Takdir Cinta Keyra

Takdir Cinta Keyra
Part 12


__ADS_3

"liat deh pa! " menunjuk ke arah ranjang di dalam kamar.


papa terbelalak melihat posisi kedua anaknya yang masih diposisi sama. mama sedikit maju, mengarahkan kamera ponselnya ke arah keyra dan elvanno. bibirnya tak berhenti tersenyum. ia kembali memasukkan ponsel ke dalam saku celana setelah mendapatkan beberapa foto.


"pa, mama gemas banget liat mereka berdua"


"biarin aja ma, ayo kita keluar. yang penting udah dapat fotonya"


setengah jam berlalu.


elvanno merasakan sesak di dadanya. ia mencoba mengangkat tangannya. meraba dada nya yang seperti tertimpa batu. menyentuh rambut keyra, lalu meraba telinga, pipi.


yang diraba pun mulai risih, merasa terusik. meraih tangan nakal elvanno.


"aku masih ngantuk bu! "


mendengar suara wanita saat matanya belum terbuka dipagi hari, spontan membuat dada elvanno berdegup kencang. mata yang masih pengen merem itu terbuka. menatap kepala yang menempel di dadanya. sialnya satu tangannya benar benar memeluk pinggang keyra erat.


"aaaa! " jeritnya.


keyra yang mendengar jeritan elvanno, langsung melek. bangun dan menatap elvanno yang berada disampingnya.


"aaaa! "


menatap seluruh pakaiannya. masih nempel dengan sempurna.


"kamu ngapain tidur di kamarku? "


"elo ngapain bobok meluk gue! " elvanno mengelap dadanya.


"aku engga sengaja, aku ngira ibuku, maaf" turun dari tempat tidur dengan wajah yang cemberut.


sungguh, semalam tidurnya sangat nyaman. terasa seperti tengah di kelonin ibunya. cukup kecewa saat kenyataan mengatakan bahwa itu adalah suaminya, bukan ibunya. suami yang menyebabkan kepergian sang ibu.


elvanno masih sibuk mengelap dadanya.


"elo engga kutuan, kan? "


. mata yang berkaca kaca itu melotot, marah dengan pertanyaan elvanno. tapi ia sedih mengingat ibunya. akhirnya ada bulir yang menetes di pelupuk mata itu.


"enggak! " berjalan bergegas masuk ke dalam kamar mandi.


"kok malah nangis sih! heran! ".. karena engga mau telat kesekolah, ia bergegas kembali ke kamarnya untuk mandi melalui pintu balkon.


mama tersenyum menatap dua anaknya yang berseragam putih abu abu berbarengan menuruni tangga. muka mereka sama sama cemberut karena kejadian bangun tidur tadi.


duduk di kursi yang biasa mereka pakai. mulai membalikkan piring. seperti biasa, Keyra ngambilin makan untuk elvanno.


"gimana semalam key? " tanya mama yang sengaja mau memancing obrolan.


keyra dan elvanno sama sama gugup. membatalkan sendok yang hampir menyentuh mulut.


"gimana apanya ma? " elvanno balik nanya.


"semalam kan mama ngasih hp sama keyra, gimana? udah bisa belum? " ucap mama menjelaskan maksudnya.


keyra tersenyum, sedangkan elvanno melanjutkan makannya.


"udah kok ma, semalam aku udah belajar cara pesan taksi online sama ojek online. belajar kirim whatshap juga"

__ADS_1


"bagus kalo begitu" ucap mama tersenyum.


"kamu bisa bawa mobil key? " tanya papa nimbrung.


keyra tersenyum menatap papa, lalu menggeleng.


"emang mobilnya mau dibawa kemana pa? aku sih engga kuat"


"ppfttt.. uhuk.. uhukk.. uhukk.. " elvanno tersedak. segera ngambil minum dan meneguknya. lalu menatap istrinya dengan kesal.


"lo oon apa pura pura bego sih? "


keyra menatap elvanno dengan kening berkerut.


"kenapa tiba tiba ngatain oon sih? lagian yang ngomong sama aku kan papa. bukan kamu! kenapa nyahut? " balas keyra sama kesalnya.


"gimana engga nyahut kalo lola lo lebih tinggi dari monas"


keyra tambah bingung, apa yang membuat elvanno marah.


"bikin orang keselek aja! " melanjutkan kembali makannya.


papa sama mama saling tatap melihat perdebatan antara keyra dan elvanno yang sama sekali engga penting.


"gini maksud papa key, kamu bisa nyetir mobil? " tanya papa lagi.


