Takdir Cinta Keyra

Takdir Cinta Keyra
Part 142


__ADS_3

Keyra memantaskan diri di depan cermin. Mengangkat kedua tangan, mengikat rambutnya rapi dibelakang. Tersenyum saat ada sepasang tangan menelusup, melingkar dibagian perut. Lalu mengecup pipinya dari samping.


“seneng banget, dari bangun tadi udah senyma senyum aja”. Ucap elvanno yang kini menatap wajah istrinya melalui cermin depan.


Kembali keyra tersenyum, lebih lebar, mengelus tangan yang ada diperutnya.


“seneng dong. Hari ini ken pulang ke rumah. Berarti rumah ini bakal rame, aka nada tangis bayi”. Dia terkekeh kecil membayangkan bayi lelaki yang kini berstatus sebagai anaknya.


Jadi, setelah dua bulan berada dirumah sakit, ken udah dapat sempat dibawa pulang. Namun bayi yang lahir dengan kondisi enggak sehat itu kembali sakit, jadi Tristan dan elvanno memutuskan untuk kembali memberikan perawatan intensif. Dan baru akan membawanya pulang saat ken benar-benar telah siap dan sehat.


Keduanya keluar dari kamar bersamaan. Menuruni tangga sambil tertawa karena candaan yang tentu sangat absurd. Marina melipat kedua tangan di depan dadaa, tersenyum menatap kedua adiknya yang terlihat bahagia.


“mau kerumah sakit?” tanyanya basa basi.


Keyra berlari kecil, nyamperin marina, lalu mencium pipi kakak iparnya.


“iya, nggak sabar pengen bawa ken pulang. Udah kangen banget liat bibirnya yang suka ngemut jari”


“kak Tristan belum bangun kak?” Tanya elvanno setelah meneguk segelas teh hangat.

__ADS_1


Marina mengelus kepala keyra, siapa saja, bakalan gemes liat gadis mungil dengan pipi chubby, lalu lesung pipi yang menghiasi wajahnya. Belum poni rambut yang hamper menutupi mata.


“Tristan ada, itu lagi ngopi di teras samping” jawabnya, sambil memiringkan kepala, menunjuk pintu teras yang terbuka.


“yaudah, kita berangkat dulu ya kak. Udah jam Sembilan” pamit keyra, kini tangannya beralih melingkar dilengan elvanno.


Marina terkekeh kecil.


“iya, hati hati”


Marina menghela nafas panjang melihat kedua bocah berstatus suami istri itu melangkah keluar dari rumah.


“ikut seneng liat kalian bahagia gini. Semoga…. Seterusnya akan terus bahagia” gumamnya lirih.


Mobil warna hitam yang dikendarai elvanno berhenti tepat digarasi rumah. Dia dan keyra sama sama menoleh, menatap suster yani yang kini ditugaskan untuk merawat ken. Bisa aja sih, marina atau bik sari yang ngerawat ken. Tapi… disini keyra pengen belajar rawat bayi juga dari suster yani.


Cepat keyra melepas sabuk pengaman, segera keluar, lalu membuka pintu belakang. Menengadahkan kedua tangan saat suster yani sudah keluar. Dengan sangat pelan ken dipindahkan dari tangan suster ke tangan keyra. Lalu melingkarkan gendongan itu ditubuh.


“yaampun, aku kaku banget ya” kekeh sendiri karena dia merasa belum bisa hanya sekedar menggendong bayi itu.

__ADS_1


“pelan pelan dek. Lama lama juga bisa kok” sahut suster.


Elvanno tersenyum, mencubit pelan pipi ken yang baru akan terlihat chubby.


“yuk, masuk” ajaknya.


Mereka berdua melangkah masuk, membiarkan suster membawa barang barang yang tertinggal di dalam mobil. Marina tersenyum lebar menyambut keponakannya. Mencoel hidung ken yang terlihat sedikit mancung.


“ganteng banget ponakanku” sapanya lembut.


Bayi yang kini berumur lima bulan lebih beberapa hari itu mengerjap, mulutnya terbuka, kedua tangan mengepal. Kakinya bergerak menendang nendang. Matanya berbibar, terlihat senang dengan sapaan marina tadi.


Keyra terkekeh, mengelus pipi putih ken.


“iiih, lucu banget” mengecup mata bening milik ken.


“ sini, duduk sini. Kakak pengen pangku ken” ajaknya, menyuruh keyra untuk duduk di sofa ruang santai.


Elvanno melangkah menuju teras samping. Menjatuhkan pantaat dikursi yang ada di depan Tristan. Membuat cowok berambut gondrong itu melirikkearahnya. Lalu menatap kedalam rumah, dimana kedua wanitanya tengah terkekeh dengan bayi dipangkuan marina.

__ADS_1


Happy Reading😘


Jangan lupa tinggalkan like and vote, 🖤


__ADS_2