Takdir Cinta Keyra

Takdir Cinta Keyra
Part 74


__ADS_3

"446699 itu kode apartement nya. lo buruan masuk sebelum cewek itu kepanasan" tristan menyerahkan sebungkus kondomm ketangan seorang satpam.


"pakai, biar aman"


satpam itu tersenyum,


"siyaap, boss"


keempat pria itu masuk ke dalam mobil biru milik tristan. dengan cepat dava membawa mobil meninggalkan apartement tempat sewa sehari itu.


"anjiing! " umpat elvanno dengan kesal.


jalanan di depan macet total karena ada sebuah kontainer yang menggelimpang. terlebih ada beberapa kendaraan yang menjadi korban tertimpa dan terserempet kontainer itu. ada beberapa yang luka dan dan dua korban lainnya meninggal di tempat kejadian. polisi masih menunggu alat berat yang datang untuk mengangkat kontainer itu.


"lo nggak cek kondisi jalan dulu dav? " viko yang duduk di kursi belakang ikutan komen setelah menatap keadaan luar melalui kaca mobil yang ia buka.


dava memainkan angin di dalam mulut.


"sorry, gue terlalu gugup dengar kata kata devi tadi, sampai lupa nggak cek kondisi jalan"


elvanno menatap jam di tangan kirinya.


"waktu kita nggak banyak, sisa setengah jam lagi"


"sabar bentar van. itu bentar lagi akan ada bantuan yang datang" tristan mencoba menenangkan, menepuk pundak adiknya dari belakang.


"binii gue dalam bahaya, babii!! lo enak ngomong sabar! bayangin aja, keyra ditoplesin, lalu dimainin kek koleksi ngaji kita itu! arrgghhh!! " elvanno meninju angin. sangat emosi.


"mending kita----"


"gue nggak bisa diam aja" nggak peduli tristan mau ngomong apa, cepat ia membuka pintu dan keluar dari dalam mobil.


"van! woii! elvanno! "


"ELVANNOOO! "


tak mengubris lagi teriakan teman teman dan kakaknya. menutup kepala pakai hoddie nya, berjalan dengan cepat melewati celah disetiap mobil dan motor. cepat elvanno merogoh ponsel dari saku celana, menulis alamat yang dibilang devi tadi. ia menggenggam ponsel, lalu berlari dengan sekuat tenaga.


#####


satu jam lebih keyra berada di dalam kamar mandi. mencari cara agar bisa terbebas, tapi cara apapun itu, sama sekali tak terlintas. mulai resah memikirkan nasibnya. kembali air mata membasahi pipi.


"izroil! kamu nyariin aku enggak sih? kenapa belum datang? aku kangen.. aku butuh kamu.. hiks... hiks.. " ia menyugar rambut yang basah.


"Ya Tuhan, aku mohon tolongin aku. aku nggak salah apa apa... hiks... aku harus gimana... "


tok! tok! tok!

__ADS_1


"wooii! keluar cepat! atau lo mau gue dobrak pintunya?! " teriak parji dari luar.


keyra mengusap matanya kasar. menarik nafas dalam, menghembuskannya pelan.


"izroil, kalo sampai kamu nggak datang, aku pasrah sama hidupku. kalo emang aku akan ditidurin sama mereka, aku janji. aku nggak akan pernah mau lagi ketemu sama kamu" menutup wajah dengan kedua telapak tangan, lagi lagi air mata menetes begitu saja.


keyra berusaha menguatkan hati, dia harus menghadapi semuanya. ia yakin, orang yang baik, nggak mungkin akan dijahatin sama Tuhan. Ya, begitulah kata ibu nya dulu.


berjalan pelan, berdiri di depan pintu dengan mulut komat kamit merapal doa. entah doa apa yang coba ia baca. tangannya mulai terulur, menarik handle pintu, membuat pintu kamar mandi itu terbuka lebar.


di dalam kamar, terlihat parji dan seorang wanita jadi jadian duduk di tepi ranjang.


si wanita jadi jadian itu beranjak, terlihat sangat terkejut melihat keyra yang mungil.


"saoloh, elu yang mau dijual? masih bocah euy! " komentarnya.


"iya, udah sono. dandani dia! " perintah parji, lalu pria itu melangkah keluar dari kamar.


"sini, sini" berjalan mendekati keyra, menarik tangannya, menuntunnya untuk duduk di kursi.


"lo diam aja ye. bakalan eike bikin lu cuaantiiqq"


kembali pipi keyra basah oleh air mata. keyra membiarkannya, menangis sesegukan. tak peduli tangisnya dilihat oleh orang lain, karna jujur, hatinya terasa sangat sakit menghadapi kenyataan ini.


'Ya Tuhan, apa salahku? ' bathinnya.


