
dengan santai keyra keluar dari toilet. ada devi yang sudah menunggunya di depan pintu. ia langsung mendorong tubuh keyra dengan kasar hingga terpentok ke dinding.
"aww.. kakak apaan sih! " sama sekali tak ada raut takut.
"gue engga ngerti kenapa semalam elo ngintip. kalo semua sampai bocor, elo adalah orang pertama yang aku cari! " mencengkram kuat kerah baju keyra.
keyra menepisnya kasar.
"kakak tuh aneh ya, pacaran sama elvanno tapi masih saja main sama om om. kasihan elvanno"
mata devi melotot, cukup terkejut karena ternyata keyra sama sekali engga takut sama dia. padahal hampir semua siswi seantero ini takut setiap kali berurusan dengannya.
kembali mencengkram kerah baju keyra.
"berani lo ya! "
plakk!
satu tamparan mendarat di pipi keyra. wajah keyra memerah, tentu marah. dan ditambah bekas tangan devi. keyra balas mendorong tubuh devi.
"denger ya, kak. aku memang adik kelas, aku memang anak baru. tapi bukan berarti kakak bisa semena mena sama aku! elvanno itu berhak tau kelakuan kakak! jangan jadiin dia atm yang seenak udel kakak porotin terus! " ucap keyra dengan lantang.
"b******k lo, ya! " balik mendorong tubuh keyra sampai terpentok ke wastafle.
"ada hubungan apa elo sama elvanno, hah? jangan jangan elo udah rayu dia ya? udah genetin dia! makanya dia engga respect lagi sama gue, dasar penikung! " tangan nya terus mendorong dorong bahu keyra dengan kasar.
keyra meringis sakit, pinggangnya seperti lecet. atau mungkin malah memar.
"o em ji vi, elo apaan anak orang? " ezhi sama acha muncul di depan pintu.
"dia udah ngasih racun ke elvanno. mangkanya elvanno engga respect lagi sama gue. cuiihh! "
meludahi seragam keyra.
acha mengarahkan matanya menuju salah satu bilik toilet. devi dan ezhi tersenyum jahat. ezhi segera menarik tangan keyra dengan kasar. devi melakukan hal yang sama.
"lepas! kalian mau apa? lepaskan! " teriak keyra, mencoba tak mengikuti langkah kaki mereka.
tapi dengan kasar acha mendorong tubuhnya.
melemparnya masuk ke salah satu bilik ditoilet yang paling ujung. untuk kali ini, keyra gemetar. merasa sedikit takut karena tiga lawan satu.
devi melipat kedua tangannya di depan dada.
"copot sono, cha! " perintahnya
__ADS_1
acha manju, menarik baju keyra dengan sangat kasar. keyra mencoba menepisnya, tapi gagal!
kekuatannya tidak sebanding dengan tubuh acha yang lebih besar darinya. seragam putihnya terlepas, kancing baju berserakan di toilet.
tubuh kecil dan dada rata itu terlihat sangat jelas. ketiga wanita kakak kelas ini tertawa dengan sangat puas. dengan cepat ezhi mengambil air dan menuangkan diatas kepala keyra.
"mampus lo! dasar penikung! "
"dada rata gitu, vi. engga sebanding lah sama punya elo yang 38" celetuk acha.
devi menendang kaki keyra.
"jangan berani lawan gue, ini baru permulaan. taik! " bisiknya sambil menjambak rambut keyra dengan kasar. lalu berbalik dengan tersenyum penuh kepuasan.
"yok, cabut! " seru devi pada kedua temannya.
acha membungkuk, menjambak rambut keyra. membuat keyra mendongakkan kepala.
"ngaca!! muka lo kek taikk!! engga pantes sandingan sama elvanno! bangkee! " melepaskan jambakannya dengan kasar, membuat kepala keyra terbentur ke tembok.
"agghhh...." ringis keyra lirih.
bhukk!
"dengerin tuh! anak baru aja belagu! dasar jalang! "
ketiga cewek yang terkenal dengan pembullyan nya itu melangkah keluar dari bilik toilet. devi menutup pintu, mengunci pintu dari luar dengan senyum menyeringai penuh kemenangan.
