Takdir Cinta Keyra

Takdir Cinta Keyra
Part 48


__ADS_3

"dia itu pacarnya ezhi, salah satu temennya devi. pacarnya elvanno. lo tau orang nya kan? "


keyra sedikit melotot. tentu dia tau siapa ezhi, siapa devi. tapi beneran nggak nyangka devi selingkuh sama pacar sahabatnya sendiri. beneran sialan!


bbrruuum! bbrruuum! bbrruuum!


sengaja, elvanno membleyer motor begitu lampu sudah berubah jadi hijau, membuat keyra menoleh ke arahnya. tatapan mereka bertemu. sangat terlihat mata yang tak suka melihat nya dekat dengan bryan. tapi.. keyra berusaha untuk nggak peduliin itu. dia malah berpegangan di kedua bahu bryan, tak pagi menatap elvanno, fokus liat punggung bryan saat motor mulai melaju pelan.


menit berlalu, kedua motor gede itu berhenti barengan diparkiran siswa. sudah ada banyak siswa di sekolah, karena memang mereka berangkat dijam yang tak terlalu pagi.


elvanno melepas helm pelan, mengacak rambutnya sambil ngaca di spion, tapi spion nya sengaja ia arahkan ke arah keyra, menatap istrinya disana.


kembali bryan membantu keyra melepas helm, ikut merapikan rambut yang berantakan tertiup angin di jalan.


keyra tersenyum hangat saat tangan bryan membelai rambut.


"aku bisa sendiri kok yan"


tak peduliin itu, bryan tetap membantu keyra merapikan rambut.


"besok gue jemput pakai mobil aja ya, biar rambut lo engga berantakan gini"


kedua nya berjalan barengan, beneran nggak anggap elvanno ada disana. sampai elvanno meninju helmnya pelan, beneran kesel banget!


sialnya lagi, keyra dan bryan berada dalam satu ruang ujian. sedangkan ia berada di ruangan yang ada dava dan viko. ngeselin kan! anjayy emang!


ujian di hari pertama, cukup menegangkan, hampir semua siswa anteng dengan soal masing masing. ada beberapa anak yang memang nggak pernah persiapan, mengganggu anak lainnya. tqpi itu tak berlaku untuk keyra dan bryan. dua anak itu keluar barengan.


bryan memperlakukan keyra dengan sangat manis, membuat teman sekelasnya yakin jika keduanya mempunyai hubungan khusus.


"mie ayam, bakso, atau soto? " tawar bryan saat mereka sampai di kantin sekolah.

__ADS_1


keyra menaruh tas dipangkuan, diam, memilih menu makanan yang ingin ia nikmati.


"roti aja yan"


"ok yaang" jawab bryan cepat. dan dengan cepat ia pergi memesan makanan.


keyra geleng kepala, merasa risih juga, karena beberapa anak menatap nya aneh. memilih membuka tas, dan mengambil buku.


tak begitu lama, bryan kembali. membawakan sebungkus roti dan dua gelas es jeruk untuknya dan keyra. disusul viko dan dava yang masuk, langsung nimbrung di meja yang bryan dan keyra duduki. tangan penuh dosa viko nyerobot es jeruk bagian keyra, langsung meminumnya separuh. membuat bryan melotot tak terima.


meninju lengan viko cukup kencang, membuat cowok bermata sipit itu meringis kesakitan.


"yealaa, minta dikit, taii! " kesal viko sambil mengelus lengan bekas tinjuan bryan.


"masalahnya, itu jatah cewek gue, ashu! "


keyra geleng kepala, sedikit tertawa karena perseteruan mereka malah terlihat lucu.


viko nyengir, menyodorkan minum sisanya.


"sorry ya key, gue nggak tau kalo ini minuman dari si taii. eh, maksud gue dari si narsis. eh, salah lagi, si bryan"


kembali tangan bryan mentonyor kepala viko.


"nggak usah sok imut! "


viko mengelus kepala,


"astaga, gue itu emang imut dari dulu. kalo aja lu guy, pasti lo udah jatuh cinta sama gue"


"uweek, vik, jijik gue. hiihh! " bryan bergidik ngeri.

__ADS_1


tak menanggapi, keyra dan dava hanya terkekeh melihat kedua temannya yang adu mulut.


"ummm, elvanno mana? bukannya kalian satu ruangan sama elvanno ya? " tanya keyra yang memang dari tadi menunggu kedatangan suami.


"masih di dalam" jawab dava singkat.


"tumbenan dia baca soal" viko menimpali.


dava ngangguk.


"iya, tumben banget dia fokus nggak tolah toleh"


bryan tertawa mendengar cerita temannya.


"ada apa ya, kok dia mau baca soal? "


"loh, soalnya kan emang harus dibaca" sahut keyra.


viko kembali meminum minuman keyra tadi, lalu menggeleng,


"enggak juga, disana kan udah ada pilihan jawabannya. ngebaca itu nggak penting.yang terpenting, lembar jawabannya terisi penuh"


cukup terkejut mendengar pernyataan viko, sementara dava ngangguk, membenarkan, malah tos tangan sama viko. bryan terkekeh melihat kedua temannya pro banget, dan udah pasti mereka asal jawab.


"udah biasa key"


entah jawaban yang elvanno isi benar atau akan banyak yang salah. yang terpenting, ia sudah berusaha memaksa otak untuk berfikir. walau emang kenyataan otaknya itu cukup dangkal. apa pun hasilnya, itu murni dari otaknya sendiri. keluar paling terakhir, bahkan ia keluar saat bel tanda waktu habis berbunyi.


meraih tas nya diloker, kening nya berkerut saat melihat ada spam wa dari devi.


_**Happy Reading😘_

__ADS_1


Jangan lupa like and votešŸ–¤**


__ADS_2