"maaf kak. aku nggak ngerti apa salahku. kenapa aku dijual. padahal aku nggak punya hutang apa pun ke mereka. ayah dan ibuku baru aja meninggal, tepat saat ayahku meninggal, aku dinikahkan dengan seorang pria yang sudah menyebabkan kedua orang tuaku meninggal. batu beberapa bulan aku hidup sama suami ku itu, aku disekap disini.. hiks... hiks.. hiks.. " keyra malah makin tergugu.


tangan yang mengusap pipi keyra berhenti, ia merasa iba mendengar cerita keyra. merengkuh tubuh mungil keyra ke dalam pelukannya. mengelus punggung keyra dengan sangat lembut. membiarkan keyra tetap menangis di pelukan.


"maafin eike ya dek. eike cuma jalanin perintah. pengen banget nolongin elu, tapi nggak bisa. orang tua eike butuh banyak duit buat cuci darah tiap bulannya" lembut si wanita ini mengelus.


menarik kembali tubuh keyra. ngambil tissu dan mengelap pipi serta mata keyra.


"nanti eike ajari cara buat kabur. elu sekarang nurut aje ye. demi bokap eike"


keyra ngangguk lemah, isaknya masih terdengar.


"kakak namanya siapa? "


"jessi.nama asli sih johan fahruddin" tertawa kecil, lalu menjapit rambut keyra dengan jepitan.


"kak jessi udah lama kerja sama om andra? " tanya keyra sambil merem.


jessi ngusap foundation ke wajah keyra.


"udah tiga tahun ini sih. benernya enggak betah, tapi ya mau gimana lagi. gajinya gede, bisa nyukupi kebutuhan dan eike juga bisa punya tabungan"

__ADS_1


"kalo udah punya tabungan, kenapa nggak bikin usaha sendiri aja kak? "


"eike udah terlanjur masuk girl. keluarnya udah susah. ancamannya, mati semua anggota keluarga eike. "


obrolan mereka berlanjut hingga pintu kamar dibuka oleh seseorang.


andra masuk ke ruangan bersama seorang clien yang sudah membeli keyra. seorang lelaki yang umurnya tak jauh beda dari andra mengikuti langkah andra. tersenyum menatap keyra yang begitu fresh dan memang terlihat masih bocah. sangat cocok dengan tema film yang akan dia buat bulan ini. ya, itulah mr. revan.


"sesuai dengan foto yang sudah saya kirim kan? " andra menatap dengan senyuman ke arah mr. revan.


mr. revan tersenyum dengan anggukan.


"sesuai.sangat memuaskan. bahkan lebih cantik. apalagi... masih segel"


revan menatap asisten yang berdiri disampingnya.


"bawa dia"


"siap mr. " patuh si asisten itu. sedikit membungkukkan kepala.


berjalan mendekati keyra, menarik lengan keyra, menuntunnya keluar dari dalam kamar. sedangkan mr. revan menjabat tangan andra. tersenyum dengan penuh kepuasan.


"kalau begitu, saya pamit tuan andra. lain kali, hubungi saya lagi kalau ada yang mirip seperti yang tadi"


andra tertawa kecil, lalu ngangguk. melepaskan jabatan tangannya.


"tentu mr. revan. kita akan tetap bekerja sama sampai kapan pun bukan? "


mr. revan juga tertawa kecil.


"pasti itu"


sigap sopir pribadi revan membukakan pintu saat mengetahui tuannya berjalan mendekat. revan langsung masuk, duduk mepet di dekat jendela.


keyra menoleh ke arah jalan, berharap ada elvanno yang datang untuk menolongnya. sayangnya, jalanan itu hanya ada hilir mudik mobil dan motor. sesuai yang jessi ajarkan, keyra menancapkan gunting kecil tepat dipergelangan asisten revan yang menggenggam lengan tangannya. dan disaat lengang, karena tangannya terbebas, keyra berlari sekencang mungkin menghindari para penjahat itu.


sayang seribu sayang, mobil warna hitam yang terparkir di depan mobil yang dimasuki mr. revan adalah mobil anak buahnya. keempat orang berbaju hitam itu dengan sigap mengejar keyra. dan tentu bisa dengan sangat mudah membawa keyra kembali.


"buruan masuk! " anak buah mr. revan mendorong tubuh keyra untuk masuk ke dalam mobil yang sama dengan tuan mereka.


keyra sedikit memberontak, hingga terjadi aksi dorong di samping pintu. lagi lagi, tubuh mungilnya tak sebanding dengan kekuatan anak buah mr. revan yang kekar. segera menutup pintu saat keyra berhasil masuk ke dalam.


"kamu jangan coba coba kabur ya! kamu itu mahal! " seru revan menatap keyra dengan nyalang.


"key! keyra! KEYRAA! " teriakan elvanno saat mobil itu mulai berjalan meninggalkan halaman apartement.


_**Happy Reading😘_

__ADS_1


apakah elvanno berhasil ya menyelamatkan keyra? 🧐Stay terus ya. jangan lupa like and vote🖤**


__ADS_2