
pukul 10.30 pm
listrik masih aja padam, beruntung hp keyra batrenya full, jadi kamarnya masih bisa terang. dua manusia berstatus suami istri itu bobok sambil kelonan diatas ranjang. digrebek? itu nggak akan mungkin. karna pak RT, pak dukuh dan tetangga terdekat udah tau status keyra dan elvanno itu adalah muhrim.
"jadi selama disini, kamu sering jalan bareng sama ansel? " tanya elvanno setelah mendengar cerita istrinya tadi.
keyra mendongak, menatap wajah tampan itu dari dekat.
"enggak sering, tapi cuma beberapa kali aja" melingkarkan tangannya erat dipunggung suami. tersenyum menghirup aroma elvanno yang begitu ia rindukan.
elvanno terlihat kesal.
"sama aja"
nggak nyahut, keyra cuek banget sama suami yang protes karena dia sering pergi bareng ansel. untuk sekarang, dia udah bahagia banget. beneran nikmati momen pelukan kek gini. karena ini yang paling ia rindukan, kebersamaannya bareng elvanno. emang nggak ngapa ngapain, ya cuma bobok sambil kelonan aja.
setengah jam mungkin, keyra mengurai pelukan, sedikit menjauh. menatap wajah elvanno yang ternyata merem. terkekeh kecil, mencubit hidung mancung itu. dan itu membuat suami kembali melek. mengerutkan kening, heran sama sikap keyra.
"kamu ngapain? "
keyra nyengir, lalu geleng kepala.
"enggak, aku cuma... cuma kangen banget liat wajah kamu. kamu... kamu ganteng banget, makanya teman teman aku pada ngomongin kamu mulu" lalu mengerucut, kesal banget ingat tania yang terus terusan ngomongin elvanno.
mendengar kejujuran keyra, elvanno beringsut, bobok miring, menatap wajah cantik yang berhasil membuat hidupnya berubah sembilan puluh lima persen. mencoel hidung keyra, lalu tertawa kecil.
"kamu kalau cemburu, lucu juga ya" terkekeh kecil mengingat keyra yang sering banget sewot kalo dia di deketin teman teman ceweknya. terutama tania yang kentara banget kalo suka.
"dih, ngeselin! " keyra nabok dadaa suami, manyun. kesal banget ingat kejadian sebulan yang membuat hatinya cukup uring uringan.
elvanno makin terkekeh,
"kasihan bik sari jadi korban ya"
__ADS_1
keyra melotot,
"kok bisa tau, kalo aku marah marah sama bik sari gegara tania ngasih brownis ? " bathinnya.
elvanno muncubit pipi keyra, gemes banget liat kelakuannya yang gengsi.
"makanya, kalo cinta nggak usah gengsi. untung lho, aku nggak kepincut sama tania. gimana kalo akhirnya aku berpaling ke tania? bik sari bisa kamu pukul"
makin manyun, kembali ngusel di dadaa elvanno.
"tapi aku tau, kamu nggak akan kek gitu. kamu tetap sayang ke aku"
keduanya sama sama tersenyum, sampai tertawa kecil. kembali berpelukan erat menyalurkan perasaan yang sama. hingga beberapa menit berlalu, elvanno melepaskan pelukan, menatap wajah keyra yang tersenyum bahagia.
"kapan jadwal periksa? " tanyanya.
"kemarin baru aja periksa"
"eh, iya ya. padahal kemarin aku udah nanya ke pak adi"
"perut kamu...rasanya gimana? sakitnya gimana? "
elvanno menghentikan tangan elvanno yang masih diperut.
"aku nggak ngerasa sakit kok. rasanya juga biasa aja"
elvanno mengelus pipi keyra lembut, membuat gadis itu merem. risih dan geli, akhirnya kembali menggenggam tangan elvanno.
"diih, jangan bikin geli deh" mengerucut, tak suka.
"semoga rahim kamu cepat membaik ya" harapnya dengan sangat sedih.
keyra ngangguk, dia juga berharap seperti itu.
__ADS_1
"kata dokternya, semua akan baik baik aja. Asal aku minum obat teratur dan makan makanan yang bergizi"
elvanno ngangguk,
"aku bakalan ingetin kamu buat minum obat setiap waktunya tiba"
keyra tersenyum, menatap wajah elvanno yang berjarak tiga puluh centi darinya. bibir merah mudanya, lalu hidung mancung serta kedipan mata. ah, ini yang membuatnya tak bisa berpaling dari lainnya. ansel, dia memang tampan, bryan pun tampan, tapi... entah kenapa yang ngena dihati malah yang ajaib. tampannya beda, sedikit oon.
"udah jam sebelas. bobok gih" ajak elvanno, merengkuh tubuh keyra untuk masuk ke dalam dekapan.
tapi gadis mungil itu menolak, mendorong dadaanya. membuatnya mengerutkan kening, bingung pastinya.
"kenapa? "
"ma--"
elvanno menempelkan bibirnya disana, diam menanti reaksi keyra. detik berlalu, keyra hanya diam, tentu menahan untuk tak bernafas. karena tak ada penolakan, elvanno menggenggam tangan keyra, membuka wajah yang ditutup itu. keduanya saling tatap dengan bibir masih menyatu. detik berlalu, elvanno tersenyum, lalu merem pelan. ******* bibir bawah keyra penuh perasaan.
ddrrt.... ddrrt...
ponsel elvanno yang ada disaku hoddie berdering. membuat ciuman mereka terlepas. cepat ia bangun, mengelap mulutnya yang basah lebih dulu. lalu merogoh ponsel, menggeser tombol berwarna hijau disana.
"iya, hallo kak" sapanya pada si penelpon yang tak lain adalah tristan.
"cepet pulang. ambil keberangkatan paling cepat. kalo bisa, ajak keyra sekalian"
mendengar permintaan kakaknya, kening elvanno berlipat, menatap keyra yang kini duduk disampingnya. ikut menyimak suara tristan.
"emang kenapa? "
"mama masuk rumah sakit"
-Happy Readingš-
__ADS_1
mau nggak ya, keyra ikut elvanno kembali ke jakarta?
Jangan lupa like and voteš¤