Takdir Cinta Keyra

Takdir Cinta Keyra
Part 57


__ADS_3

dari jarak yang tak begitu jauh, mobil warna putih mengintai kekacauan di pinggir jalan itu. tiga wanita yang tak lain adalah devi, acha dan ezhi, tos penuh kepuasan. mereka tertawa melihat keyra yang diseret, menangis bahkan berteriak. namun sayang, ditempat itu sangat sepi, jadi tak ada yang menolongnya.


"keliatan dia masih perawan, ron" ujar preman itu pada salah satu temannya.


preman yang bernama roni itu menyeringai, makin mengeratkan cekalan di pergelangan keyra.


"kita ewe dia di ruko aja. lo bawa mobil ini"


"wuuah, nggak sabar" lelaki brengsek itu langsung masuk ke kursi kemudi.


"hiks...lepasin! tolong! " teriak keyra lagi dengan isak tangis.


"diam lo! brengsekk! lo teriak sampai tenggorokan lo putus, nggak akan ada yang nolong! masuuk! "


"aaaa! " keyra terjatuh di kursi belakang. dia dipaksa masuk oleh roni. berusaha untuk bangun, mendorong pintu yang akan ditutup roni.


suara moge yang cukup melekat di kepala keyra membuat nya sedikit berbinar dan mempunyai keberanian.


tangan yang adu dorong dengan keyra itu sedikit melemah. roni fokus menatap moge merah yang mengarah mendekat. teman nya yang sudah duduk di kursi kemudi itu keluar. berkacak pinggang menatap dua anak yang masih nangkring diatas motor.


elvanno mematikan mesin motor. melepas helm, begitu juga bryan, dia turun dari boncengan, menenteng helm dengan sangat erat.


"anjiing! ternyata sopir gadungan! " ucap bryan dengan mencibir.


roni tertawa kecil, tentu meremehkan kedua lawannya yang masih bocah.


"kalian mending pergi deh. gue nggak tanggung tanggung, bisa aja bunuh kalian disini"

__ADS_1


elvanno mencibir, melipat kedua tangan di depan dadaa. wajahnya terlihat begitu santai, walau asli nya sangat gusar. menoleh, menatap bryan yang juga menatapnya.


"mending telpon aja"


tak mengatakan apa pun, bryan menjawabnya melalui kedua alis yang terangkat. merogoh ponsel dari saku celana, memencet beberapa nomor, lalu menempelkan di telinga.


"hallo, kantor polisi"


kata kata yang membuat roni dan kedua temannya jadi gelagapan. seberani nya mereka, mereka juga tidak mau kalo harus berurusan dengan polisi. karena itu sangat ribet.


"jalan aklasia ada keributan. tiga orang preman yang beraksi menculik gadis SMA. modusnya nyamar jadi supir taxi"


bryan menyeringai setelah menutup telpon. bahkan tersenyum manis, memperlihatkan gigi gingsulnya.


melangkah maju, sama hal nya elvanno.


"mari, adu jotos. sebelum para polisi pembela kebenaran itu melerai perkelahian kita"


"bajiingan! anjiing! beraninya kalian lapor polisi! brengseekk! "


"yook cabut! " interupsi roni pada kedua temannya.


roni dan satu temannya segera naik motor, membleyer cukup keras sebelum akhirnya melesat meninggalkan tempat itu. sedangkan satu temannya yang menyamar jadi sopir taxi, segera masuk ke kursi kemudi, lalu membawa mobil nya pergi dengan cepat.


keyra yang memang sudah berdiri diluar mobil segera berlari ke arah elvanno. tanpa malu, ia berhambur masuk ke dalam pelukan cowok imut itu. padahal yang sejak tadi rentangin tangan, bryan. bukan elvanno.


"izroil, aku takut. hiikss.... "lirih keyra dengan kembali menangis di dadaa elvanno.

__ADS_1


elvanno merem, membalas pelukan keyra dengan erat. menciumi puncak kepala istrinya.


"ada gue key. elo aman"


bryan mengalihkan pandangan, memilih diam memahami semua ini. ada yang terasa seperti dicubit di dalam dadaa melihat keyra yang memang dekat sama dia malah berpelukan dengan sahabatnya. memang ia udah mengira jika kedua anak ini benar ada hubungan. tapi, selalu ia mencoba menepis semua pikiran yang tiba tiba muncul. dan kini... ia mulai memikirkan jawaban elvanno kala itu.


"aargggh! brengseekk! "


dari jarak yang agak jauh, devi mulai mengumpat. ia meradang melihat ketiga preman yang udah ia sewa itu melenggang pergi begitu saja. bahkan belum sempat adu jotos menyelesaikan misi. padahal uang udah dibayar penuh. sialan memang!


"cabut vi. jangan sampai polisi juga curigai kita"seru acha yang duduk di kursi belakang.


"biar gue aja yang bawa mobil nya. bahaya kalo lo lagi emosi gini. gue nggak mau mati konyol" ucap ezhi, menyuruh devi pindah tempat.


menit kemudian, mobil putih itu melesat meninggalkan area yang udah mereka pilih sebagai tempat kekacauan.


elvanno melepaskan pelukan setelah keyra tenang. dengan sangat mesra kedua tangan itu mengusap pipi keyra yang basah. menyingkirkan rambut yang berantakan ke belakang telinga, lalu mengecup kening keyra dengan penuh sayang.


"kita pulang ya" ajaknya.


keyra ngangguk.


"aku pulang sama kamu aja. aku nggak mau naik taxi lagi" pintanya dengan suara tercekat.


"iya, lo pulang bareng gue" mengelus kepala keyra, kembali memeluk gadisnya. kini ia merasa sakit melihat tangis keyra. menatap bryan yang membelakangi mereka.


"yan, lo balik naik ojol aja ya"

__ADS_1


_**Happy Reading😘_


Jangan lupa like and votešŸ–¤**


__ADS_2