
keyra gugup, berkali kali membuang nafas kasar melalui mulut. mencengkeram erat tali tas yang nyampir di bahu. keyra yang baru turun dari motor, mengerutkan kening melihat tingkah sahabat lamanya ini.
menepuk pundak keyra, membuat keyra sedikit terlonjak karena terkejut.
"kamu kenapa key? sampai keringetan gitu? " herannya.
keyra kikuk, memaksakan senyum.
"nggak apa apa kil. aku... aku agak nervous"
killa tertawa kecil, melingkarkan tangan ke lengan keyra. menyeret sahabatnya itu untuk berjalan menuju ruang guru.
"kek baru pertama kali kamu sekolah disini. nggak inget apa, kamu dulu juga sekolah disini? ngasih piala disekolahan ini lho key"
keyra masih sedikit kaku, sangat gugup. tubuhnya bergetar, bahkan sampai keluar keringat dingin di kening.
"key, kamu sakit? " killa menggenggam tangan keyra. cukup khawatir karena tangan itu terasa sangat dingin.
keyra merem dalam, mencoba untuk percaya diri. menggeleng, memaksakan senyum.
"aku... aku baik baik aja kil"
"ini, wajah kamu pucet. ayo ke uks dulu." nggak nunggu persetujuan keyra, killa menyeret tangan itu masuk ke uks. menyuruh keyra untuk duduk di tepi ranjang.
setibanya di dalam uks, keyra menutup wajah dengan kedua tangan, membuang nafas berkali kali melalui mulut. berharap semua bisa mengurangi rasa takutnya.
"siniin tangan kamu. aku kasih minyak angin" killa meraih tangan keyra, mengolesi minyak panas di telapak tangan itu.
"perut kamu sakit nggak? coba olesi juga" menyodorkan botol minyak itu.
"atau mau aku kerokin punggungnya? " tawarnya.
keyra geleng kepala.
__ADS_1
"enggak usah kil. gini aja, nanti pasti baikan kok"
killa membuang nafas kasar, meraih kursi dari plastik yang ada di dalam ruangan.
"kamu.... sebenarnya kamu kenapa key? "
keyra menggeleng cepat,
"aku nggak apa apa kok. aku... aku cuma gerogi aja"
mendengar jawaban keyra, kening killa berkerut.
"gerogi? " meyakinkan yang di dengar. lalu tertawa kecil melihat anggukan keyra.
"seorang keyra gerogi? hahah... "
detik kemudian killa menutup mulut, menghentikan tawanya.
"apa yang bikin kamu gerogi sih key?. liat deh, penampilan kamu aja jauh beda dari kamu yang dulu. kamu sekarang... lebih cantik, kulit kamu juga lebih putih, belum lagi... orang tua angkat kamu yang punya segalanya key"
teng! teng! teng!
bel tanda pelajaran akan dimulai sudah berbunyi. killa berpamitan untuk masuk ke kelas lebih dulu. karena keyra masih harua keruang guru untuk mengisi beberapa data.
##
elvanno menghentikan motor tepat di samping motor milik dava. melepas helm, sedikit mengulas senyum saat tatapan ketiga temannya yang belum lama mematikan mesin motor itu bertubrukan.
seperti biasa, ia mengacak rambutnya terlebih dahulu. lalu turun.
"kediip wooi!! gue emang ganteng" mentoyor kening bryan, membuat cowok bergigi ginsul itu hampir jatuh kebelakang.
bryan mengelus kening bekas toyoran elvanno.
__ADS_1
"eh, lo kejatuhan ilham? tumben banget ke sekolah"
viko ngangguk,
"tapi syukur deh kalo dia nggak jadi gila"
elvanno mencibir, menatap kesal ke viko.
"bacoot! "
dava sedikit terkekeh, turun dari motor, mendekati elvanno. dengan seenaknya dia nempelin punggung tangan ke kening elvanno. dan tentu langsung ditepis kasar oleh si pemilik kening.
"apa sih! tangan lo bau taii! " umpat elvanno.
setelahnya, cowok ganteng itu ngeloyor menuju ke kelasnya. kelas yang baru tentunya, karena kali ini dia sudah berstatus kelas dua belas. ketiga cowok yang tak kalah tampan itu mengikuti langkah elvanno. duduk di meja yang ada di deretan paling belakang. seperti biasa juga, bryan akan duduk di meja yang sama dengan elvanno.
tet! tet! tet!
viko memasukkan tas ke laci, begitu juga dava. berdiri, menepuk bahu bryan dan elvanno. mengkode untuk segera meninggalkan kelas dan nongkrong ditempat biasa mereka.
"van, ayok" ajak bryan saat menyadari teman nya tak juga beranjak.
elvanno geleng kepala, mengeluarkan buku paket serta buku tulis.
"kalian aja, gue mau belajar serius"
"hah?! "
jawaban elvanno membuat ketiga temannya cukup terkejut dengan wajah super cengo. mereka saling berpandangan, menatap elvanno sangat tak percaya. menit berlalu, ketiganya tetap meninggalkan kelas, membiarkan elvanno dengan perubahannya.
-**Happy Reading😘-
yang nungguin lanjutan cerita keadaan devi, sabar ya, abis ini bakalan ada part tentang devi.. 😉
__ADS_1
Jangan lupa like and vote🖤**