
pukul 11.45 pm
jalanan sudah agak sepi, karena ini udah tengah malam, terlebih ini bukan malam weekend. bryan memisah dari viko dan dava, karena dia harus ngantar dara pulang lebih dulu. mengendarai motor dengan santai, sesekali melirik dara dari kaca spion, lalu tersenyum saat wajah yang ternyata imut itu tersenyum melihat sesuatu yang menurutnya lucu.
detik berlalu, mata bryan memicing saat menyadari ada mobil van yang mengikutinya dibelakang. tangannya memukul tangki motor dengan sangat kesal.
"bajingaann! "
segera ia membelokkan motor, melewati jalanan yang lumayan ramai. merogoh ponselnya yang ada disaku celana, mencari nomor viko dan melakukan panggilan telpon.
"hallo nyet" sapanya saat telpon sudah terhubung.
"cepat lo buntuti gue"
"kenapa? " sahut viko diseberang sana.
__ADS_1
"ada mobil yang buntutin. gps gue aktif"
tak peduli lagi apa jawaban viko, karena sudah pasti kedua temannya itu nggak akan biarin dia melawan bahaya sendiri. terlebih, posisinya yang kini mengajak dara.
sedikit menoleh, menatap dara yang kini juga menatapnya.
"dar, pegangan yang erat. gue mau ngebut"
mata dara sedikit terbelalak, menoleh, menatap mobil warna silver yang memang terlihat membuntutinya sejak beberapa meter lalu. tak menunggu lagi, dara pun melingkarkan kedua tangan ke perut bryan, menyandarkan kepala dipunggung cowok yang berhasil membuatnya jatuh hati.
menit berlalu, aksi kejar kejaran mereka sampai dititik jalan sepi. bryan sangat takut jika nanti akan ada mobil lain yang tetiba menghadangnya dari depan seperti kala itu. segera ia belok, masuk kedalam gang sempit yang hanya bisa dilewati oleh motor. tak bisa lagi nyebut, karena jalanan benar benar hanya muat untuk satu motor gede saja. dia masuk ke halaman mushalla kecil. mematikan mesin motor, menyuruh dara untuk turun lebih dulu. lalu mendorong motornya, menyembunyikan motor disamping mushola yang sedikit gelap. masuk kedalam, menarik karpet warna hijau lumut, menutup motor menggunakan karpet itu.
setelahnya, ia menarik tangan dara, mengajaknya masuk sambil menenteng sepatu mereka. celingukan mencari tempat sembunyi paling aman. matanya tertuju ke sebuah pintu yang terletak disamping tempat imam. tanpa pikir panjang, bryan segera membuka pintu yang kebetulan nggak dikunci. menarik tangan dara, lalu menutup pintu itu. mereka berdua jongkok disamping lemari buku yang sangat gelap dan pengap.
bryan meraih tubuh dara, membuat dara masuk ke dalam pelukannya. merem, mengelus rambut yang dikepang dua itu. bisa bryan rasakan dadaa dara yang berdetak cepat, ditambah nafas kasar yang terlihat ketakutan, sama seperti nafasnya.
__ADS_1
dara merem, menggigit bibir bawah sambil meremas lengan bryan. menyalurkan rasa takutnya. masih terngiang cerita keyra beberapa jam lalu tentang kejadian yang pernah menimpanya dengan bryan. sangat berharap, untuk kali ini Tuhan nggak berikan ujian yang sama padanya.
"tenang, dar, tenang. ada gue. gue bakalan jagain elo, gue bakal lindungi lo pake nyawa gue" bisik bryan, yang sayang nya tetap membuat dara ketakutan.
brakk!
setelah beberapa menit berlalu, suara pintu yang dibuka dengan kasar itu terdengar cukup nyaring. terlebih dalam keadaan malam gelap dan tak ada suara apapun selain itu. bryan merem dalam, makin mengeratkan pelukan, kedua tangan mulai mengepal.
"wooi, keluar! gue tau, kalian pasti ada disini! " suara lantang dari seorang lelaki diluar sana membuat kepalan tangan bryan makin erat.
ceklek!
-Happy Readingš-
Jangan lupa like and voteš¤
__ADS_1