
"eegghh.... "
keyra mengerjap pelan, kepala nya masih berdenyut walaupun tak sesakit sebelum ia tertidur. ia memegangi kepala dan mulai merentangkan tangan. matanya melotot saat tangan nya yang mengenggam tangan seseorang yang tentunya lebih besar dari tangannya.
seorang cowo tampan dan imut tengah tertidur dengan kepala bersandar di tepi ranjang. dia duduk di lantai dengan satu tangannya di pegang oleh keyra.
"izroil. . " lirih keyra bahkan hampir tak terdengar
"jadi.. aku bobok sambil megang tangan kamu? "
keyra beringsut, melepaskan genggaman tangannya. duduk menatap wajah lelap nya elvanno.
kasihan, karena ia harus tidur sambil duduk dilantai, pasti kepala nya bakalan pegal..
tapi mengingat kelakuan nya tadi, rasa kasihan itu menghilang. berubah jadi rasa kesal dengan bibir nya yang manyun. lalu mendengus kasar.
"bisa bisa nya kamu engga percaya sama aku. padahal aku udah mulai percaya sama kamu. aku percaya kamu bakal lindungi aku. bikin aku nyaman. tapi.. kamu bohong. kamu lebih percaya devi yang berstatus sebagai pacar kamu itu" gumam keyra dalam hati.
mengusap mata yang mulai berlinang, ia beranjak dari atas kasur menuju kamar mandi. sekitar lima belas menit keyra keluar, ia telah selesai mandi dan mengganti bajunya. engga nyaman juga makai baju yang telah berkeringat.
matanya tertuju pada elvanno yang masih berada di tempat semula. bahkan posisi tidur suaminya tidak berubah. dengan tangan yang sibuk mengeringkan rambutnya, ia mendekati suami nya. duduk tepat disebelah kepala suaminya.
"izroil, bangun.. " ucapnya pelan. lalu menepuk pipi putih itu beberapa kali. hingga elvanno benar benar beringsut.
ia menggerakkan kepala nya, tentunya pegal. matanya menyipit, menatap keyra yang berada tak jauh dari dirinya.
"udah baikan key? " tanya nya penuh perhatian. beranjak dari duduk nya, dan pindah di samping keyra.
keyra beringsut, menjaga jarak.
"udah, kamu keluar sana" jawabnya ketus tanpa menatap elvanno sedikit pun.
keyra hendak beranjak meninggalkan elvanno, namun tangan nya ditahan.
"key.. "
keyra mendengus dengan kasar, menatap tangannya di genggam oleh elvanno.
"maafin gue, maaf.. " ucapnya penuh penyesalan.
keyra melemas, kembali mata itu berkaca kaca. genggaman tangan elvanno membuatnya terasa begitu nyaman. tadi.. tidurnya begitu nyaman. bertemu dengan ayah dan berada dalam pelukan ayahnya. ternyata itu mimpi. tak menyangka jika tadi adalah tangannya elvanno. bagaimana bisa mereka memiliki kenyamanan yang sama untuk keyra?
satu tangan keyra mulai mengusap air matanya.
"aku sudah maafin kamu" menarik tangannya, lalu berjalan menuju pintu balkon. membuka pintu kaca itu dan keluar.
elvanno mengikuti langkah istrinya, diam menatap istrinya yang bertumpu pada pagar besi dengan kedua tangannya. tatapan nya menerawang ke atas langit yang masih cerah.
"key.. lo mau jalan jalan? " tawarnya.
__ADS_1
keyra hanya menggeleng, tanpa mengatakan apapun.
elvanno ikut berdiri disamping keyra, menatap lurus kedepan sana.
"pengen makan apaan gitu? biar gue cariin"
kembali kepala itu menggeleng, membuat elvanno semakin tidak mengerti.
"nonton film mau nggak?? kita bisa download film yang elo sukai" bujuknya lagi.
cepat kepala itu menggeleng lagi. lalu beranjak dari sana. elvanno kembali mencekal tangannya keyra.
"key.. katanya udah maafin. kenapa masih marah? " tanyanya pelan dengan sangat mengiba
keyra menghela nafas, mengibaskan tangannya hingga terlepas, lalu berjalan masuk ke dalam kamar. ia menutup pintu kaca dan gorden agar tak terlihat dari luar.
keyra naik ke atas tempat tidur, duduk bersandar pada papan ranjang dengan pandangan yang menerawang.
hanya diam, dalam hatinya masih merasakan kecewa. membuat ia meremas kaos bagian dada, lalu terisak kecil.
