Takdir Cinta Keyra

Takdir Cinta Keyra
Part 44


__ADS_3

"van" mama menepuk pelan lengan anaknya.


"udah sampai"


elvanno mengerjap pelan, menyipit, menatap ke sekitar.


"egghhh... iya, ma"


melihat anaknya sudah bangun, mama membuka pintu mobil, lalu turun. papa juga turun, lalu pak adi menyusul. menurunkan koper dari bagasi.


elvanno menatap istrinya yang masih merem, tangan keyra masih ada di genggaman. tersenyum menatap tangan yang saling bertaut, membayangkan jika ada cincin kembar yang melingkar di jarinya dan jari keyra.


"key" panggilnya pelan, melepaskan tangan yang lama menggenggam nya tadi.


"bangun key, kita udah sampai dirumah"


merasa ada yang menepuk pipi , keyra mengerjap. malah melingkarkan tangan di lengan elvanno cukup erat. menit kemudian, buru buru ia melepaskannya, merasa malu dan canggung.


"diih, tadi aja nggak mau. sekarang malah nggak mau lepas" godanya.


"iih , apa sih! " keyra mendorong lengan elvanno.


"ayok turun, aku pengen bobok lagi" kembali menutup mulut yang menguap. dia benar benar masih sangat ngantuk.


elvanno tersenyum jahil.


"bobok bareng lagi ya"


keyra melotot, memukul dada elvannon dengan mulut manyun.


"sukanya modus! "

__ADS_1


keduanya keluar, masuk ke dalam rumah sambil uring uringan. keknya bakalan jadi kebiasaan baru elvanno jahilin keyra.


"kak" seru elvanno saat melihat kakak semata wayang nya yang telah lama tak bertemu.


tersenyum bahagia, melangkah lebar, masuk ke dalam pelukan kakak nya yang tentu berbadan lebih besar darinya.


keyra terpaku, sampai matanya tak berkedip. bahkan mulutnya sedikit menganga karena terkejut.


Tristan Ralindra Darel, lelaki yang berdefinisi perfect. yah, seperti itu yang terlihat dimata keyra. tubuhnya sedikit lebih tinggi dari elvanno, rambut yang sengaja di cat pirang itu dikuncir, karena memang sedikit panjang. alisnya tebal, hidung mancung, dan... senyumnya sangat manis. sekilas memang ada kemiripan dengan elvanno. tapi dimata keyra, sosok tristan ini terlihat lebih sempurna.


"itu... adek ipar gue? " tristan menuding kearah keyra yang kini terlihat salah tingkah.


mama menaruh nampan berisi beberapa minuman, lalu berjalan mendekati keyra yang masih diam mematung di tempat. merangkul, mengelus lengan keyra dengan binar bahagia.


"iya, ini namanya keyra, adik iparmu"


keyra tersenyum kaku, sedikit membungkukkan badan,


tristan membalas senyum itu, senyum yang tipis, tapi terlihat begitu hangat.


"ma,tadi aku ke kamar, tapi... kenapa kamarku ada boneka nya? "


"kamar itu sekarang jadi kamar keyra, kamu sekamar dulu sama elvanno" papa yang baru aja keluar dari kamar langsung nimbrung.


tristan jitak kepala elvanno.


"yaah,, pedang pedangan dong"


mama terkekeh kecil, menuntun keyra untuk ikut gabung di meja makan. mereka berlima, duduk memenuhi meja makan, makan siang yang terlewatkan beberapa jam tadi.


beberapa menit berlalu, keyra ikut sibuk membereskan meja makan. hanya memasukkan piring dan yang lainnya ke dapur, karena mama selalu melarangnya mencuci piring. semua adalah tugas bik sari, jadi biarkan saja pembantunya melakukan tugas itu. seperti itu lah keluarga Darel menyayangi keyra.

__ADS_1


memutuskan untuk balik ke kamar, menyentak nafas kasar saat baru saja tiba dilantai atas, sudah ada elvanno yang berdiri di depan pintu kamarnya.


"nih" elvanno mengulurkan ponsel berwarna biru, milik keyra yang tadi ia simpan.


mata keyra sedikit melebar, cepat ia meraih ponsel itu.


"kamu kok bisa ngambil ponselku? "


elvanno ngeloyor masuk ke kamar nya,


"cuma nyimpenin, enggak ngambil" cowok tampan itu hilang dibalik pintu.


dengan wajah cemberut, keyra menyalakan ponsel, membuka aplikasi hijau yang sering menjadi sasaran elvanno. dan benar aja, chat room nya sama bryan udah nggak ada. nggak mungkin kalo hilang sendiri kan?


"hiih, dasar izroil jahat! kerjaan nya ngusilin! " gerutunya kesal.


tristan yang baru saja menginjakkan kaki di lantai atas hanya diam, menatap aneh ke adik ipar yang kini masuk ke dalam kamar yang dulu miliknya, tapi kini telah disulap menjadi kamar milik keyra.


tak peduliin itu, ia menenteng segelas kopi masuk ke dalam kamar elvanno. belum sempat membuka pintu, pintu kamar itu udah kebuka. menampilkan sosok adiknya yang memang tampan.


"lo mau kemana? baru juga sampai, udah mau pergi lagi" memperhatikan penampilan elvanno yang tentunya sudah ganti kostum.


elvanno nyengir dengan alis naik turun. tangannya sibuk membenarkan topi terbalik yang menutupi rambut pirangnya.


"mau ke caffe, satu jam lagi jadwal gue manggung" menepuk lengan kakaknya, berlalu menuju tangga.


beberapa menit, bahkan hitungan jam, keyra keluar dari kamar mandi. hanya mengenakan handuk yang melilit di separuh tubuh. celingukan menatap menatap setiap sudut kamar, takut jika elvanno ada di dalam kamar seperti sebelum sebelumnya. merasa aman, ia mulai melangkah keluar. berjalan cepat menuju lemari, membuka pintu dan mengambil baju ganti.


_**Happy Reading😘_


Jangan lupa tinggalkan like and votešŸ–¤**

__ADS_1


__ADS_2