
drrtt.. drrtt...
ponselnya diatas meja berdering cukup nyaring. pelan, devi menyambar ponsel, keningnya berkerut mendapati nomor yang tak dikenal terpampang di layar utama.
"hallo" sapanya seraya menempelkan ponsel ke telinga.
"gimana surprise dari gue? lo... udah nikmati? " suara seorang lelaki yang devi tau siapa dia.
"kak tristan" lirihnya.
"ya, ini gue" helaan nafas panjang yang udah pasti disertai kekehan kecil.
"nanti malam pukul tujuh, kalo lo belum balik, gue pastiin video elo yang ada di apartement sama.... bapaknya yang tadi itu... " kembali kekehan tristan membuat darah devi mendidih.
"bakalan gue kirim ke.... ke anak dan istrinya. maybe"
tut! tut! tut!
"kak, hallo, kak! " menatap ponselnya yang sudah menghitam. telpon diputus sepihak.
"arrggg! brengseekk! "
lama devi berdiam di kamarnya, berfikir keras agar tak terjerat dalam permainan tristan. setelah menemukan ide, ia mulai berkemas. memasukkan beberapa helai baju, kartu debit dan yang lainnya. keluar dari kamar sudah dengan tas ransel dan pakaian yang sedikit tertutup.
vita yang duduk di sofa ruang tv, berdiri, cukup bingung melihat devi yang terlihat mau pergi.
"kamu mau kemana? "
__ADS_1
"ma, aku mau ke rumah nenek" devi menatap jam yang melingkar di tangan kiri.
"aku pamit ya, ma" pamitnya.
vita mengejar langkah devi, mencekal lengan anaknya.
"devi, kenapa pergi tiba tiba? kamu menghindari apa? "
"ma, keadaan aku terancam. mama harus rahasiain keberadaanku. siapa aja yang nanyain aku, jangan kasih tau ma"
kening vita berkerut, sungguh dia nggak paham.
"devi, mama makin bingung. kenapa kamu seperti buronan polisi begini? sebenarnya, masalah apa yang kamu hadapi? kalo kamu hamil, kita tinggal ke rumah garry untuk minta pertanggung jawaban. semuanya beres. soal ezhi, kita bisa pikirkan itu nanti. karena bayi yang dalam perutmu lebih penting"
devi geleng kepala,
"ini, lebih parah ma. umm... mama kenal sama elvanno kan? "
"elvanno nggak terima aku putusin, dan lebih milih garry. dia hampir bunuh diri, kakaknya enggak terima aku bikin adiknya frustasi. makanya kakaknya nyebarin ini semua, ma"
kedua mata vita membola, sangat terkejut dengan apa yang devi katakan. elvanno, dari keluarga terpandang, bahkan dia sendiri sangat mengenal sosok rika dengan baik.
"apa yang mau tristan lakuin ke kamu, sayang? " tanyanya dengan sangat khawatir.
devi meneteskan air mata, wajahnya berubah sedih.
"dia... dia nyuruh satpam buat.. buat menyetubuhi aku, ma.. hiks... hiks... " hancur banget saat ingat kejadian kala itu. begitu sadar, dirinya sudah dalam keadaan telanjangg, dan ada satpam yang dengan seenaknya menyetubuhinya beberapa kali.
__ADS_1
"APAA?! " seru vita dengan sangat terkejut.
devi masih dengan tangisnya.
"aku nggak bohong, ma. aku difitnah. tristan yang udah buat aku kek gini. sampai dia ngirim itu ke ezhi. padahal, semua nya cuma editan. itu nggak benar"
"tapi... didepan ezhi tadi kamu--"
"aku sengaja bilang kek gitu, karena tristan bakal celakain teman teman dekat ku juga ma. aku lakuin itu demi kebaikan ezhi dan garry"
kedua mata vita berkaca. tentu percaya dengan apa yang dikatakan devi. dia geleng kepala membayangkan anaknya disetubuhi satpam beberapa kali.
"mama akan laporin ini ke polisi. kamu harus dapat keadilan"
devi geleng kepala, memegang kedua lengan vita.
"jangan, ma. please, nggak usah. aku nggak mau terjadi apa apa sama mama atau kak karin. aku minta ke mama, kalau mama dapat kabar apapun itu, semuanya hanya rekayasa, ma. dan aku pastikan, pengirimnya adalah tristan, kakaknya elvanno. mama bisa bicarain ini sama tante wati, mama minta bantuan ke tante wati, karena ini juga menyangkut garry, ma. anaknya tante wati"
penjilat atau apa sih sebutan yang cocok untuk devi? cckk, lemes nih mulut.
vita ngangguk, menghapus embun yang hampir menetes di pipi.
"mama akan bicarain ini sama wati"
didasar hatinya, devi tersenyum menang. setidaknya, ada yang bisa ia andalkan.
-Happy Reading😘-
__ADS_1
Aduuuh, author kesel banget sama si devi, pengen nabok tuh mulut nya pinter banget balikin fakta.. 😡
Jangan lupa like and vote🖤