"engga bisa pa, aku bisa nya goes sepeda" Jawabnya sambil nyengir.


"uhukk.. uhukk.. uhukk.. " kembali elvanno keselek.


"astaga! kamu bisa mati keselek" komentar keyra sambil menutup mulut dengan tangannya.


"cewe kampungan, gaptek, udik. oa.. "


keyra menyumpal mulut elvanno dengan paha ayam. mendorong kursi kebelakang dan berlari masuk dapur dengan tertawa.


"sialan lo ya!! awas aja! engga gue ajari lagi!! "


teriaknya sambil memegang paha ayam.


"ehemm" papa berdehem.


"van, kamu semalam dari mana? "


"biasalah, anak muda" jawab nya kembali menggigit paha ayam itu.


"kenapa masih engga belajar? udah siap berangkat pakai angkot? "


elvanno melirik papa dengan tatapan yang sangat kesal. tetap diam, sama sekali engga berniat untuk menjawab. karena dia yakin kalo papa nya engga serius dengan ancamannya. ia menghabiskan minuman dan segera beranjak. nyampirin tas dibahu,lalu ngeloyor pergi.


"van, ajak keyra berangkat bareng! " seru mama.


"ogah! " tetap jalan dengan congkaknya keluar dari rumah.


saat membuka pintu depan, bryan baru saja tengah mematikan mesin motornya. tatapan keduanya bertubrukan. ada rasa tak rela saat melihat bryan selalu dekat dengan keyra. tapi ia tidak memiliki alasan yang tepat.


"bryan" seru keyra yang sudah berdiri diambang pintu.


"hay key" sapa nya dengan senyuman lebar. berjalan memasuki teras rumah. menyalami mama dan papa pangeran yang juga tengah berdiri disana.

__ADS_1


"pagi om, tante"


"pagi juga yan, tumben kamu samperi elvanno? " sapa mama.


bryan hanya nyengir.


"mau ngajakin keyra berangkat bareng tan, kebetulan kita ini satu kelas, satu bangku juga"


"oh kalian satu kelas" sahut papa.


"iya om"


"tapi keyra mau berangkat bareng elvanno" lanjut papa.


"kata siapa? " elvanno menatap keyra.


"gue mau jemput devi, terserah lo mau berangkat sama siapa" berlalu menuju garasi. memakai helm nya dan segera menjalankan motornya keluar pekarangan rumah.


"benar benar ya anak itu! " ucap papa memijat pelipisnya. cukup pusing memikirkan kelakuan anaknya.


"boleh kan om, saya ajak keyra berangkat bareng? ".. pak bram mengangguk.


" boleh, tapi jangan ngebut ya" ucap papa dengan terpaksa.


keyra mengulurkan tangan nya menyalami mama dan papa.


"aku berangkat dulu ya ma, pa" pamitnya. mama memeluk keyra.


"jangan terlalu dekat dengan lelaki lain ya sayang, ingat. kamu udah bersuami. jaga diri kamu" bisik mama. keyra melotot kaget memdengar penuturan itu. tapi tetap ngangguk dan tersenyum.


"aku berangkat ma" mengulangi ucapannya.


mama dan papa ngangguk. melambaikan tangan saat motor ninja berwarna hitam itu berlalu meninggalkan pekarangan rumah.


"pa, mama engga rela keyra di deketin bryan gitu. dia kan mantu kita pa" keluh mama.


"anak mu itu ma, bikin pusing! papa engga sabar pengen narik semua fasilitasnya! " sahut papa dengan kesal. mengulurkan tangan nya pada mama.


"papa berangkat dulu ya ma"


mama menjabat tangan papa, menciumnya dengan takzim.


"hati hati pa"


bryan menghentikan motor do deretan pertama saat lampu merah di perempatan jalan.


"key, lo beneran sepupuan sama elvanno? " sedikit menoleh kebelakang agar keyra mendengar yang ia tanyakan.


"i.. iyaa.. " jawab nya singkat.


bryan cuma ngangguk, percaya aja. walau sebenarnya ia curiga akan sesuatu.


tak begitu lama, motor elvanno berhenti tepat disamping kanan bryan. tentu sudah ada devi yang membonceng dibelakangnya. bryan menoleh, ia tersenyum miring.


"cepat juga ya" sapa nya sambil natap elvanno dan devi. paha putih nan mulus itu tertampang dengan jelas. bryan geleng kepala.


"duh.. pagi pagi bikin ngaceng" umpat nya lirih.


tapi terus saja menatap paha itu lewat spion.

__ADS_1


_Happy Reading😘_


__ADS_2