
"kalian berdua, jaga diluar pintu. yang lain... perketat penjagaan. saya nggak mau film kali ini terganggu. " terdengar santai, tapi mereka semua ngangguk dan patuh dengan cepat. mr. revan kembali menatap keyra yang memang cantik.
"bawa dia masuk"
keyra kembali memberontak saat dipaksa masuk ke dalam sebuah ruangan yang ia tahu adalah tempat pembuatan film pornoo. hingga ia harus diseret oleh dua pria yang mencekal tangannya.
ruangan yang keseluruhannya serba hitam, bahkan lampu hanya terpancar di sebuah tempat yang dikhususkan untuk melakukan adegan.
air mata keyra kembali menetes saat menatap ada beberapa pria di dalam ruangan itu.
membayangkan jika mereka semua akan menidurinya rame rame, itu sudah cukup membuatnya mati tanpa berdarah. kedua tangan keyra mengepal erat, kuku kukunya sampai memutih seking kencangnya kepalan. keyra menahan rasa sakit dan detak jantung yang semakin tak bisa ia kendalikan.
"duduk! " perintah orang yang sejak datang udah menyeret keyra. karena keyra tak juga duduk, bahkan tetap menangis, pria itu mendudukkan nya dengan paksa. lalu berjalan meninggalkan keyra yang masih duduk dibawah pancaran beberapa lampu sorot.
mr. revan menduduki kursi kebanggaannya, menatap dua lelaki yang sudah bekerja kontrak dengannya sejak lama.
"kalian siap? "
kedua cowok yang memakai kemeja itu bertatapan. lalu tersenyum dengan anggukan.
"udah tau kan, apa tema kali ini? " kembali mr. revan melontarkan pertanyaan.
cowok berkemeja putih ngangguk dengan senyum menyeringai.
"udah hafal sama adegannya"
cowok yang satu terkekeh kecil.
"apalagi itu masih bocah boss. gampang lah. paling lobang nya cuma segini" menunjukkan jari kelingkingnya.
mr. revan tersenyum tipis, menyilakan kaki di kaki satunya.
"bagus. yasudah. mulai sana"
__ADS_1
"siyapp boss"
keduanya berjalan mendekati keyra, dimana gadis mungil itu masih tetap menangis dengan menunduk. senyum mr. revan makin lebar. terlebih melihat ekspresi keyra yang ketakutan.
"takut yang alami. dan ini yang buat bayarannya mahal" serunya penuh kepuasan.
#####
di luar sana, elvanno kembali meninju angin saat melihat gerbang seng tertutup rapat. membuatnya tak bisa melihat lebih dalam lagi.
"mas, saya pergi ya" seru si bapak yang tentu takut melihat keadaan di depan sana.
elvanno ngangguk, mengeluarkan dompet, menyerahkan uang berwarna merah ke pak ojol.
"nih, kalo motor baru lo rusak, sekalian buat benerinnya"
dengan sopan si bapak menolak,
elvanno ngangguk,
"ya, makasih"
"saran mas, jangan masuk ke sana sendirian. di dalam sana kelihatannya ada banyak orang. mending telpon polisi, minta bantuan"
elvanno nagngguk lagi,
"iya, makasih"
pelan, si pak ojol menuntun motor meninggalkan pabrik beras itu. melihat si bapak pergi, elvanno celingukan menatap ke sekitar pabrik, dan ternyata memang sepi tak ada satu orang pun disana. dan hanya ada dirinya sendiri yang kini mengintai dari jarak lumayan jauh.
ia merogoh ponselnya, mencari nomor viko. lalu melakukan panggilan telpon. beberapa menit, telpon tak ada tanggapan, sampai ia kembali mengulangi melakukan panggilan.
"hallo van" seru viko diseberang sana.
__ADS_1
"vik, gue ada di pabrik beras dipinggiran kota"
"iya, kita dah lihat posisi lo"
"van, jangan gegabah. lo tetap disana, tungguin kita masuk" dengan cepat ponsel viko direbut oleh tristan.
elvanno menyentak nafas kasar, menekan ujung mata untuk mengalihkan kepedihan.
"nggak tega baget liat keyra, kak"
"kita udah otewe kesitu. ada polisi juga dan beberapa anak buah papa. lo harus sabar, ini bahaya"
"yaudah cepet. gue nggak mau keyra kenapa napa"
telpon berakhir, elvanno menatap ponsel, masuk ke menu galery. menatap foto keyra yang tertidur lelap diatas meja. kini air mata benar benar menetes membasahi pipi putihnya. mengingat hari hari disaat mereka bersama, wajah ceria keyra, tapi lebih banyak manyun dan marah marah.
"key, maafin aku. aku udah buat kamu melewati masa menderita ini. aku janji, sayang.... aku janji pasti aku akan selamatin kamu. kita akan bersama lagi. " elvanno memeluk ponselnya. duduk diatas batu besar menanti kedatangan bantuan dari tristan.
waktu terus berjalan, lima belas menit terlewati, namun tak juga ada tanda tanda jika tristan dan bala bantuan datang. itu semakin membuat elvanno tak tenang. ia tak ingin terlambat menyelamatkan istrinya.
nekat, elvanno keluar dari tempat persembunyian, berjalan mengendap mendekati pabrik yang keseluruhannya tertutup rapat oleh seng.
mencari celah yang bisa ia masuki, tapi semua begitu rapat. seakan semut saja tak bisa menelusup masuk. elvanno berjalan menuju samping, pelan ia memutari pabrik.
dan kalian tau, sepelan pelan nya elvanno, dia tetap di tamvan dengan otak seperempat. lupa jika ada beberapa cctv yang tentu ditaruh disetiap pojokan pabrik.
"cckk, ada anjiiing! " seru seseorang yang memang bertugas menjaga monitor cctv. cepat lelakibitu meraih HT. memutar ke beberapa angka.
"siapin senjata, ada makanan masuk dari pintu belakang! "
_**Happy Reading😘_
Author makin degdeg serrrr nih, berhasil nggak ya mereka nyelamatin keyra. 😟nanti bakalan ada adegan pembuhannya, penasaran kan? 🧐 tunggu terus dan jangan lupa like and vote🖤**
__ADS_1