
mendapat pertanyaan langsung diucapkan dari mama mertua, keyra diam. bingung mau jawab gimana. dia sendiri nggak tau apa yang dirasain. menunduk, menelan ludah dengan sedikit kesusahan.
"mama tau, kamu anak yang baik, key. maafin elvanno yang belum bisa bikin kamu nyaman. papa sama mama akan berusaha buat elvanno ninggalin pacarnya itu. kami.. sayang kamu" lanjut mama.
keyra hanya tersenyum kecil, beranjak turun. mengambil tas ransel yang ia simpan di lemari paling bawah. memasukkan buku paket yang akan ia bawa saat liburan.
"kamu.. bisa kan, nerima elvanno.? ya.. memang kalian ini masih sekolah. usia kalian juga masih belasan. tapi.. memulai dari sekarang akan kah lebih bagus? "
keyra menghentikan tangan yang memilih kaos. berbalik, menatap mama yang menatapnya dengan penuh harap.
"di dunia ini, aku hanya punya ayah dan ibu, ma. saat mereka tak ada, aku tak memiliki siapapun untuk bersandar, berbagi keluh kesah seperti yang biasa aku lakukan sepulang sekolah" keyra mendudukan pantat di kursi belajarnya.
"dulu.. sepulang sekolah, pasti ayah selalu nyiapin makanan dan teh hangat buat aku. antusias banget dengerin cerita aku disekolah. padahal aku cuma terpilih jadi ketua kelas doang. "
keyra tertawa melas, bulir bening menetes di kedua pipi. mengingat semua kenangannya bersama sang ayah.
"apapun yang aku lakukan, ayah selalu menyanjung, selalu memuji. membuat aku merasa sebagai anak yang paling hebat di dunia ini. dia sayang banget sama aku. namun.. saat denger permintaan terakhir ayah yang menyuruh aku buat berbakti kepada elvanno.... huuhhh.. itu berat banget, ma"
keyra menghapus air mata yang benar benar membanjiri pipi.
"aku harus berbakti kepada laki laki yang telah membuat ayah sama ibu pergi" kini keyra tersenyum getir.
"aku berusaha menyakinkan hati, ma. bahwa elvanno memang adalah yang dikirim tuhan buat aku tempat bersandar" kembali bulir bening itu menetes.
"menerima nya itu sulit, ma.. sangat sulit" kali ini ia menutup wajah dengan kedua telapak tangan.
mama mendekat, memeluk anak mantunya yang terisak.
"iya sayang, mama tau. mama tau ini berat banget buat kamu. maafin mama, maafin mama yang belum bisa didik elvanno jadi anak yang baik. maafin elvanno, karena dia kamu harus melewati kehidupan yang pahit seperti ini. maaf ya, sayang"
keyra tak bisa bicara apapun. hatinya kembali perih mengingat kedua orang tuanya.
"mama janji, key. mama sama papa akan membuat elvanno menerima kamu, mencintai kamu. dan membawa kamu merasakan kabahagiaan yang belum pernah kamu rasakan sebelumnya. " lanjut mama dengan ikut terisak.
elvanno mengurungkan niat untuk masuk ke kamar keyra. ia kembali menyeret kaki, menjauh dari kamar itu dan kembali masuk ke kamarnya. menjatuhkan tubuh dengan kasar ke sofa. ia merem dengan rasa bersalah yang melingkupi hatinya.
elvanno, mama, dan keyra duduk di kursi belakang. sedangkan papa duduk di kursi depan bersama pak adi, sopir pribadi papa. dari awal berangkat, keyra sudah memasang earphone di kedua telinga. menyandarkan kepala di sandaran kursi sambil merem.
"sandaran sini kalo mau bobok" bisik elvanno kepada keyra sambil menepuk bahu nya sendiri.
keyra tak menanggapi, pura pura diam mendengarkan musik. padahal ia masih ngambek sama elvanno. menyilakan kedua tangan di depan dada, dan mencoba untuk beneran tidur.
elvanno memilih mengambil ponsel dan memainkan game tebak tebakan favoritenya. sedangkan mama asik mengobrol sama papa. tak begitu lama, ponsel keyra bergetar. ada pesan wa masuk. keyra melek dan mengambil ponsel yang ada disaku celana.
pesan masuk dari bryan.
