
tiit.....
suara mesin lengkap dengan layar yang menunjukkan garis lurus itu terlihat sangat jelas. dokter kembali melakukan pompa jantung untuk yang kedua.
ada yang terasa perih, dan itu membuat tristan berhenti bernafas untuk sementara. kedua tangan mengepal menahan rasa yang kian tak karuan. berbalik, menyandarkan tubuh ke dinding, menutup wajah dengan kedua telapak tangan.
"aaggh.... mama... " kedua mata memanas.
tit.. tit.. tit..
mendengar bunyi mesin yang kembali membaik, kedua mata yang memanas itu terbuka lebar. menoleh, menatap yang di dalam sana, dimana mesin itu kembali menampilkan lingkungan garis garis, pertanda jika nafas mama telah normal lagi.
hufft.... hembusan nafas penuh kelegaan disertai bulir bening yang menetes itu menciptakan sebuah senyum manis.
"thanks god" lirihnya.
tristan segera merogoh ponsel disaku celana. menghubungi papa dan adiknya, memberi kabar terbaru ini.
##
elvanno melepaskan tautan bibir, menatap keyra yang masih merem dengan mulut sedikit terbuka. bibir bawah keyra memerah karena ulahnya.
mengelap bibir itu pelan.
"kenapa masih merem? mau lagi? " godanya.
pipi keyra memerah, melek lalu tersenyum penuh kebahagiaan. memukul dadaa elvanno pelan, berhambur memeluk suaminya.
"izroil, aku sayang kamu" bisiknya dalam dekapan.
elvanno tertawa kecil, mengelus kepala keyra, mendaratkan kecupan dipuncak kepala.
"sama"
__ADS_1
ddrrtt.... ddrrtt.....
ponsel elvanno yang ada disaku celana bergetar, menandakan jika ada panggilan telpon masuk. ia merenggangkan pelukan, merogoh ponselnya, keningnya berlipat saat melihat nama 'kak tristan' disana. menatap keyra yang ikut menatap layar ponsel, mengelus kepala istrinya dengan penuh cinta.
"hallo, kak" sapanya.
diam mendengarkan penuturan sang kakak. kedua mata melotot mendengar apa yang dikatakan tristan. namun detik kemudian dia membuang nafas penuh kelegaan.
"gue kesana sekarang"
telpon berakhir, elvanno membuang nafas kasar berkali kali. menatap keyra yang terlihat bingung, mengelus lengannya, menanti dia mengatakan sesuatu.
"kita kerumah sakit sekarang. mama kritis" tuturnya setelah sedikit tenang.
keyra terbelalak, tentu sangat terkejut.
"mama kritis?! " membeo, meyakinkan yang di dengar.
elvanno ngangguk, tangannya mengepal.
kini gadis mungil ini menutup mulut yang menganga lebar. dadaa naik turun, sesak mulai terasa menghimpit paru paru.
" izroil, bukannya kak tristan udah ngasih penjaga di depan ruangan mama? kenapa bisa sampai kecolongan? "
"dia juga kritis key. di serang sama tiga anak buahnya wati"
kini keyra menggeleng, tak menyangka jika keluarga suaminya akan mengalami hal seperti ini. menutup wajah dengan kedua tangan, seluruh tubuhnya juga merinding, sangat takut jika akan terjadi sesuatu yang lebih menakutkan lagi.
elvanno yang paham, meraih tubuh mungil itu. membenamkan kepelukan, mencium puncak kepala keyra lagi.
"kamu yang tenang ya. aku pasti akan jagain kamu setiap detik. kupastikan, para penjahat tak akan bisa lukai kamu".
keyra menarik nafas dalam, lalu membuangnya pelan. berusaha banget untuk tetap tenang dan nggak lagi mikirin kejadian yang dulu itu.
__ADS_1
beberapa menit berlalu, keyra sudah sedikit tenang. elvanno mengurai pelukan, membingkai wajah cantik istrinya, lalu mengecup bibir itu sekilas.
"kita ke rumah sakit sekarang ya, " ajaknya dengan suara lembut.
keyra ngangguk.
"aku juga pengen liat mama"
"yaudah ayok"
###
menit berlalu, motor hijau elvanno berhenti tepat diparkiran rumah sakit. segera menarik tangan keyra, keduanya berjalan sedikit berlari masuk ke karidor. celingukan, mencari keberadaan tristan yang tadi memberi informasi.
terlihat cowok dengan rambut dikuncir itu tengah berbicara dengan dua orang lelaki yang ada di depan ruang ICU. jadi, mama kembali masuk ke ruang ICU, karena keadaannya telah memburuk. bahkan, dia tadi sempat tak bernafas beberapa menit. beruntung tuhan masih memberinya kesempatan untuk kembali menghirup oksigen.
"masuk aja" suruh tristan yang udah tau arti tatapan adiknya.
tak menjawab, elvanno masuk dengan tangan yang masih bergandengan. mereka memakai pakaian hijau yang disediakan disana, lalu masuk melihat mamanya yang kini kembali tertidur dengan banyak alat medis dibagian tubuh. bunyi mesin dan bau obat memenuhi ruangan.
elvanno melepaskan genggaman tangannya pada keyra, berjalan mendekati ranjang mama. mengusap bahu wanita yang telah melahirkannya itu dengan mata mengembun. meraih tangan rika, lalu menggenggamnya, mencium punggung tangan mama. membiarkan bulir bening menetes, membasahi kedua pipi.
"ma, aku janji akan jadi lebih baik. aku janji nggak akan nakal dan bandel. asal mama sembuh ya" mencium punggung tangan mama lagi, menghirup nafas dalam.
"aku janji akan bahagiain keyra, seperti yang mama minta waktu itu. aku bakalan jagain keyra dan hidup menua sama dia. tapi mama haris sembuh ya" membawa tangan itu kedalam pelukan.
"aku nggak bisa tanpa mama, mama harus liat aku sukses ma"
"mama pasti sembuh. kita harus banyak doa buat mama" menenangkan elvanno, walau dalam hati sendiri dia sangat sedih. dia sendiri menangis, bahkan sampai terisak kecil. memilih berbalik, tak kuat melihat mama mertuanya seperti ini. menutup wajah dengan kedua telapak tangan, lalu menangis sepuasnya.
elvanno kembali menaruh tangan mama, menarik tangan keyra. memeluk gadis itu erat, merem dengan lelehan air mata yang semakin deras.
-Happy Readingš„°-
__ADS_1
Jangan lupa bantu like and voteš¤