Takdir Cinta Keyra

Takdir Cinta Keyra
Part 146


__ADS_3

beberapa menit berlalu, kembali abram terlihat di dalam layar. kini sudah ada di dalam mobil, tersenyum kembali menatap dua putranya yang masih menanti untuk bicara dengannya.


"uumm, pa, tadi... wanita itu siapa? " tanya tristan pelan.


"uumm, itu tadi... penjual udang. dia pemilik tambak udang disini. papa beli udang buat restoran. kan nggak mungkin juga, papa disini nganggur nggak ngapa ngapain"


tristan dan elvanno kembali saling tatap, lalu ngangguk.


"keknya papa deket sama wanita yang tadi itu" seru elvanno.


"kita nggak masalah kalo papa mau nikah lagi. asal... jangan jadi pengganggu rumah tangga orang" peringatan dari tristan.


abram tertawa kecil.


"dia janda anak dua, tan. anak nya juga udah gede, seumuran sama elvanno. suaminya meninggal sembilan belas tahun yang lalu" terang papa.


"nah kan. apa gue bilang. papa emang ada rasa sama itu wanita" seru tristan dengan menatap elvanno. dan ditanggapi anggukan oleh adiknya.


abram kembali tertawa.


"mama kalian belum ada setahun pergi. nggak boleh ngomong gitu, mama tetap ada di dalam hati papa. ya, sekedar mengagumi kan nggak masalah, tan. agar papa ini nggak terlalu larut dalam kesedihan. ingat sama mama kalian terus. "


"iya, iya, pa. kita ngerti kok. tapi harus ingat ya pa. jangan maksiat" kembali tristan memperingatkan, padahal dirinya sendiri udah bobrok.


"iya, papa inget. papa janji, papa akan menjaga semuanya dengan baik. melihat kebahagian kalian, papa nggak akan merusaknya dengan berulah disini.

__ADS_1


tiga lelaki itu sama sama tersenyum bahagia.


" papa nggak mau pulang lagi? enggak pengen liat ken? " elvanno kembali mencari topik pembicaraan.


"tadi papa udah liat ken kok"


"papa abis telfon keyra? "


"iya, dia ganteng. udah bisa miring miring" jawab papa.


"kata suster yani, perkembangannya agak lambat sih pa" sahut elvanno dengan sedikit sendu.


"enggak apa van. kalian kan juga tau, perjuangan ken untuk tetap bisa bertahan hidup, itu nggak gampang. harus makan obat selama beberapa bulan. jadi.. papa rasa, wajar jika perkembangannya nggak secepat bayi pada umumnya."


elvanno hanya ngangguk, mencoba mengerti. tapi memang benar apa yang dikatakan papa dan kakaknya.


"uuumm, tan" panggil papa, membuat kening tristan berlipat dengan mata sedikit melebar.


"adikmu udah gede. dia udah tau, gimana caranya buatin ponakan buat kamu"


mendengar ucapan abram, kedua cowok itu sama sama mengerutkan kening.


"keyra cerita sama papa? " tanya elvanno setelah menyadari sesuatu.


abram tersenyum, bahkan menahan untuk tak tertawa, ngangguk dengan sangat meyakinkan. sedangkan tristan menatap elvanno yang wajahnya memerah, tentu sangat malu. lalu...

__ADS_1


"bahahaaa... " tawa tristan pecah.


ditertawakan oleh kakak dan papanya, elvanno memilih menyembunyikan wajahnya dilipatan tangan pinggiran meja.


"aduuh, perut gue sampai perih. keyra emang sialan, selalu aja bikin perut sampai kaku kek gini" menekan perutnya yang jadi sakit karena kebanyakan tertawa. kembali tristan menatap layar ponsel.


"tadi keyra bilang apa pa? " tanyanya penasaran.


elvanno mentonyor kepala kakaknya.


"udah ah, kak. nggak usah dibahas"


"katanya gini--"


klik!


elvanno mematikan telpon, membuat layar ponsel tristan menghitam. dia sudah sangat malu, beranjak dari duduknya, berjalan menuju kamar mandi.


"bahahah... kenapa sih, lo! malu ya? hahah... "


tak hentinya tristan tertawa. membayangkan wajah polos keyra menceritakan kejadian malam bersama elvanno. lebih parahnya, dia cerita ke papa mertua.


Happy Reading🄰


Jangan lupa like and votešŸ–¤

__ADS_1


__ADS_2