{gue tuh suka sama elo saat pertama kali jumpa. serius nggak akan ada kebohongan diantara kita. gue pasti bisa jagain elo. gue suka banget sama elo. jadi pacar gue yaa. pliiss}
{nggak akan gue sia siain wanita yang gue cinta}
keyra menghela nafasnya. pesan dari bryan yang yang lima puluh. membuat ia memikirkan kata untuk membalas.
"bilang nggak mau aja susah banget" ucap elvanno yang ternyata ikutan baca pesan dari bryan.
keyra langsung melotot menatap elvanno.
__ADS_1
"kenapa ngintipin sih! "
"nggak ngintip, keliatan juga" elaknya. membuat keyra langsung manyun.
"bales kalo nggak mau, jangan ngasih harapan sama orang yang memang nggak lo suka, kasihan"
"sok tau! "
elvanno tersenyum miring.
"nyatanya kan emang begitu, key"
"enggak kok! "
"jadi, elo suka sama bryan? "
"iya, aku juga suka" jawabnya asal. yang penting bisa nyalahin apa yang keluar dari mulut elvanno.
elvanno menatap tajam ke arah keyra. mendekatkan wajahnya.
"coba ulangi lagi, gue nggak denger"
keyra masih manyun, mengalihkan pandangan. nggak sanggup jika harus menatap mata elvanno secara dekat. karena setiap bertatapan mata, ada muncul debaran di dada yang sulit untuk dikondisikan. dia sendiri nggak ngerti, itu terjadi dengan sendirinya.
elvanno meraih tangan keyra. menggenggam dengan cukup erat.
"pa, beliin cincin buat kita dong" pintanya memohon.
papa, mama, keyra sama sama menatap ke arah elvanno.
"cincin? " papa membeo.
elvanno mengangkat tangannya yang menggenggam erat tangan keyra.
"iya, kek mama sama papa. kalian kan pakai cincin yang sama"
papa dan mama sama sama tersenyum.
"oo.. cincin nikah. iya besok setelah pulang liburan. papa beliin cincinnya. "
elvanno tersenyum senang.
"aseekk"
"mau cincin yang emas atau yang perak, key? " tanya mama. menatap keyra yang hanya diam menatap keluar jendela.
"emm.. emas sama perak sama aja, ma"
"yang tiranium aja ma. bentuknya yang simpel. polosan, dan nggak ada hiasan apapun"
keyra memilih diam, kembali menatap keluar jendela. ada perasaan kesal di dalam dada. rasa ingin nimpuk kepala elvanno, atau menjambak rambutnya.
elvanno menengadahkan tangan.
"mana hp lo? "
__ADS_1
keyra menatap tangan itu.
"mau apa? "
"mana! "
"enggak! "
"biar aku balas chat dari bryan" keyra mendekik, sekarang ia punya ide.
"jangan lagi sentuh sentuh hp ku ya! karena mulai sekarang, aku mau pacaran sama bryan" ngomongnya sedikit berbisik, karena takut jika mama sama papa sampai dengar.
elvanno membulatkan matanya. menarik kembali tangan keyra.
"elo gila ya! "
keyra tetap diam menatap keluar jendela.
"elo itu istri sah gue. mana ada seorang istri pacaran sama cowok lain. itu namanya selingkuh! "
keyra balas menatap elvanno, jarak diantaranya sangat dekat.
"kamu sendiri ngapain sama devi? "
elvanno membuang nafas kasar, mengacak rambutnya.
"ini gue mau mutusin dia"
keyra sedikit terkejut.
"itu terserah kamu. karena aku udah bilang iya ke bryan"
"key" ucapnya seperti rengekan.
"udah, mulai sekarang jangan recoki hp ku, jangan sering keluar masuk kamarku lagi. aku ini pacarnya orang, dan orangnya itu teman kamu"
"putus sekarang! "
"sinting kamu! baru juga bilang iya, masa udah mau putus? "
"key, jangan gini dong. gue enggak mau elo berhubungan dengan cowok lain"
"emang kenapa? "
"karena... "diam memikirkan alasan yang pas.
" karena elo itu bini gue"
"pura pura jadi sepupu kan bisa"
"key.. "
_**Happy Reading😘_
jangan lupa tinggalkan like and vote ya guys🖤🖤**
__ADS_1