Takdir Cinta Keyra

Takdir Cinta Keyra
Part 110


__ADS_3

merasa diperhatikan, elvanno mengangkat kepala, balas menatap keyra yang kini mengalihkan pandangan. menunduk, memilin ujung kaos.


"keknya pak adi sama bik sari pulang malam banget. lo berani nggak dirumah sendirian? "


keyra menoleh, menatap elvanno sebentar, lalu geleng kepala.


" kalo enggak mati listrik, aku berani. tapi kalo gelap, aku takut. "


"yaudah, gue temenin"


ada yang terasa sejuk di dalam hati, seperti tersiram air pegunungan. tapi bukan li miniril.


"lo ada lilin nggak? "


keyra diam sebentar.


"ada kek nya"


segera beranjak, jongkok di depan meja tv. membuka laci meja, sibuk mencari keberadaan lilin disana. elvanno ikut berdiri, menanti keyra yang memeriksa laci laci.


"habis lilinya. ummm.. aku beli ke warung dulu aja, ya" pamitnya ke elvanno.


tangannya dicekal,


"nggak usah pakai lilin. mungkin sebentar lagi listriknya bakal nyala. "


keyra mengerjap, mendongak, menatap wajah tamvan suami yang tepat ada diatasnya. tak kuat terlalu lama beradu tatap, keyra menunduk, mengalihkan pandangan.


elvanno juga diam, menahan keinginan untuk memeluk istri tercinta. akhirnya memilih melepaskan cekalan ditangan. membiarkan keyra berjalan ke arah sofa, lalu duduk disana. dia sendiri membuang nafas panjang, mengatur degup jantung yang terasa lompat. mengekor, ikut mendudukkan pantat di dekat keyra, sedikit ada selang.


keduanya saling diam, diam untuk beberapa menit. hingga keduanya merasa canggung, sama sama salah tingkah, melirik malu malu, lalu menunduk menyembunyikan senyum yang.... entah.


"lo... udah lebih baik? " akhirnya memilih ngomong lebih dulu.


"baik, kok" jawab keyra tanpa menatap suami.


elvanno ngangguk, lalu menyandarkan kepala ke sandaran belakang. suasana kembali hening, semakin gelap karena matahari sudah tak lagi terlihat. padahal jendela kaca udah nggak ditutup agar cahaya dari luar bisa masuk. tapi karna jam udah ada diangka enam lebih beberapa menit, jadi semua semakin gelap.


elvanno merogoh ponsel dari saku hoddie.


"cckk, batre gue lowbet. lo nggak nyalain senter hp? " melirik keyra yang diam disebelahnya.


"iya, aku ambil dulu hp nya" keyra beranjak dari duduk. melangkah menuju kamarnya.


"aaa! "


mendengar teriakan istrinya, elvanno bangkit dengan cepat. berlari masuk ke kamar yang samar samar masih terlihat. cukup terkejut saat keyra memeluknya erat. menyembunyikan wajah di dadaanya.


"key, lo kenapa? " tanyanya yang masih terkejut, tapi membalas pelukan itu, bahkan memeluk istrinya sangat erat.

__ADS_1


"aku takut, tadi ada suara aneh" jawab keyra di dalam pelukan.


elvanno mengedarkan pandangan. benar benar gelap. bahkan ia tak bisa melihat apa aja isi kamar keyra.


sadar dengan pelukan, sudut bibirnya melengkung keatas, menciptakan sebuah senyuman manis. tangannya kembali bergerak, mengelus rambut yang diikat kuda itu.


"udah, jangan takut. ada gue disini" bisiknya lembut, merem, menikmati pelukan yang begitu ia rindukan. bisa ia rasakan detak jantung keyra yang sangat cepat, sama seperti miliknya.


keyra tak membalas kata kata elvanno. tetap diam tak bergerak, kedua tangan melingkar dipunggung dengan erat. dia benar benar ketakutan.


beberapa menit berlalu, setelah merasa detak jantung keyra sedikit membaik, dan dia sendiri udah puas meluk keyra, elvanno mengurai pelukan. merogoh ponsel yang batrenya sisa lima belas persen. menyalakan senter.


"dimana hp lo? "


keyra berbalik, membelakangi elvanno.


