
"sus, mama saya yang di dalam, kemana? " tanyanya dengan penuh ke khawatiran.
wajah tegang suster karena ditarik tiba tiba itu berubah tersenyum.
"sudah dipindahkan ke ruang rawat, mas. beberapa jam yang lalu, pasien sudah sadar. jadi kami langsung memindahkan beliau keruang marwah yang sudah dipesan oleh pak abram"
elvanno melepaskan cekalan tangan. menghembuskan nafas penuh kelegaan.
"makasih, sus"
"yasudah, saya permisi, ya" suster itu berlalu dari hadapannya setelah melihat anggukan elvanno.
elvanno menoleh kebelakang, dimana keyra baru aja keluar dari ruang ICU. ada air mata yang tersisa dimatanya. kembali menghapusnya kasar, mendongak, menatap suami yang memperhatikan.
"mama dimana? " tanya keyra
elvanno tersenyum, ada yang sangat bahagia melihat istrinya menangisi mama. itu berarti, keyra sangat sayang sama mama, kan?
"mama baik baik aja. ayok, nyari mama di lantai atas" menarik lengan keyra untuk mengikutinya.
berjalan dengan sedikit berlari memasuki lift, lalu keluar dengan tergesa. langkah mereka berhenti tepat di depan ruangan bernomor 23B. elvanno tersenyum melihat sang mama yang sedang makan disuapi oleh suster. tanpa berfikir lagi, segera ia mendorong pintu.
"mama! " berlari, berhambur memeluk mamanya yang kembali tiduran.
"aku seneng banget mama uda sadar"
mama mengelus punggung elvanno.
"iya, tapi jangan kenceng kenceng. bahu mama masih sakit"
elvanno bangkit, mengangkat tubuh.
"maaf, ma. aku sampai lupa" mengusap kedua mata mengembun.
"aku takut banget saat masuk ICU, tapi nggak nemuin mama di dalamnya. lega banget pas liat mama udah membaik"
tangan mama terulur mengelus lembut pipi elvanno.
"makasih, sayang. udah khawatirin mama"
elvanno meraih tangan mama, mencium punggung tangannya.
__ADS_1
"aku sayang banget sama mama"
mama tersenyum, sangat bahagia melihat anaknya bersikap seperti ini. kemudian pandangannya teralih ke keyra yang berdiri di belakang elvanno.
"keyra sayang" panggil mama lembut.
elvanno menggeser badannya, membiarkan keyra mendekat.
"ma" setetes air mata membasahi pipi keyra.
tangan mama terulur, mengelus pipi keyra, menghapus tetesan air mata itu.
"kamu udah nggak takut sama mama, sayang? "
keyra menggeleng, tersenyum dengan mata mengabur.
"maafin keyra ya, ma"
"kamu nggak salah, jadi nggak perlu minta maaf. maafin keluarga mama ya, key. kita udah membuat jalan hidup kamu seperti ini"
keyra mencium punggung tangan mama.
"keyra bahagia kok ma, ada diantara keluarga mama"
"kamu sudah mencintai anak mama? "
keyra menunduk, lalu ngangguk.
"iya ma" menatap elvanno sesaat yang juga menatapnya.
"aku mencintai elvanno"
rika merentangkan kedua tangan, lalu keyra masuk kedalam pelukan mama.
"makasih sayang, makasih. mama seneng banget dengarnya"
keyra merem, menikmati pelukan hangat seorang ibu. kembali air mata menetes, semua ini mengingatkannya pada ibu yang udah pergi. kangen banget dipeluk ibu seperti ini.
"keyra juga senang, ma"
"permisi... "
__ADS_1
seorang suster masuk, membawa sekantong darah. tersenyum pada mama.
"transfusi sekantong lagi ya, bu"
mama mengurai pelukan, membiarkan keyra bangun.
"iya sus"
elvanno memilih duduk di kursi, mengamati cara suster mengganti kantong infus menjadi darah kental itu. sedangkan keyra sibuk membereskan meja yang lumayan berantakan.
"suster lagi flu, ya? kok pakai masker? " tanya keyra dengan polosnya.
suster terlihat gelagapan, lalu mengangguk.
"saya sariawan dan sakit gigi mbak. nggak pede kalo nggak pakai masker, karena bibir saya pecah pecah"
rika tersenyum mendengar jawaban itu.
"oh, iya. segera diobati sus"
"iya, bu. saya permisi ya. nanti satu jam lagi saya kesini"
suster itu segera keluar setelah memastikan darahnya masuk ke dalam tubuh mama.
beberapa menit kemudian.
brakk!
mama, keyra dan elvanno sama sama terkejut karena salah satu anak buah marina masuk dengan sangat tergesa. tanpa aba aba, segera memotong slang infus hingga darah yang keluar dari slang itu bercecer di lantai.
"kenapa? " tanya elvanno dengan sangat khawatir.
"dia memasukkan racun dalam darah ini. cepat hubungi dokter. keluarkan darah yang baru saja masuk"
keyra dan mama sangat terkejut mendengar penuturan lelaki yang seumuran tristan itu.
tangan si cowok mencekal lengan mama sangat kencang.
"maaf ya, bu. hanya ini yang bisa saya bantu agar darah yang baru saja masuk itu nggak sampai ke jantung ibu"
-Happy Readingš-
__ADS_1
Jangan lupa like and voteš¤