Takdir Cinta Keyra

Takdir Cinta Keyra
Part 124


__ADS_3

beberapa hari berlalu.


seorang lelaki dengan topi terbalik duduk dikursi besi yang tak jauh dari ruang rawat rika. sengaja menjaga jarak, agar tak begitu kentara jika ia sedang menjaga seseorang yang sedang dalam masa penyembuhan di dalam sana.


terlihat seorang wanita dan laki laki yang memperhatikannya sejak tadi, ternyata penguntit ini menyadari jika ada yang menjaga keamanan untuk sasaran mereka. keduanya berbicara melalui isyarat mata, setelahnya, mereka berpisah. si wanita masuk ke dalam toilet, keluar sudah dengan pakaian serba putih dengan tangan mendorong meja berisi makanan untuk para pasien rumah sakit. dengan senyum ramah wanita itu masuk ke setiap ruang rawat, memberikan resum makan siang. tanpa melirik si penjaga itu, wanita ini masuk kedalam ruang rawat rika, dia meletakkan resumnya diatas meja, lalu keluar dari ruangan.


sigap, si penjaga yang sudah cukup curiga itu langsung berlari masuk ke dalam ruang rawat rika. tetapannya bertemu dengan rika yang sudah menyandarkan tubuh ke dinding belakang.


menatap si penjaga dengan heran, bahkan keningnya sampai berkerut. apa lagi melihat penjaganya mengaduk makanan diatas meja, lalu mendekatkannya dihidung.


"jangan dimakan, nyonya" perintahnya.


kedua mata rika melotot.


"apa ada racun dalam bubur ini? "


"iya, telfon tuan tristan, mintalah untuk kemari. saya akan membereskan wanita itu" tanpa menunggu persetujuan rika, lelaki ini melangkah keluar ruangan.

__ADS_1


matanya awas menatap suster jadi jadian yang kini baru saja keluar dari toilet. sempat menoleh dengan seringai tajam, lalu berjalan cepat menyuduri karidor. si penjaga mengikuti langkahnya dengan sedikit berlari. merogoh ponsel dari saku celana, mencari nomor atasannya, lalu melakukan panggilan telpon.


"boss, penyusup masuk lagi. tadi ngasih racun lagi, dan sekarang dia pergi naik taksi" tuturnya setelah sampai dihalaman rumah sakit.


"jangan kejar! cepat balik ke dalam. itu jebakan, ton! " suara tegas marina disebrang sana membuat hati anton sedikit berdesir, mengingat jika rika hanya sendirian di dalam sana.


tanpa menjawab, anton langsung mematikan telpon, kembali menyimpannya ke saku celana, berbalik. berlari dengan cepat masuk menyusuri karidor.


sreett!


di belokan karidor, tangannya ditarik oleh seseorang. dia dimasukkan ke dalam gudang, lalu menguncinya dari dalam. anton terbelalak, karena kini, dihadapannya ada tiga orang lelaki yang siap adu jotos dengannya.


"tan, kamu kesini ya" begitu telpon terhubung, tanpa basa basi rika langsung mengatakan kekhawatirannya.


"emang kenapa ma? " tanya tristan diseberang sana.


"tadi ada yang ngasih racun ke--"

__ADS_1


ceklekk!


kata kata rika tak bisa diteruskan, tatapannya tertuju ke dua orang yang kini masuk ke dalam ruangannya. vita dan wati saling bertatapan, tersenyum menyeringai menatap rika yang kini melotot dengan wajah menegang.


"ma, mama kenapa? " tanya tristan ditelpon, tapi tak mendapat sahutan dari mama.


"mau apa kalian kemari? " tanya mama dengan bibir bergetar.


"mau apa kalian kemari? " tanya mama dengan bibir bergetar.


kedua wanita itu berjalan mendekat tanpa menjawab pertanyaan rika, tatapannya tertuju ke ponsel yang ada digenggaman rika. cepat vita merebut ponsel itu, menatap nama tristan yang ada dilayar utama. tanpa mematikan telpon, vita memasukkan ponsel layar tipis itu ke dalam mangkok berisi sup diatas meja.


wati tersenyum penuh kelicikan, mendekati tiang infus, lalu mengelus infus yang tergantung disana.


"jangan sentuh! " teriak rika yang sama sekali tak digubris.


-Happy Reading😘-

__ADS_1


Jangan lupa like and votešŸ–¤


__ADS_2