Takdir Cinta Keyra

Takdir Cinta Keyra
Part 133


__ADS_3

sesampainya dirumah, keduanya langsung mandi air hangat. keyra segera naik ke atas kasur, meringkuk memeluk guling dengan selimut tebal yang membungkus tubuh sampai leher. tak begitu lama, elvanno masuk dengan nampan yang ada teh hangat diatasnya.


"aku bawain teh hangat key. ini, diminum dulu" meletakkannya diatas meja, lalu duduk ditepi kasur sambil memegang gelas.


keyra beringsut, bangun, duduk bersila. tangannya terulur meminta gelas itu.


nggak tega liat tangan keyra yang bergetar dengan bibir pucat.


"biar aku pegangin aja. liat nih, tanganmu sampai bergetar kek gini"


nurut, keyra mengecap teh hangat dari tangan elvanno. kembali ia bobok miring dengan menarik selimut.


"izroil, dingin banget" keluhnya. dia memang menggigil kedinginan.


elvanno kembali menaruh gelas diatas meja, ikut naik keatas kasur, lalu masuk ke dalam selimut yang sama. meraih tubuh menggigil itu, memeluknya erat.


"aku ambilin minyak hangat ya. biar kamu nggak dingin lagi"


keyra hanya ngangguk, mengurai pelukan. membiarkan suami beringsut, membuka laci meja. lalu mengambil minyak telon yang memang keyra simpan disana. dengan sangat lembut elvanno mengusap minyak itu dikedua telapak tangan keyra. lalu telapak kaku yang sangat dingin.


keyra menengadah.


"mana minyaknya, perut aku juga perlu pakai minyak, biar nggak kembung"


elvanno menatap istrinya yang mengelus perut.


"biar aku yang olesi"


keyra melotot, manyun.


"diih, mau modus! " merebut botol minyak yang ada di tangan elvanno.


"jangan liat! "


nggak pergi, nggak beralih, nggak beringsut. malah makin melek liatin gerakan tangan keyra yang mau naikin kaosnya. hingga keyra berdecak kesal, makin manyun melihat suaminya.


"izroil! hadap sana! jangan liatin! " kesalnya.

__ADS_1


elvanno nyengir.


"pengen liat... dikit... aja.. ya, ya, ya, boleh ya" pintanya mengiba, kedua alis dinaik turunkan.


"diih, apa sih! nyebelin! " terdengar kesal, tapi kedua pipi mulai merona, dia malu.


akhirnya memilih miring, kembali menutup tubuh dengan selimut, bahkan kepalanya ikut masuk ke dalam selimut. menuang minyak ditangan, mengusapnya ke kulit perut. setelah selesai, keyra membuka selimut, tersenyum menatap elvanno yang memegang ponsel. menyerahkan botol minyak, lalu merentangkan kedua tangan.


"pelukk" pintanya dengan merengek manja.


kening elvanno berlipat, heran tentunya. diam untuk sesaat, lalu geleng kepala.


"ogah ah. tadi aja pengen liat nggak boleh" keyra tambah manyun, menjatuhkan kedua tangan yang udah merentang.


"kamu messum! " lirihnya, kesal. lalu miring, meraih guling dan memeluknya.


elvanno menyunggingkan senyum, menaruh ponsel diatas meja. ikut berbaring disamping keyra, memeluk tubuh mungil itu dari belakang. mencium tengkuk keyra, membuat kedua bahu itu bergidik karena geli.


terlentang, menatap elvanno yang tersenyum manis.


"geli tauk! "


sama sama merem, menikmati sentuhan hangat yang mulai mereka sukai. hampir mereka melakukan ini setiap hari, dan sepertinya... mulai kecanduan.


setalah mereka puas, kembali keduanya saling tatap. pelan, tangan elvanno bergerak, mengelus perut tipis keyra.


"key, boleh liat? " ijinnya, hembusan nafasnya hangat menyapu wajah keyra.


keyra mengerjap lucu, hanya diam tak mengatakan apa apa.


"key, aku pengen liat" ijinnya untuk membuka yang melingkar itu.


tangannya yang udah nyentuh kaos itu terhenti. tangan keyra mencekalnya erat. menatap wajah suami yang udah di mode 'pengen'.


"kenapa? kamu nggak mau aku liat? " tanyanya.


keyra menelan saliva, dia merasakan sesuatu yang aneh dalam dirinya. dan ini rasa untuk pertama kalinya. menggeleng pelan.

__ADS_1


"bu-bukan gitu. tap-tapi... "


"kenapa? " tanya elvanno yang udah nggak sabar.


"aku aja belum pernah liat punyamu. masa kamu udah mau liat punyaku"


elvanno melepaskan cekalan tangan di kaos keyra.


"yaudah, aku buka baju. kamu bisa liat dadaaku"


keyra manyun.


"diih, aku nggak tertarik"


tangan yang udah angkat kaos itu, nggak jadi lagi.


"lho, katanya pengen liat punyaku juga"


"ya aku udah tau, kalo dadaa kamu rata aja. enggak kaya punyaku"


elvanno membuang nafas.


"padahal punyamu juga rata gitu lho. enggak ada tanjakannya"


keyra menunduk, menatap dadaanya. memang enggak besar sih, tapi kan tetap keliatan kalo ada sedikit tanjakan.


"iya ya" mengangkat kepala, menatap elvanno yang sejak tadi merhatiin dadaa keyra.


"punya kak devi itu kok bisa gede banget ya, izroil? itu dari lahir emang udah takdirnya gede ya? "


elvanno geleng kepala.


"kok jadi ngomongin devi sih? " terlihat kesal, karena itu mengingatkannya pada kejadian dimana ia juga pernah menyentuh dadaa devi yang gede itu.


"penasaran aja sih. "


-Happy Reading🄰-

__ADS_1


Jangan lupa like and votešŸ–¤


__ADS_2