"yook! " mengekor kedua langkah temannya yang sudah lebih dulu melangkah.
ezhi menoleh ke kanan dan kekiri, memastikan jika tidak ada orang diluar. lalu memberi intruksi pada kedua temannya agar cepat keluar. berlari kecil meninggalkan toilet menuju kelasnya.
sementara keyra mulai menangis, memeluk kedua lutut yang semuanya sudah basah. meraih baju seragamnya yang sudah tergelatak di lantai. terisak kecil saat melihat kancing bajunya berserakan di depan mata.
ia berusaha bangun, meraih knop pintu. menariknya, tapi susah. devi telah mengunci pintu dari luar. air matanya menetes disertai badan yang menggigil.
brakk! brakk!
"tolong... hiks.. hiks... tolong.. siapapun yang denger.. tolong aku.. hikss.. "kedua bahu keyra mulai bergetar karena dingin dan isakan nya.
keyra kembali duduk dilantai yang memang sudah basah. kembali memeluk kedua lutut. berharap mampu mengurangi dingin yang ia rasakan.
" ayah.. hiks.. hiks.. keyra kangen ayah.. hidup di jakarta itu engga enak. aku lebih suka tinggal sama ayah dan ibu. keyra kangen.. hikss... ayah, ibu" tangis pilu keyra menggema di dalam bilik.
tiga puluh menit, terasa lama bagi keyra yang terkurung. bibirnya sudah membiru disertai kaki nya yang terasa nyeri akibat tendangan devi dan ezhi tadi.
__ADS_1
"key, keyra! " suara samar bryan terdengar samar dari luar.
sejenak keyra menghentikan tangisnya. mengelap ingus yang membuatnya susah bernafas.
menajamkan telinga
"keyra! " kali ini suara itu memang nyata. itu suara bryan.
tangannya bergerak berpegangan pada dinding toilet.
"bryan! bryan! tolong aku! aku disini?! " teriaknya disertai gebrakan kecil.
terdengar langkah kaki dengan cepat, tak begitu lama pintu terbuka. bryan dan elvanno berdiri di depan pintu toilet. melihat ada orang yang datang menolong, air mata keyra kembali menetes. tanpa malu, ia berhambur memeluk elvanno. kembali menumpahkan tangisnya didada elvanno. memeluknya dengan erat.
engga peduli dengan tubuh keyra yang sudah basah, elvanno balas memeluk keyra, mengelus rambutnya yang sudah hampir kering. nafas elvanno mulai terdengar tak beraturan, ada amarah yang membuncah melihat istrinya diperlakukan seperti ini. untuk pertama kali ada yang memperlakukan miliknya dengan tak layak.
"siapa yang lakuin ini, key" tanya nya dengan lembut. tapi ada amarah yang terlihat dari tatapan mata.
bryan memilih menatap kelain arah dengan rahang yang mengeras disertai dengan tangan mengepal sempurna. tak berani menatap keyra yang tak berpakaian.
"pasti tiga cacing itu kan! " seru bryan penuh kemarahan.
"izroil! aku dingin" rengek keyra dalam dekapan.
elvanno mengendurkan pelukannya, lalu melepas hoddie yang ia pakai.
"pakai ini, lepas aja yang basah. biar engga masuk angin" perintahnya
keyra menerima hoddie yang tentunya sangat beaar untuk tubuhnya yang mungil. kembali masuk ke dalam bilik untuk melepas pakaian nya yang basah.
bryan dan elvanno saling tatap, berbicara melalui sorot mata .
"elo ada pikiran siapa yang lakuin ini? " tanya elvanno pada bryan.
"pacar lo lah, siapa lagi! " sahut bryan, ngeloyor menuju pintu toilet dengan kedua tangan di saku celana.
"gue kenal dia, dia engga mungkin lakuin hal keji seperti ini" balas elvanno tak terima jika devi pelakunya.
bryan menoleh
"serah lo! otak lo udah penuh sama sapu terbang"
_Happy Reading😘_
Jangan lupa Bantu Vote and Like ya readers tersayang🥰😘
__ADS_1