
keyra kembali menatap suaminya. menatap dengan lekat. memang tidak ada gurat becanda dari wajahnya
"apa iya, suamiku se oon ini? " bathin nya.
"kamu serius engga tau? " tanya keyra dengan serius.
elvanno ngangguk.
"gue engga tau, mangkanya nanya sama lo"
keyra membuang nafas nya kasar.
"sini aku ajari cara ngerjainnya"
elvanno mepet ke keyra, mulai serius mendengarkan setiap penjelasan yang keluar dari mulut istrinya.
"udah paham belom? " tanya keyra kemudian, sedikit menoleh untuk menatap wajah elvanno.
elvanno balas menatapnya, saling tatap itu terjadi lagi. jarak yang sangat dekat membuat wajah mereka merasakan sapuan nafas dari keduanya.
hangat dan menciptakan sensasi yang berbeda.
melihat bibir mungil itu, elvanno menelan ludah yang tercekat di tenggorokan.
lama lama elvanno makin mendekatkan wajahnya, hingga jarak antara mereka hanya bersisa beberapa senti saja.
karena merasa kesulitan bernafas, keyra membuka sedikit mulutnya, membuat elvanno makin merasa 'pengen'.
pluukk!
elvanno menimpuk kening keyra pelan. membuat mata keyra melotot karena terkejut.
"ada nyamuk di kening lo, nih" nunjukin nyamuk yang udah gepeng dan ada sedikit darah.
usai makan malam, keyra diajak mama pergi untuk menghadiri acara kawan lamanya.
"nih, pakai baju yang ini! "mama mengulurkan dress berbahan wafle warna abu abu tua.
keyra menerimanya, masuk ke dalam kamar mandi dan memakai dress itu. dress sebatas lutut tanpa lengan dan sangat pas di tubuh mungil keyra. berkali kali mama tersenyum gemes melihat keyra.
" kamu cantik banget, key. kalo kaya gini, elvanno makin suka sama kamu" mendudukkan keyra di depan meja rias.
keyra cuma diam, nurut aja dengan apa yang dilakuin mama. mengikat sedikit rambut keyra kebelakang, lalu membiarkan terurai dengan bebas. mengoles lipstik tipis berwarna pinksoft di bibir ranum keyra.
"beres, mama mau ganti baju dulu. kamu tunggu di ruang tamu ya key"
keyra tersenyum tipis, ngangguk sebagai jawaban. kembali menatap pantulannya di cermin, tersenyum sendiri.
"aku cantik banget ya, andai aja kalo ayah sama ibu lihat, pasti mereka bakalan seneng banget" bathin nya.
menatap pintu balkon yang tidak tertutup gorden, ada banyak bintang di langit sana. keyra beranjak, berjalan menuju balkon. berdiri menghadap ke langit luas, tersenyum menatap beberapa bintang di langit.
"ayah, ibu. lihat keyra engga? " tersenyum sendiri.
__ADS_1
"keyra cantik, kan? " matanya berkaca kaca.
"keyra kangen, pengen dipeluk" mengambil nafas dalam, lalu menghembuskan dengan pelan. saat sudah dandan dengan cantik engga mungkin ia akan nangis.
"gue bisa peluk kok"
suara yang membuat keyra jingkat kaget. segera berbalik badan. elvanno ada dibelakang nya. merentangkan kedua tangan, siap memeluk keyra.
keyra mengerucutkan mulut.
"modus! "
melangkah meninggalkan elvanno. tapi sialnya si kaki keseleo wedges setinggi 7 cm. sigap, elvanno menangkap tubuh keyra yang oleng. kejadian saling tatap itu terjadi lagi. diam untuk beberapa menit, elvanno tersenyum jahil. satu tangan nya menarik lengan dress di bahu keyra.
"tali behanya kelihatan" bisiknya sambil nyengir.
keyra melotot. mendorong tubuh elvanno. engga lagi peduli dengan elvanno yang tertawa karena berhasil membuat pipinya memerah. ia mengambil tas dan segera keluar kamar.
memasuki caffe yang lumayan mewah, mama membantu keyra turun dari mobil. keyra mengamati sekeliling, wajah kagum itu sangat terlihat. membuat mama tersenyum kecil.
"ayo masuk" ajaknya.
keyra mencekal lengan mama
"ma, keyra takut". kening mama berkerut.
