
hari berikutnya.
dara kembali nengokin keyra. selain keinginannya sendiri, bryan juga menyarankan nya untuk sering sering mengunjungi keyra. gadis yang rambut nya di kepang itu membantu merapikan seprai. membuka tempat makan yang sengaja ia bawa dari rumah.
"kamu doyan nggak, key? " tawarnya.
memperlihatkan nasi serta lauk di dalam wadah berbentuk kotak itu.
"apa dar? " keyra ikut menatap yang ada di tangan dara.
"cuma orek tempe sih, sama telur dadar. aku kemarin abis dapat bayar dari bryan. makanya bisa beli telur" dara tersenyum penuh kebahagiaan.
sesaat kesederhanaan dara mengingatkan kehidupannya dulu di bogor. kedua mata mengembun, lalu tersenyum menatap dara yang mengulurkan sendok di depan mulutnya.
keyra membuka mulut, masuklah sesendok makanan sederhana itu ke dalam mulutnya. cepat ia mengusap kedua mata yang hampir meneteskan bulir bening.
"dar, aku pasti bakalan kangen banget sama kamu" ucapnya.
dara memasukkan makanan ke mulutnya.
"kita bisa ketemu kapan aja key. aku bakalan sering sering kunjungi kamu"
keyra geleng kepala.
"aku mau balik ke bogor, dar"
sesaat dara menjatuhkan sendok, menatap sahabatnya yang masih menangis.
"key"
"keputusan aku udah bulat. aku nggak mau lagi tinggal sama mereka."
"key, yang jahatin kamu udah pergi. om om itu udah dipenjara"
keyra tersenyum dalam tangis.
"pasti akan ada lagi yang jahat setelah ini, dar. dan aku... aku nggak mau sakit lagi"
dara menggenggam tangan keyra.
__ADS_1
"pikirin lagi key. hubungan kamu sama elvanno bukan cuma pacaran. aku tau kalian sama sama punya perasaan sayang. dia sakit banget liat kamu kek gini"
"aku lebih sakit, dar. sebelum kejadian ini, aku lebih dulu kehilangan kedua orang tua ku. mereka meninggal karna kecelakaan yang disebabkan elvanno. dan kejadian ini juga karena elvanno" keyra geleng kepala.
"aku nggak kuat lagi, dar"
keyra menutup wajah dengan kedua tangan. menangis tergugu mengingat semuanya. dara meletakkan makanan diatas meja, memeluk sahabatnya. dia memang nggak ngalami apa yang keyra alami, tapi dia tau perasaan keyra seperti apa.
menit berlalu, keyra melepaskan pelukan setelah tangis keyra mereda. mengelus punggung sahabatnya dengan sangat lembut.
"kalo kamu balik ke bogor, kamu tinggal sama siapa? " tanya nya pelan.
"disana ada banyak tetangga sama teman teman sekolah dulu" jawab keyra dengan tangan yang sibuk mengusap pipi.
"lalu.... sekolah mu gimana? "
keyra sedikit mencibir.
"dengan keadaan aku seperti ini, aku nggak butuh sekolah lagi. hidup aja... rasanya udah males. aku... aku malu ketemu sama orang orang"
dara hanya diam, nggak ngerti lagi mau ngomong apa.
keyra sudah lebih baik, dan besok, dia sudah diperbolehkan untuk pulang. hari ini dia meminta dokter untuk mempertemukannya dengan abram, papa mertuanya.
di dalam ruang rawat, keyra duduk diatas tempat tidur, menyelimuti seluruh tubuh, seakan takut siapapun melihat kulitnya.
"key" panggil rika dan sayangnya tak mendapat respon dari keyra.
"ini mama sayang. kamu enggak kangen sama mama? "
keyra memilih mengalihkan pandangan. kangen, tentu saja ia sangat kangen. karena hanya keluarga elvanno yang kali ini ia miliki. keyra menghapus embun yang hampir menetes.
"maaf, ma. maafin aku" ucapnya, lalu menatap papa mertua nya yang berdiri di samping mama.
"pa, aku mau balik ke bogor. aku mau tinggal di sana"
rika menggeleng,
"enggak key. kamu disini aja sama mama"
__ADS_1
keyra geleng kepala.
"aku mau tinggal di bogor. aku nggak mau tinggal di jakarta. disini banyak orang jahat"
abram menyentak nafas sedikit kasar.
"mereka udah nggak ada, key. kamu sekarang aman"
kepala itu tetap menggeleng,
"tolong.... tolong pulangin aku ke bogor, pa. aku nggak mau tinggal sama kalian"
"keyra... " mama mengiba dengan gelengan kepala, sangat nggak mau pisah dari anak mantu kesayangannya.
"please.. nak, jangan seperti ini"
"keyra, papa akan belikan rumah. kamu bisa tinggal di rumah baru itu. papa akan kasih bodyguard di sana. biar mereka jagain kamu" bujuk papa.
keyra menghapus matanya yang basah,
"aku nggak mau lagi ada hubungan sama keluarga papa. biarin aku lepas dari elvanno. aku nggak mau lagi jadi istrinya"
mendengar apa yang keluar dari mulut keyra , elvanno nggak betah jika hanya terus menguping. dia yang sudah bisa berjalan tanpa bantuan kursi roda, mendorong pintu. melangkah masuk, membuat keyra terbelalak melihat kehadirannya.
tristan menghalangi saat adiknya hampir mendekat. menggeleng dengan keras.
"enggak key. sampai kapan pun, kita ini suami istri. kita akan menua bersama. aku nggak mau pisah sama kamu. tolong jangan bicara kek gitu"
air mata keyra semakin deras mengalir. melihat pria yang kini mengisi relung hati, rasa rindu itu menyerbu. ingin banget peluk dia, ingin banget mengulang semua saat mereka bersama. tapi bayangan penderitaan itu terlintas, mengalahkan rasa rindu yang semakin menyiksa.
"aku mau tinggal di bogor. aku nggak mau lagi deket deket kamu. kamu jahat! kamu buat aku rasain sakit terus. aku benci sama kamu" cecar nya dengan suara serak.
"key, please jangan kek gini. key... aku sayang sama kamu" elvanno sendiri juga menangis, sama sekali nggak peduli sama mama, papa, dan kakaknya. dia hanya tak ingin jauh dari keyra.
keyra kembali mengelap pipinya kasar.
"kalo papa nggak mau pulangin aku ke bogor, lebih baik aku mati aja"
-**Happy Readingš-
__ADS_1
Jangan lupa like and voteš¤**