Takdir Cinta Keyra

Takdir Cinta Keyra
Part 99


__ADS_3

"mama senang liat kamu yang semangat kek gini, van. tapi.... mama cuma takut kamu akan kecewa"


elvanno geleng kepala.


"aku butuh doa dari mama dan papa. sejauh ini, aku akan berusaha sebisa ku ma. untuk hasilnya, serahin aja sama yang berhak"


rika memeluk anaknya, menangis haru mendengar penuturan elvanno yang kini sedikit bisa berfikir dewasa.


"mama sama papa selalu doain buat kebahagiaan dan kebaikan kamu, sayang. mama seneng banget kalo kamu deket sama keyra. dia baik, dia yang bisa rubah kamu jadi lebih baik seperti sekarang. kejar dia, mama nggak pernah larang kok"


elvanno tersenyum di balik punggung rika, mengurai pelukan, mengusap kedua pipi mamanya.


"mama nangisin apa sih? kok aneh"


rika terkekeh.


"mama nangis bahagia liat semangat juang kamu. yaudah, kamu lanjutin belajarnya, mama mau nemenin papa ngopi"


menepuk pundak anaknya yang kini lebih tinggi dari dirinya. melangkah keluar dari kamar, lalu kembali menutup pintu.


elvanno membuang nafas kasar yang terasa sesak di dadaa dengan cukup kasar. menunduk, menyugar rambut, mendudukkan pantat di tepi tempat tidur. tatapannya menerawang, menatap seragam milik keyra yang masih terpajang di belakang pintu.


Rindu.


itu yang membuat dadaanya kian sesak. menahan rindu pada seseorang yang tak mau dekat dengannya, sakit sekali. matanya memerah, berkaca, detik kemudian bulir bening menetes membasahi kedua pipi.


"key, gue kangen, kangennn.... bangeeet" lirihnya dengan menahan sesak di dadaa.


detik kemudian, dia mulai beranjak, mengambil kamera dari dalam laci, menyalakannya, lalu menaruh diatas meja. dia sendiri meraih gitar yang ada disamping ranjang. tangannya mulai memetik senar dengan pelan, kedua mata kembali merem, membiarkan bulir itu terus menetes membasahi kedua pipi.


disini aku masih sendiri


merenungi hari hari sepi


aku tanpamu, masih tanpamu


bila esok hari datang lagi


ku coba hadapi semua ini


meski tanpamu, oh, meski tanpamu


bila aku dapat bintang yang berpijar


mentari yang tenang bersamaku disini


ku dapat tertawa menangis merenung


di tempat ini aku bertahan

__ADS_1


suara dengarkanlah aku


apa kabarnya pujaan hatiku


aku disini menunggunya


masih berharap di dalam hatinya


suara dengarkanlah aku


apakah aku ada dihatinya


aku disini menunggunya


masih berharap di dalam hatinya....


##


keyra mengusap bekas susu yang melingkar di bibir, menatap pantulan wajahnya di cermin. mengambil ikat rambut, mengikatnya asal. setelahnya, dia mulai mengambil buku. bersiap untuk belajar setelah selesai makan malam.


"non, didepan ada temannya non keyra" bik sari muncul di balik pintu.


keyra menoleh, sedikit manyun.


"iya, aku kedepan"


"bibik perlu buatin minum nggak? "


"umm, nggak usah bik. dia cuma bentar kok"


"oh, yaudah, bibik mau lanjutin nulis laporan"


setelahnya, bibik berlalu pergi, kembali ke depan tv. membuat laporan keuangan di restoran yang dijalankan. tentu milik orang tua elvanno.


keyra keluar kamar, berjalan dengan sangat malas menemui ansel yang tadi udah ijin mau main. melihat keyra keluar, ansel berdiri dari duduknya. tersenyum manis menyambut cewek yang ia tunggu sejak tadi.


"uum, ngobrol diluar aja yuk sel" ajaknya.


ansel hanya ngangguk, melangkah keluar, duduk di kursi teras. keyra duduk disebelah ansel dengan jarak yang lumayan jauh.


"kamu udah ngerjain tugas kimia? " tanya keyra yang otaknya tak pernah jauh dari mata pelajaran.


ansel ngangguk,


"udah, tadi sepulang sekolah, aku langsung ngerjain. kamu belum? "


keyra geleng kepala.


"aku belum terlalu paham. masih harus pahami bab depan nya dulu"

__ADS_1


"kalo masih enggak paham, besok aku ajari"


keyra mengulas senyum.


"iya"


ansel mengeluarkan kertas dari saku jaket.


"aku kemarin beli dua tiket buat nonton konsernya nine percent. nonton yukk. aku beli ini khusus buat kamu. masih inget banget, kamu dulu sampai tidur meluk poster nya cai xukun, seking ngefans nya sama personil itu"


pengen banget, tapi... dia belum ngerjain tugasnya.


"umm,... enggak deh, sel. konsernya mulai jam sembilan, pasti selesainya tengah malam"


"kan sama aku, nanti aku jagain, kita pulang sebelum jam sebelas" bujuknya.


keyra diam, tidak berfikir lagi. kembali geleng kepala.


"enggak, aku nggak enak sama bibik"


"biar aku yang minta ijin ke bibik kamu"


keyra menoleh, menatap wajah serius ansel. dari dulu, ansel memang selalu memperlakukannya dengan lembut dan special.


"tapi... janji ya. pulangnya jangan malam malam"


mendengar jawaban keyra, dengan cepat ansel ngangguk. kedua matanya berbinar, mengacungkan dua jari disamping kepala.


"yaudah, aku ganti baju dulu, sama panggilin bibik"


"iya"


keyra melangkah masuk ke dalam. nyamperin bik sari yang fokus sama buku di depannya.


"bik, ansel mau minta ijin ke bibik. kita mau nonton konser sebentar" ucapnya.


bik sari mendongak, lalu ngangguk.


"iya, bibik ke depan"


mendengar jawaban bik sari, keyra melangkah masuk ke kamar untuk ganti baju. mengambil sweater dan celana jeans panjang. tak sengaja, matanya menatap ponsel yang ia taruh di meja samping lemari. terlihat jika ada pesan wa masuk, karna layar itu masih berkedip.


tangannya meraih ponsel, membawanya duduk di tepi kasur. sebuah video yang dikirim dari nomor elvanno. tanpa sengaja pula, jari keyra mendownload video itu, lalu memutarnya.


lantunan lagu yang dinyanyikan elvanno dengan tangis yang membasahi kedua pipi membuatnya terenyuh. keyra menelan ludah dengan sudah payah, meremas kaos di bagian dadaa. tetiba kehabisan oksigen, membuatnya harus membuang nafas berkali kali melalui mulut. air mata jatuh begitu saja merasakan sakit yang sama. merasakan kerinduan yang sama.


"izroil, maafin aku... hiks... aku juga kangen sama kamu... "


-Happy Reading😘-

__ADS_1


Jangan lupa like and votešŸ–¤


__ADS_2