Takdir Cinta Keyra

Takdir Cinta Keyra
Part 40


__ADS_3

pukul 04.30 pm


keyra keluar kamar mandi dengan handuk yang membungkus kepala. tatapannya langsung tertuju ke arah suami, dimana cowok tampan itu terlihat murung dengan hp di tangan. tubuhnya meringkuk di atas sofa samping ranjang. tv dibiarkan menyala dengan volume yang cukup keras, membuat keyra geleng geleng kepala. karna tv itu menonton manusia yang tengah patah hati.


keyra mengambil remote, lalu mengganti channel. mencari tontonan yang menarik minat, tapi sayang, acaranya tidak ada yang nembuatnya tertarik. ia mematikan tv, lalu duduk di meja rias. membuka handuk yang menutupi kepala, lalu mengeringkan rambutnya dengan pelan.


sementara elvanno mulai terlihat tak sabaran. pesan wa yang ia kirim ke nomor devi tak kunjung mendapat balasan, bahkan tetap saja centang dua abu abu. akhirnya ia memutuskan untuk melakukan panggilan telepon, sesuai perkataan keyra beberapa jam yang lalu.


cukup lama, telpon nya nggak dapat balasan, sampai ia memutuskan untuk menghubungi lagi.


"hallo, beib" sapa devi dari seberang sana.


elvanno menghela nafas panjang. lega, karena akhirnya mendapat respon, tapi sangat kesal mengingat devi mencium garry tadi. terlebih, dua manusia yang menginap satu villa. mau ngapain coba? nggak mungkin kan, kalo mereka hanya akan duduk santai dan ngobrol bareng. devi itu bukan keyra yang diam dan polos. terlebih, devi pernah meminta elvanno untuk melakukan hubungan selayaknya orang dewasa. tentu pikiran elvanno udah mengarah ke sana.


"tumben kamu telpon, ada apa? " kembali suara devi terdengar dengan santai.


"aku kirim chat dari tadi, tapi nggak kamu bales. kamu sibuk ngapain? " tanya elvanno yang berusaha untuk tidak emosi.


"oh, iya kah? aku nggak tau. maaf ya beib, tadi aku lagi.. mmm.. itu, biasa. nonton drama favorit di laptop"


"oh nonton drama ya"


"iya, aku dikirimi sama kak karin drama terbarunya simon gong" jawabnya dengan sedikit tertawa.


"kamu sekarang lagi dimana? " tanya elvanno dengan sedikit tertahan.


"ya, aku... dirumah. kenapa? "


"aku main ke rumah ya"

__ADS_1


"eh, jangan" jawab devi dengan cepat.


"emmm.. enggak, maksud aku... ini, bentar lagi aku mau keluar. nemenin mama ambil pesanan" lanjut devi dengan gugup.


elvanno menyunggingkan senyum, terlihat sekali jika pacarnya itu beralasan.


"oh gitu. ka---"


"sayang, ayo makan. ini pesanan udah datang"


tak meneruskan kata katanya. karna suara seorang laki laki membuat elvanno bungkam seketika.


ada yang memanas, bahkan urat leher elvanno terlihat mengeras. tangan yang satu mencengkeram erat bantal yang tak jauh darinya.


"siapa itu? " tanya nya dengan masih berusaha untuk tidak emosi.


"udah dulu ya beib. aku udah ditungguin mama. nanti kalo aku udah enggak sibuk, aku telpon lagi. dadah... muaah"


telpon sudah terputus sepihak. elvanno merem dalam, tangannya melemah, menggenggam ponselnya erat untuk menyalurkan emosi. menyentak nafas kasar, menjatuhkan kepala di sandaran sofa lagi.


devi itu cantik, dan mendekati perfect. benar benar nggak nyangka, ternyata busuk!


menit berlalu, terasa sofa yang bergerak pelan. menandakan jika ada seseorang duduk disampingnya. elvanno melek, menatap keyra yang meniup isi dalam cangkir berwarna putih. lalu menyodorkan padanya.


"minum dulu, biar perasaan panasnya sedikit mencair" ucapnya dengan santai. tapi terdengar seperti ejekan di telinga elvanno.


cowok tampan yang berambut sedikit pirang itu beringsut. menerima cangkir yang berisi coklat hangat dengan cemberut. sedikit melirik keyra, lalu meneguknya minumannya hingga separuh.


keyra terkekeh kecil, mengambil tissu , dengan tak sadar ia mengelap bibir atas elvanno yang terdapat lingkaran coklat bekas ia minum tadi.

__ADS_1


"kek anak kecil. minumnya sampai belepot--"


ia baru menyadari apa yang ia lakukan, tatapan matanya bertemu dengan elvanno yang tak kedip menatapnya. cepat ia beringsut, menaruh tissu kotor itu diatas meja.


canggung untuk beberapa menit, sampai elvanno kembali merebahkan kepala ke sandaran sofa lagi. menatap plafon kamar yang terbuat dari kayu plitur. pikirannya ada pada devi, yang sekarang entah sedang ngapain sama garry.


keyra meminum coklat hangat bagiaannya, meletakkan cangkir itu perlahan. ikut bersandar di sofa samping suami. merogoh ponsel dari saku celana. ada pesan masuk dari bryan yang belum sempat ia baca.


elvanno meliriknya tak suka, tambah cemberut, sangat kesal.


"gue ini lagi sedih, key" ucapan yang terdengar sangat kesal.


keyra mengalihkan tatapan, mengerjap lucu.


"terus? "


"hibur gue kek, atau apa kek. bukannya malah asik chat sama bryan" kesalnya.


keyra memanyunkan bibir.


"pengen hibur, tapi sayang banget.di daerah villa ini nggak ada monyet"


elvanno menatapnya bingung. sampai keningnya berkerut.


"monyet? ngapain bawa bawa monyet sih? "


_**Happy Reading😘_


Jangan lupa like and vote ya guys🖤**

__ADS_1


__ADS_2