Takdir Cinta Keyra

Takdir Cinta Keyra
Part 64


__ADS_3

"LEPASIN DIA BANGSAAD!! "


bryan murka, ia mengibaskan tangannya dengan kasar. mulai adu jotos dengan beberapa pria yang kini main keroyokan. delapan lawan satu, siapakah pemenang nya?


udah bisa ditebak kan?


yups! bryan dengan mudah jatuh ke aspal. tangan nya diinjak, kaki nya ditendang, bahkan dengan sangat sengaja salah satu dari mereka menusuk perut bryan dengan belati.


"BRYAAAAAN!! "


delapan orang itu segera masuk ke dalam mobil setelah memastikan bryan tak lagi bergerak. cowok tampan itu tergolek dengan luka parah. terlebih bagian perut yang sudah pasti sobek oleh belati yang sempat ditancapkan. belum lagi wajah yang tertutup oleh beberapa luka jotos para pria tadi.


sepuluh menit berlalu, sebuah angkot yang melaju melewati jalan itu berhenti. sopir angkot yang baik hati dan suka menolong itu turun. lalu berteriak meminta bantuan pada penumpang yang ada di dalam.


dara yang kebetulan berada di dalam angkot, ikut turun. ia terbelalak, cukup terkejut saat melihat itu adalah bryan, teman satu kelasnya. terlebih menemukan tas milik keyra serta ponsel yang tergeletak begitu saja.


sedangkan diseberang sana, elvanno kelimpungan mendengar teriakan keyra, mendengar keributan. suara adu jotos dan teriakan bryan yang membuat nya sangat tak tenang.


"key! key! " tetap tak ada yang menyahut.


hati nya kembali terasa mencekam saat mendengar deru mobil, lalu suara pukulan bertubi tubi yang ia yakini itu pukulan untuk bryan. setelahnya, suara beberapa orang yang menyatakan jika bryan telah mati. menit kemudian, suara mobil yang terdengar menjauh. lalu... hening.


"woii! siapa pun disana! tolong beritahu, kalian ada dimana?! "


sepi, teriakan itu tak ada yang menyahut sama sekali. elvanno langsung menutup telpon, meraih kunci motor dan jaket. berlari keluar dari kamar untuk mencari keberadaan keyra.


"aarrgghhh! sial! " kesalnya saat gps di ponsel keyra nggak aktif lagi.


tidak ada cara lain, ia hanya bisa melacak keberadaan keduanya dengan cara melewati jalan yang biasa mereka lalui untuk pergi ke sekolah.


elvanno mengendarai motor dengan brutal, menyusuri jalan itu, bahkan sampai tiba di depan sekolah, ia tak menemukan keberadaan bryan dan keyra.

__ADS_1


kini ia kalang kabut. mengacak rambut nya dengan frustasi. cepat ia mengambil ponsel, mencari nomor viko.


"hallo vik" sapa nya setelah telpon tersambung.


"ya sayang, apa? "


"iihh, jijiik, anjiing! "


terdengar kekehan diseberang sana.


"lo tau bryan dan keyra? "


"ini hari terakhir sekolah, pasti mereka pacaran lah. pake nanya lagi" jawab viko yakin.


"gue nanya serius, anjiing! " kesal elvanno dengan sangat serius.


viko terdiam sesaat,


"ini genting! beberapa menit yang lalu, keyra telpon gue. dan keadaan mereka nggak baik baik aja. apalagi si bryan dinyatakan mati setelah digebukin" tutur elvanno dengan penuh kekhawatiran.


"hah?! jangan ngaco deh van! " diseberang sana viko terlihat nggak percaya. samar terdengar suara dava yang bertanya.


"gue serius, sugiono! bantu cari! "


elvanno memutuskan sambungan telpon. ia menyugar rambut, bingung mau nyari keduanya kemana. kalo langsung ngomong ke papa atau mama, pasti mereka bakalan khawatir banget.


memilih kembali menjalankan motor, dijalanan yang sering mereka lewati, hingga lima belas menit berlalu, ia tetap tidak menemukan apa apa.


kembali elvanno mengambil ponsel dari saku jaket, mencari nomor keyra dan melakukan panggilan telpon lagi. anteng untuk beberapa saat, sampai akhirnya ia tersenyum penuh kelegaan saat terdengar ada sahutan disana.


"ha--hall--hallo" suara seorang wanita yang terdengar gagu.

__ADS_1


kening elvanno berkerut,


"lo siapa? kenapa ponsel keyra ada di elo? " tanya nya mengintimidasi.


diseberang sana dara menahan ludah. sejak masuk di SMA, ia sama sekali belum pernah bertegur sapa dengan elvanno, walau mereka ini satu kelas. dan saat ini, ia gerogi luar biasa bisa berbicara dengan pria most wanted ini. walau hanya melalui telpon.


"ak--akku dara"


"keyra mana? " tanya nya tak sabar, bahkan tak tau jika lawan bicara nya menahan ketakutan.


"ak--aakku nggak tau"


elvanno menghela nafas panjang,


"lo tau bryan dimana? "


"di--di rum--rumahh sa--sakit"


"rumah sakit mana? " sahut elvanno cepat.


diam untuk beberapa detik, tentu dara mengumpulkan keberanian nya agar dia bisa kembali berbicara.


"di--ru--rumah sa-sakit Y"


"ok, gue kesitu"


elvanno kembali menghidupkan mesin motor, lalu memutar gas menuju rumah sakit.


_**Happy Reading😘_


Jangan lupa like and votešŸ–¤**

__ADS_1


__ADS_2