
awalnya memang sangat nervous, gugup, sampai keringat dinginnya keluar terus. tapi melihat bagaimana tanggapan semua teman teman padanya, keyra sedikit merasa tenang. berusaha meyakinkan diri sendiri untuk lebih percaya diri lagi.
"astaga key, sumpah, kamu beda banget sama yang dulu"
"diih, iri deh. cantik banget kamu sekarang"
"sekarang kamu keliatan modis banget"
tania, vera, dan mawar nyamperin keyra saat guru sudah pergi dari kelas. mereka bertiga menatap kagum ke keyra yang kini memaksa untuk tersenyum dan membuang rasa malu serta takut yang selalu dengan tiba tiba muncul sendiri.
"heh, biasa ajalah liat keyra nya. kalian liat nya kek liat mama dede" sembur killa yang duduk satu meja sama keyra. tangannya menyapu wajah vera dengan kekehan kecil.
keyra menoleh, sedikit melotot.
"diih, masa nyamain aku sama mama dede sih kil"
mawar gantian menyapu wajah killa.
"iya noh. si keyra lebih kinyis. mata kamu katarak, kil"
killa tergelak, sampai menutup mulut yang tertawa dengan kata katanya sendiri.
"iya, iya deh, sorry. adduuh perut ku sampai kram karna ketawa"
"eh, kalian lagi nggak kembar kek buah pinang dong" tania menuding killa dan keyra yang memang sama sama mungil.
__ADS_1
killa mendekik.
"tau, pasti mau ngeledekin aku" memanyunkan bibir ke tania.
dan mereka semua tertawa oleh gurauan recehnya. disaat becanda seperti ini, keyra bisa ikut tertawa, melupakan semua ketakutan dan traumanya dulu.
sementara di pojok kelas, tepatnya di meja belakang, ilham mengarahkan ponsel ke arah keyra. mencuri foto gadis mungil yang memang kali ini jauh berbeda itu. tersenyum, tanpa ragu dia mengirim hasil jepretan nya ke nomor ansel yang kebetulan nggak masuk beberapa hari ini.
"eh, key, ceritain dong. hidup di jakarta kek apa? " tania kepo dengan mata binarnya.
"diih, mupeng kamu, tan " killa mentoyor kepala tania.
"iya lho. padahal disini juga nggak pedesaan. pasti juga mirip mirip disini lah. iya kan, key? " sahut mawar.
keyra masih tersenyum, mengeluarkan buku tulis yang baru.
vera mendekik,
"masa sih key? tapi kata ponakan ku itu, disana hidupnya enak banget. tiap hari dia fun mulu"
tania ngangguk,
"iya lho. aku aja pengen banget hidup di jakarta. malah rencananya, abis lulus ini, aku mau ambil kuliah di jakarta"
keyra masih tersenyum kalem.
__ADS_1
"nasib setiap orang kan beda beda"
mawar sedikit mendekat.
"orang tua angkat kamu... galak ya key? " tanya nya pelan.
"eh, iya, katanya kamu kan diangkat anak sama orang kaya, key. mereka galak ya, sampai kamu nggak betah tinggal di jakarta? " tania ikut penasaran.
vera dan killa juga menatapnya serius, membuat keyra menghela nafas sedikit panjang. lalu geleng kepala.
"enggak kok, mereka itu baik. baik banget malah. aku nggak pernah dibiarin ngelakuin pekerjaan apa pun di rumah. sehari aja, aku dikasih uang jajan dua ratus ribu. padahal kalian tau sendiri kan, kalo disini dulu, aku nggak mesti jajan. dah gitu, tiap minggu diajakin mama belanja ke mall, ke salon, belum ke caffe dan tempat tempat lain. "
keyra menceritakan kedekatan nya dulu sama rika. nggak kerasa, kedua mata berembun mengingat wanita yang berstatus mama mertua. ya, mereka memang baik, dan sudah melekat di hati keyra. membuatnya rindu ingin bertemu dan kembali mengulang kedekatan.
keyra mengusap embun yang hampir menetes, membuat killa mengelus lengannya.
"kek nya kamu dekat banget ya sama mama angkatmu" ucap killa yang masih mengelus lengan keyra.
"jadi pengen deh diangkat anak sama orang kaya" celetuk mawar.
vera langsung mentonyor kepala mawar.
"hidupmu lebih beruntung, war. bapak sama ibuk kamu sehat wal'afiat lho. "
"eh, bentar deh, kata si ansel, kamu punya saudara lelaki di jakarta key? gini maksudku, anaknya orang tua angkatmu ini, dia punya anak cowok" terang killa menjelaskan yang ditanyakan.
__ADS_1
-Happy Readingš-
Jangan lupa like and voteš¤