
"kok udah dingin? " tanya nya, kembali menaruh gelas kopi yang telah ia habiskan.
tristan tersenyum miring,
"jelas dingin, ini udah sejak lo pergi tadi"
"pantes" menyandarkan tubuh ke sandaran kursi, melirik keyra yang hanya diam menunduk.
"lo manggung tiap malam? " tanya tristan dengan menatap adiknya.
elvanno geleng kepala,
"enggak, gue manggung tiga kali seminggu. pelajar, jadi masih ada waktu buat belajar"
tristan nonyor kepala adiknya,
"babii!! gayaan belajar. sekolah aja bolos mulu! "
elvanno malah terkekeh,
"namanya anak keren mah gitu kak. harus beda dong" membela diri, dan itu membuat tristan nimpuk kepalanya.
elvanno hanya terkekeh, beranjak dari duduk, menutup mulut yang tiba tiba menguap lebar.
"gue udah ngantuk. bobok yuk, key"
mendengar ucapan elvanno, keyra langsung berdiri. berlari menuju kamarnya, lalu menutup pintu balkon.
"kamu bisa bobok sama kak tristan. aku mau fokus sama ujian. jangan gangguin! "
glek!
menutup pintu dengan sangat rapat, lalu menguncinya. setelah itu, menutup gorden hingga tak bisa terlihat dari luar.
elvanno menggaruk tengkuk yang tiba tiba gatal. mendudukkan pantat di kursi bekas keyra tadi. menatap kakaknya yang sibuk tertawa. tentu menertawakan dirinya.
nonyor kepala tristan, tak terima jika ditertawakan.
"nggak usah ngetawain, ******!! "
__ADS_1
tristan berusaha hentiin tawa, menatap adiknya yang terlihat kesal.
"elo udah sering bobok bareng sama dia? "
elvanno ngambil ponsel, menaikkan kedua kaki di kursi.
"udah sih" menatap tristan dengan cengiran.
"bobok ada yang dikelonin itu... asik"
tristan geleng kepala,
"babi emang! " umpatnya dengan mentonyor lengan elvanno.
"nggak lo servis? biar lebih gede, liatnya kan juga mantep"
elvanno menatap lekat ke arah tristan.
"belum saatnya, dia masih polos, kak"
"ajarin dong, biar dia pintar"
"setaan lo! "
tristan hanya terkekeh mendengar umpatan elvanno. tanpa elvanno sadari, tangannya membuka galeri, pertama yang muncul disana adalah video rekaman devi dan garry yang semalam. geleng kepala melihat video itu, lalu mengulurkan ponsel ke tristan.
"mau kiat koleksi ngaji? " tawarnya.
tanpa pikir panjang, tristan langsung meraih ponsel yang bersoftcase hitam itu. matanya membola melihat video yang penuh dengan *******.
"bukannya ini cewek yang fotonya pernah lo kirim sama gue? "
elvanno ngangguk tanpa menatap kakaknya.
"siapa lakinya? "
"anak sekolah tetangga"
"aduh, ini ususnya gede juga ya. gondal gandul kesana sini. yaampun, goyangannya sexy banget. keliatan kalo ini cewe sering goyang" tristan menelan saliva, sampai jakunnya naik turun.
__ADS_1
"sumpah, beneran bikin ngaceng bodynya"
elvanno tak menanggapi, hanya diam menatap ke arah langit yang ada banyak bintang disana.
"ini dia jadi model sodomm? "
"enggak"
"lo dapat ini dari mana? "
"ngerekam lah"
"lo liat mereka sodok sodokan? " elvanno hanya ngangguk.
"lo nggak sangee? "
elvanno tersenyum miring, sedikit melirik kakaknya.
"sempet ngacengg, tapi cuma bentar. karena rasa marah gue lebih gede"
tristan geleng kepala, kembali memutar video yang udah berhenti itu. tontonan seperti ini, bukanlah hal baru baginya. bahkan, diluar negeri sana, pergaulannya lebih parah dari adiknya. mengembalikan ponsel elvanno saat video itu terkirim ke ponsel miliknya.
mengeluarkan sebungkus rokok, mengambil sebatang, lalu menyelipkan ke mulut. tanpa diduga, elvanno menepis rokok itu.
"gue nggak lagi ngerokok" tolaknya.
tristan kembali mencabut rokok yang udah dimulut.
"lo kena kanker jantung? "
elvanno menggeleng, lalu tersenyum. sedikit mencondongkan kepala.
"takut nggak boleh nyipok bini" jawabnya sedikit berbisik.
"hahaha... "
_**Happy Readingš_
Jangan lupa tinggalkan like and voteš¤**
__ADS_1