"ayah.. keyra kangen... hikss... " lirihnya disela isakan.
kling!
sebuah notifikasi wa masuk. membuat keyra menatap ponsel yang terletak di atas meja. ponsel dengan bersoftcase biru itu berkedip. dengan masih menangis, keyra meraih ponsel, mengusap layarnya hingga terbuka.
kembali keyra terisak, ingin sekali ia memukuli kepala elvanno saat itu juga.
"aku marah bukan kamu pergi izroil! aku marah karena kamu engga percaya sama aku ! kenapa kamu oon banget sih! hiks.. hikss... dasar, izroil ngeselin! aku kesel sama kamu! aku kesel! hikss.. hikss.. " memukul guling yang ada di dekatnya.
kling!
{key, kenapa engga dibales? }
membaca pesan dari bryan. kening keyra berkerut.
"padahal engga ada pesan apapun, kenapa bryan nanya balesan" pikirnya.
{kapan kqmu kirin, pesqn} send bryan.
{tadi aku kan kirim banyak chat, masa engga ada? } from bryan
{ngqk ada apq apq , yan} send bryan
keyra mengusap sisa sisa air mata, berbalasan pesan dengan bryan membuatnya sedikit terhibur.
{udah pasti dihapus sama tangan demit! } from bryan
{jadi pacar gue ya key. pliss.. (emot memohon dengan kedua tangan saling bertaut) }
__ADS_1
{gue udah suka sama lo sejak lama, sejak pertama kali lo masuk ke kelas}
{mau ya... }
{gue pastiin lo bahagia, nyaman, dan gue bakal lindungi elo}
keyra manyun, masih diam memandangi chat roomnya dengan bryan. bingung juga mau balas gimana. dia sendiri engga ada rasa apapun sama bryan.
{maaf yan.. aku nggak suka sama kamu}
kembali menatap yang sudah ditulis. berfikir lama, membacanya berulang ulang.
"aduuh.. kasihan bryan ya kalo aku jawab jujur begini. dia pasti bakalan sakit hati dong" mempautkan bibir. kembali tangannya menekan layar, menghapus apa yang telah ia tulis.
"key.. "
keyra menatap ke arah pintu. keyra berdiri disana dengan membawakan segelas teh hangat. melempar senyum, dan melangkah masuk ke dalam kamar.
"yaampun ma, aku ngerepotin banget" ucap keyra dengan tak nyaman. menaruh ponsel diatas meja, dan sedikit beringsut mendekati mama yang duduk di tepi ranjang.
"apanya yang repot sih, enggak lah sayang" menaruh teh itu diatas meja. tangannya terulur menyentuh kening keyra dengan punggung tangan.
"udah enggak panas lagi kok ma" jawab keyra dengan sedikit senyum.
"syukurlah.nih, minum teh angetnya biar cepat pulih" meraih gelas, dan menyodorkan nya pada keyra.
keyra meraih gelas itu dan meminum nya sedikit.
"kalo kita berangkat ke pantai sekarang, kamu kuat nggak? kebetulan papa ambil cuti senin selasa.jadi bisa nemenin kalian liburan buat hari tenang sebelum ujian"
mendengar kata liburan membuat mata keyra berbinar. lalu ngangguk dengan senyum kesenangan.
"iya ma, aku siap, ini udah sembuh kok"
mama mengelus pundak keyra.
"key" panggilnya tertahan.
keyra menatap wanita yang seumuran dengan ibu nya, hanya saja mama terlihat lebih cantik. wajahnya sangat terawat. di tambah pakaian yang selalu bagus. sangat beda dengan pakaian yang biasa dipakai ibunya.
"kenapa ma? "
"umm... apa kamu menyukai elvanno? "
mendapat pertanyaan langsung diucapkan dari mama mertua, keyra diam. bingung mau jawab gimana. dia sendiri nggak tau apa yang dirasain. menunduk, menelan ludah dengan sedikit kesusahan.
_**Happy Reading😘_
Jangan lupa tinggalkan like and vote nya ya guys🖤**
__ADS_1