
elvanno tersenyum, ada rasa bahagia melihat pesannya centang biru. berarti, keyra membuka semua pesan yang telah ia kirim. membayangkan keyra melihat video yang sengaja ia nyanyikan untuk mengungkapkan perasaan. ah, mungkin ada keajaiban pesan nya dibalas. diam membaca setiap pesan yang sudah terkirim dan centang dua biru. menatap profil keyra yang bertuliskan online.
jarinya gatel ingin mengklik gambar video di pojok atas. tapi... itu mustahil, yang ada... mungkin keyra akan semakin membencinya.
'harus pelan pelan' kata kata tristan terngiang.
hanya bisa membuang nafas kasar, merebahkan punggung di papan ranjang, kepalanya menengadah dengan tatapan menerawang. kembali air mata mengalir di pipi, wajah cantik dengan bibir mengerucut itu tak mau pergi.
"astaga....rindu... kenapa kamu begitu menyiksaku... " gumamnya dalam hati.
"key, kamu masih sayang sama aku kan? " tersenyum sendiri.
pelan, air mata membuat tatapan nya mengabur. ia merem, membiarkan tangis mengungkapkan apa yang telah dirasakan. menepuk dadaa yang kini menjadi sesak, menyugar rambut ke belakang.
"aku akan perjuangin kamu sayang... tunggu aku datang buat buktiin, kalo aku ini pantas ada di dekat kamu. aku akan buat kamu nyaman dan tenang. aku bukan sumber deritamu... hiks... aku ini suami kamu, key... "
##
"izroil, aku sayang sama kamu... aku juga kangen..." keyra menghapus air mata, menarik nafas lebih dalam.
"tapi... kenapa ada di dekatmu itu sakit banget.... aku harus beberapa kali rasain sakit itu. hiks... " dia menggeleng.
"aku nggak kuat, izroil... aku nggak mau sakit lagi, hiks.... "
meletakkan ponsel yang layarnya masih menyala. mengambil tissu, mengusap ingus dan air mata. berusaha mengatur nafas yang kini terasa sesak. wajah tampan suami yang tersenyum imut membuatnya rindu dan ingin dekat. tapi trauma atas kepedihan dan semua penderitaan itu membuat bagian dari dirinya menolak. keyra menjambak rambut cukup kencang. meringis, merem dengan sedikit mengerang untuk meluapkan perang bathin di dalam diri.
"ayah, aku harus gimana? hiks... " lirihnya disela tangis.
"aku berhasil sayang sama cowok yang ayah pilih buat jaga aku. tapi... hiks.. hidup sama dia enggak enak, yah"
malam yang cukup dingin ini membuat keduanya merasakan kerinduan yang sama sama menyiksa. memeluk guling tak bernyawa yang kini menemani tiap malam. mereka tidur setelah lupa dengan kesedihan yang setiap hari menyesakkan dadaa.
##
pagi ini jam pertama adalah jam olahraga, keyra memakai kaosteam warna hijau kombinasi hitam dengan celana panjang. meraih tas, menyampirkannya ke bahu, menatap tampilannya di cermin lebih dulu. kedua mata sedikit bengkak karena tangisnya semalam. setelah melihat nyanyian elvanno kemarin malam, keyra jadi kepikiran terus. dia menangis merindukan suami sahnya yang kini berjauhan.
__ADS_1
kling!
manyun, memainkan angin di dalam mulut. meraih ponsel yang berkedip, ada chat masuk.
{send picture} sebuah foto yang sangat tampan. elvanno tersenyum menatap kamera dengan jarak yang lumayan dekat, memperlihatkan bibirnya yang imut dan sedikit merah.
{pagi, istriku sayang. hari ini aku ada latihan soal bahasa inggris. doain aku dapat nilai sembilan ya. sepuluhnya besok kalo aku bareng sama kamu}
{semangat belajarnya ya, key. aku cinta sama kamu. (emot hati warna merah dan kecupan cinta) }
keyra menelan ludah dengan cukup susah. mematikan ponsel dan memasukkannya ke dalam laci. menarik nafas dalam, lalu membuangnya pelan. mengelus dada agar tak menangis dan kuat menahan semua yang ia rasakan.
tok! tok! tok!
"non, sarapan non" panggilan dari bibik membuatnya kembali merem, mereda perasaanya untuk tetap biasa saja.
tangannya mengepal, kembali membuang nafas kasar. menunduk mengelus dada.
"kalo kita jodoh, pasti kita juga akan bareng lagi. iya kan? " bertanya pada bayangannya di cermin. tersenyum, memperlihatkan lesung pipi. cepat tangannya mengusap embun yang hampir netes.
di tempat yang berbeda, elvanno tersenyum bahagia. melihat pesannya centang dua biru, itu udah lebih dari cukup. bukankah semua pelan pelan?
"semangat pagi banget kalo kek gini" gumamnya.
memasukkan ponsel ke saku celana, lalu meraih tas yang ada diatas meja. melingkarkan tas ke bahu, keluar dari kamar sambil bersenandung lirih.
"pagi, kak" sapanya saat melewati tristan yang ngopi sambil natap laptop di ruang depan kamarnya.
tak menjawab, tristan mengerutkan kening menatap adiknya yang kini mulai menuruni tangga.
"tu bocah ditinggal keyra kok jadi serem sih" bergidik ngeri, kembali menatap laptopnya.
tersenyum lebar saat melihat mama yang keluar dari dapur membawakan segelas susu untuknya. manarik kursi, lalu meminum susu itu. setelahnya, mengambil roti panggang dan mulai makan.
"papa mana, ma? " tanyanya, karna biasanya papa sudah duduk di kursi depannya untuk sarapan bareng.
__ADS_1
mama mengoles selai rasa nanas untuk tristan.
"papa pagi pagi banget udah pergi. ada yang mau diurus"
elvanno ngangguk. kembali meneguk susunya hingga habis.
"aku berangkat ya ma. doain dapat nilai bagus"
rika tersenyum, bahkan tertawa kecil.
"iya, sayang" mengecup kening anaknya.
detik kemudian, elvanno melangkah keluar dari dalam rumah.
di kota yang berbeda, keyra turun dari boncengan motor matic milik killa. melepas helm, lalu mengancingkan dibelakang jok. merapikan rambut yang berantakan di kaca spion.
"kamu tau, xukun semalam... astaga... keren banget key. dia... iih yaampun, pengen peluuk rasanya." tak hentinya killa bercerita tentang konser semalam yang ia tonton.
sementara keyra hanya sedikit tersenyum menanggapi cerita killa. tiga malam melihat konsernya elvanno diponsel udah cukup mengalihkan dunianya.
langkah killa dan keyra terhenti saat mobil warna hitam memasuki gerbang sekolah. mobil mewah itu cukup menyita perhatian semua siswa yang melihat. tak terkecuali pak satpam yang menggelengkan kepala dengan wajah penuh kagum.
"mobil siapa ya, key? " bisik killa yang ngegondeli lengan keyra
keyra mengedikkan kedua bahu.
"kepala sekolah, mungkin"
killa nabok lengan keyra.
"iih, bukan. pak tomi nggak punya mobil kek gitu"
keyra membuang nafas panjang, matanya tertuju ke motor matic warna biru yang memasuki gerbang. segera ia berlari masuk menyusuri koridor, meninggalkan killa yang masih terpaku kagum melihat ada mobil mewah yang masuk ke halaman sekolahnya.
-Happy Readingš-
__ADS_1
Jangan lupa like and voteš¤