" takut kenapa? "
mama tersenyum, kembali mengelus lengan keyra.
"engga akan sayang. kamu tetap aja disamping mama, jangan jawab pertanyaan pertanyaan teman mama kalo kamu ragu untuk menjawabnya"
keyra menghembuskan nafas kasar berkali kali. ia sungguh merasa sangat gerogi, ini pertama kali ia berada di tempat elite super mewah.
mama menggandeng tangan keyra, beberapa mata mulai menatap ke arahnya. terutama para wanita wanita sosialita yang berpenampilan modis dengan tas branded dan beberapa perhiasan yang nempel di tubuh.
"jeng rika! " seru salah seorang dari beberapa wanita itu.
rika tersenyum, menarik tangan keyra menuju ke arah para wanita itu. menyalami satu persatu dan duduk disebelah wanita yang memanggilnya tadi. wanita yang usianya sudah berada diangka 40,tapi karena perawatan yang mahal, membuat wajah wanita itu terlihat lebih muda.
"kirain jeng rika ngajakin elvanno" si wanita menepuk paha rika.
"elvanno sibuk, jeng. sebentar lagi kan ujian tengah semester. harus ada kenaikan nilai, kelo engga papa nya bisa marah" jawab mama dengan senyum yang ramah.
wanita modis itu melirik keyra, keyra yang merasa hanya sedikit tersenyum dan menundukkan kepala.
"ini siapa jeng? "
"eh, ini namanya keyra, anakku juga" mama menatap keyra.
"key, kenalin ini tante vita. temannya mama saat sekolah dulu"
keyra mengulurkan tangan, dengan ramah vita menjabat tangan keyra.
__ADS_1
"keyra, tante"
"yaampun, cantik banget kamu. tente gemes liat lesung pipi kamu. pengen cubit rasanya" lalu tertawa kecil.
"devi engga ikut jeng? " tanya rika kemudian.
"devi ada kegiatan belajar bareng teman teman nya. dia bentar lagi juga mau UAN, jeng. sibuk banget akhir akhir ini"
"jeng, setau ku anak mu cuma elvanno sama tristan, kok ada yang cewek juga? " salah satu dari mereka menimbrung.
rika tersenyum menanggapi.
"anak angkatku, wat. kemarin pas main ke bogor, aku bawa dia sekalian ke jakarta"
wanita bernama wati itu tersenyum. ngangguk mengerti dan melempar senyum kepada keyra.
tak begitu lama, acara peresmian caffe milik bu vita ini dimulai. mulai dari acara pembuka dan selanjutnya ke acara inti. pemotongan pita dan tumpeng. setelahnya acara makan makan yang begitu ramai para pengunjung.
seorang gadis cantik nan seksi memasuki caffe. devi langsung menghampiri mamanya yang sedang ngobrol dengan rekan bisnis.
"eh sayang, udah selesai belajarnya? "sambut maminya dengan sangat bangga.
"ini anak nya bu vita? "
"iya, ini anak saya yang kedua" menatap devi sesaat.
"vi kenalin, ini om andra. rekan bisnis mami"
canggung, devi menjabat tangan andra. andra tersenyum menyeringai, serasa mendapatkan angin segar.
"cantik sekali anak mu ini, bu vita. pengen banget jadiin dia mantu ku" tanggapan dari andra yang sengaja ingin mengikat devi.
vita tertawa kecil, rasa bangga yang makin meninggi itu membuat nya sangat bahagia.
"buk, ada pak bisma yang ingin bertemu" ucap seorang pelayan menghampiri.
"saya tinggal sebentar ya, pak andra" vita membungkukkan badan sedikit, berlalu meninggalkan andra dan devi.
andra tersenyum, balas membungkukkan sedikit badannya. menatap devi dengan tatapan liciknya.
"aku tunggu di basement sekarang ya cantik! " mencoel pipi devi dengan menggoda.
devi menepisnya kasar.
"enggak! "
"kamu mau, saya menceritakan semuanya sama mami mu? "tertawa jahat lalu segera keluar dari tempat acara.
devi memejamkan mata, membuang nafasnya dengan kasar. berjalan mengikuti andra keluar dari acara. merasa penasaran, keyra membuntuti devi. mengendap ngendap mirip maling yang takut ketahuan.
ssreeetttt.!
_Happy Readingš_
__ADS_1