"ada diatas meja" menuding kearah meja yang tak jauh dari tempatnya berdiri.


elvanno mengarahkan senter kesana, membiarkan keyra mengambil ponsel, lalu menyalakan senternya. terlihat keyra menghela nafas lega, karena akhirnya ada cahaya uang membuat kamarnya tak gelap.


"gue mau pipis dulu ya, key. dimana kamar mandi? "


keyra manyun, karna artinya, dia harua ditinggal sendirian.


"kamar mandi ada diluar, dekat dapur"


"izroil! " teriaknya. menutup mulut yang tetiba menyebutkan nama panggilan itu. kedua mata melotot, menggigit bibir bawah. untung gelap, jadi nggak keliatan wajah merahnya.


elvanno mengulas senyum, bahagia banget dengar keyra memanggil dengan panggilan itu lagi.


"kenapa? "


keyra menahan untuk tak tersenyum, sampai kedua pipi terasa panas.


"jangan lama lama. aku takut"


ada yang bersorak di dalam dadaa, elvanno ngangguk dengan senyum lebar.


"iya"


melihat elvanno keluar, keyra membuang nafas panjang, menepuk dadaa berkali kali dengan tawa kegirangan. menutup wajah dengan bantal, tertawa ngakak disana.


"yaampun, aku tadi dipeluk dia. aaaa... pengen lagi.. izroil wangi banget."


mendengar langkah kaki yang mendekat, cepat ia meletakkan bantal kepangkuan. menatap kearah pintu, dimana elvanno mulai terlihat masuk, lalu mendekati keyra yang duduk di tepi tempat tidur.


berdiri, menatap sekeliling, setelahnya duduk di samping keyra. sama sama diam, tak mengatakan apapun.


"key"

__ADS_1


"iz--"


keduanya mengucap bersamaan, lalu tersenyum malu malu. menatap kelain arah dengan masih tersenyum. detik kemudian, mereka kembali saling lirik, lalu tersenyum kecil.


"key"


tak menjawab, hanya menoleh menatap wajah tamvan suami.


"lama banget kita nggak pernah kek gini. lo... nggak kangen sama gue? "


"dih pertanyaan retoris. ya jelas kangen dong" bathin keyra.


tapi memilih menatap lurus kedepan, meremas bantal yang dipangkuan.


"kenapa nanya begitu? "


"ya... kali aja kan, lo nggak kangen sama gue. secara ya, chat gue selama enam bulan ini nggak pernah lo bales. lo cuekin abis. " curhat elvanno, yang sebenarnya cuma pengen keyra mengakui perasaannya.


keyra akhirnya manyun, nggak lagi natap elvanno.


"aku dulu kan.. aku pengen jauhin kamu. aku nggak mau lagi deket sama kamu. takut digangguin sama orang jahat lagi"


elvanno sedikit beringsut, menatap kearah keyra.


" itu kan bukan mau aku key. aku juga mau itu terjadi. sekarang om andra udah dipenjara, devi juga udah diatasi sama kak tristan. nggak akan ada lagi yang jahatin kamu" berusaha meyakinkan.


keyra menunduk, tangannya masih meremas bantal.


"iya, aku tau kok"


elvanno meraih tangan yang dari tadi meremas bantal. menggenggamnya, membuat keyra menatap kearah nya dengan sangat tegang.


"key, aku cinta sama kamu. aku sayang sama kamu. jadi... please, tetap jadi istri aku ya" pintanya dengan serius.


keyra mengerjap lucu, sangat terkejut mendengar ungkapan ini. hatinya seneng banget, tapi... dia nggak nyangka jika akhirnya akan kembali lagi sama elvanno.


"kamu mau kan? mau kan, hidup berdua sama aku lagi? kita hadapi semuanya barengan. jangan lagi tinggalin aku" elvanno menggeleng.


"kamu tau, hidupku tanpa kamu itu... kek tanaman dimusim kemarau. kek mau mati, tapi enggak mati. dan itu nyiksa banget, key"


keyra menggigit bibir bawah, nggak tega banget liat mata elvanno yang berkaca. cepat ia berhambur, mengalungkan kedua tangan ke leher elvanno. memeluk cowok imut itu erat.


"aku juga butuh kamu, izroil" bisiknya dibelakang.


kembali bibir elvanno mengulas senyum, melingkarkan tangan ke punggung keyra, erat. sangat bahagia, karna perjuangannya selama ini nggak sia sia.


-Happy Reading😘-


Jangan lupa like and votešŸ–¤

__ADS_1


__ADS_2