamarku. " ajaknya.
elvanno menurut saat devi menyeretnya menaiki tangga, lalu membawanya masuk ke dalam kamar. kamar pribadi devi yang begitu luas dengan bernuansa pink. ada banyak koleksi tas mahal, sepatu mahal, dan boneka yang berjajar di lemari. keknya lemari kaca itu khusus devi gunakan untuk koleksi boneka.
"ummm, tante vita kemana? " tanyanya, berjalan menuju balkon, menikmati pemandangan di bawah sana.
devi masih saja bergelayut di lengan elvanno, sengaja memepetkan dadanya yang enggak kecil itu di lengan sang kekasih. tentu ingin memancing libido yang bobok nyenyak.
"mama pergi dari pagi. kak karin juga dari semalam enggak pulang. keknya mertuanya balik dari spanyol, makanya nginep dirumah kak bima. " jelasnya.
kini mereka duduk di kursi panjang, duduk mepet tanpa sekat sedikit pun. elvanno merasa agak risih, tapi melihat belahan yang gede, bahkan warna beha biru yang sangat nyata itu membuat jiwa lelakinya tak tahan.
melepaskan tangan devi yang melingkar di lengan, sedikit beringsut.
"katanya mau kasih kejutan, kejutan apa? " ingat sama tujuan ia datang ke rumah devi.
devi mendekatkan wajah, sedikit mengangkat tubuh, menempelkan bibirnya tepat di bibir elvanno. kedua tangannya berada di leher elvanno, menyangga kepala cowok imut itu agar ia bisa leluasa menciumnya. ******* lembut bibir bawah elvanno, menimbulkan suara kecupan yang bergantian. sangat menikmati saat elvanno pasrah saja.
menit kemudian, ia sedikit menjatuhkan tubuhnya di tubuh elvanno, membiarkan dadanya nempel di dada elvanno. lalu naik, kini ia ada dipangkuan cowok imut itu, bibir mereka masih menyatu, sayangnya tangan elvanno masih diam. hanya melingkar di pinggang rampingnya. tak seperti garry atau andra yang akan sangat brutal meremas buah dadanya.
pelan, tangan devi menggenggam tangan elvanno. menuntun tangan itu untuk memegang dadanya. sedikit membuka tanktop, mengeluarkan salah satu usus dari dalam cup. lalu tangan elvanno dituntun untuk memegang ususnya, meremasnya, memainkan tombol tuning yang sudah menegang.
"kenapa? "
cukup terkejut saat dengan tiba tiba elvanno mendorong kedua bahunya. membuat ciuman mereka terlepas. bahkan tangan yang ia paksa untuk memainkan usus itu ditarik paksa oleh elvanno.
__ADS_1
"turun lo! " ketus elvanno, mengusap bibir bekas saliva devi tadi.
"beib kamu kenapa? " tanya devi yang nggak ngerti, tangannya sibuk membenarkan tanktop serta khutang.
"turun, gue bilang! " ucapnya sedikit meninggi.
untuk pertama kali elvanno membentaknya. dengan masih bingung, devi turun dari pangkuan elvanno. berdiri berhadapan dengan cowok manis yang kini sibuk membenarkan hoddie.
"beib, kamu ini kenapa? " menyentuh lengan elvanno, meminta penjelasan.
"ok, maaf kalo aku paksa kamu untuk... untuk ngelakuin hal yang belum pernah kamu lakuin. maaf, tapi aku cuma.. cuma... " devi terlihat bingung.
"entah, aku terlalu cinta sama kamu. aku cuma pengen dimanjain kamu"
elvanno menepis kasar tangan devi.
"gue enggak sebodoh itu. nggak perlu ngomong cinta ke gue. gue udah cukup paham dan tau siapa elo"
kedua alis devi bertaut, ia benar benar bingung.
"kamu ngomong apa sih beib? "
"udah lah, nggak usah pura pura lagi. mulai sekarang.. kita putus"
_**Happy Readingš_
__ADS_1
Jangan lupa like and voteš¤**