Takdir Cinta Keyra

Takdir Cinta Keyra
Part 23


__ADS_3

kali ini keyra pulang dibonceng elvanno. memeluk elvanno dengan erat karena ia benar benar kedinginan. tak lagi peduli dengan pandangan bryan yang sekarang membuntuti mereka dari belakang. sengaja bryan melakukan ini, ia hanya takut jika terjadi sesuatu pada kedua temannya itu. diam selama perjalanan, elvanno pun membawa motor dengan kecepatan diatas rata rata. elvanno hanya ingin cepat sampai rumah. ia ingin keyra bisa segera istirahat.


sekitar lima belas menit, motor merah elvanno berhenti di depan rumah. disusul motor bryan yang berhenti disamping motornya. keyra turun, menatap bryan dan elvanno yang telah menolongnya.


"makasih ya yan, aku masuk" ucapnya lemah. kali ini wajahnya terlihat sangat pucat.


bryan hanya ngangguk.


"buruan masuk, lo harus ganti baju"


keyra ngangguk, natap elvanno yang memberinya anggukan. lalu ia melangkah menaiki undakan teras. berjalan pelan, masuk ke dalam rumah. sangat sepi karena papa belum pulang kerja, sementara mama pergi ke acara teman temannya. bik sari? entahlah, mungkin pembantu itu ada dibelakang rumah. keyra terus berjalan menaiki tangga, lalu masuk ke kamarnya.


tak begitu lama, elvanno menyusul ke kamarnya. menatap keyra dengan sangat tak tega.


"langsung mandi aja key, aku ambilin teh hangat ya"


keyra hanya ngangguk, meletakkan tas nya diatas meja.lalu masuk ke kamar mandi. tak lupa membawa baju ganti sekalian. mandi sebentar dengan air hangat, setelahnya kembali keluar ke kamar.


ia langsung naik ke atas tempat tidur, masuk ke dalam selimut tebal dan menyelimuti seluruh tubuhnya yang masih saja menggigil.


elvanno masuk ke kamar keyra dengan segelas teh hangat. ia sudah ganti baju santai dengan muka yang basah. bisa dipastikan jika ia habis cuci muka. segera naik ke atas tempat tidur, duduk tepat disamping keyra. menyodorkan gelas itu.


"di minum dulu"


keyra menatap elvanno sekilas, lalu meraih gelas hangat itu. meminumnya sedikit. kembali air matanya membasahi kedua pipi. hiks... hiks...


elvanno mengambil gelas di tangan keyra, meletakkannya di atas meja. lalu membingkai wajah cantik di depannya. menghapus air mata yang sudah mengalir. kemudian, elvanno merengkuh tubuh yang masih saja bergetar itu ke dalam pelukannya.


kembali keyra menangis sesegukan, melingkarkan tangan ke punggung elvanno. balas memeluk suaminya erat.


"aku pengen balik ke bogor, aku engga betah disini" rengekan yang terdengar serak karena isakan.


elvanno hanya diam. merem merasakan dada keyra yang berdebar tak normal. mengelus punggung itu lembut dengan penuh kasih sayang.


"maafin gue. maaf. gue engga bisa bikin lo aman" balasnya penuh penyesalan.


"aku pengen balik ke bogor. disana engga ada yang jahat. hiks... hiks... "


"sabar key, ada gue disini. gue akan jagain elo. maaf untuk yang kemarin dan hari ini. maaf key"


keyra diam dalam tangis. tak punya siapapun, hanya bahu elvanno tempat yang bisa ia jadikan sandaran. tak ada yang lain, sebenci apapun dia. elvanno adalah suaminya. tempat sah nya mengadukan keluh kesah. bukan ansel atau pun bryan. merem, merasakan hangat tubuh elvanno yang memeluknya. pelukan yang ternyata cukup nyaman dan membuat hatinya tenang.


elvanno mengurai pelukan setelah merasa keyra sedikit tenang. menatap wajah cantik istrinya itu yang sekarang sudah tak terlalu pucat. lalu menyapu bekas air mata yang masih menempel di pipi.


"jangan nangis lagi, ya" ucap nya lembut dengan kedua tangan masih di pipi keyra.

__ADS_1


keyra ngangguk, balas menatap elvanno dengan mulut yang mengerucut.


"jangan jahat lagi ya"


elvanno tersenyum dengan anggukan juga


"iya... sayang"


mendengar panggilan ' sayang ' , keyra balas menajamkan mata. melotot tak percaya menatap wajah elvanno yang terlihat sangat santai. terlebih suaminya malah nyengir, membuat kadar ketampanan nya semakin meningkat.


"kamu pang_ _ _"


elvanno mendekatkan wajahnya.


"boleh ***** nggak? "


tak meneruskan kata kata karena elvanno memotong ucapannya. masih dengan mulut manyun, keyra mengalihkan pandangan, membiarkan kedua tangan elvanno tetap membingkai wajahnya.


"terserah! aku engga pengen *****"


"gue yang pengen"


"yaudah ***** sana" ketusnya.


"sama elo lah"


"aku ajari"


"enggak minat"


"dikit aja"


"takut rasanya keasinan"


"nggak akan"


"aku ngg_ _"


cup!


kembali keyra tak bisa meneruskan kata katanya, bibirnya sudah dibungkam oleh bibir elvanno. kedua mata manusia ini saling beradu. mata elvanno yang sejuk dengan kedipan pelan, lalu mata keyra yang melotot penuh keterkejutan.


tak berusaha menolak atau menyingkir, hanya diam menikmati tubuh yang tiba tiba menegang. bingung saat melihat elvanno yang tiba tiba merem. ******* lembut bibir bawahnya. sampai akhirnya elvanno melepaskan *******, kembali menatap keyra yang sekarang mirip patung jenderal sudirman. tegap, tak bergerak sama sekali. bahkan matanya masih melotot.


"rileks key, dan rasain sensasinya" ucapnya lembut. sangat lembut dan mampu membuat keyra tak menolak ataupun kembali menjambak atau memukul.

__ADS_1


membiarkan elvanno kembali menempelkan bibir, lalu kembali ******* bibir bawahnya, menyesapnya pelan penuh perasaan. beberapa detik berlalu keyra menuruti naluri, ikut merem, menikmati apa yang suaminya lakukan. sampai elvanno melepaskan pagutan, kembali mereka saling tatap.


elvanno tersenyum, mengelap sisa salivanya di bibir keyra.


"lain kali kalo aku cium, kamu buka mulut ya" pintanya pelan.


Keyra hanya ngangguk patuh, kembali tubuhnya menegang saat elvanno tak henti menatapnya dengan senyuman yang manis. suaminya sangatlah tampan. membuat kedua pipi merona dengan tangan yang mencengkeram erat selimut.


elvanno terlihat menahan tawa, lalu mencubit pipi keyra dengan gemes.


"btw... ini yang namanya ***** key, lo senang nggak? " tanyanya mengalihkan pandangan.


keyra menunduk, berusaha menyembunyikan kedua pipi yang merona.


"aku pikir kita akan membuat makanan yang dari tepung itu" kembali mnerucutkan bibirnya. tapi kepala nya ngangguk kecil, lalu memukul dada elvanno pelan.


"tapi.. besok aku enggak mau lagi"


elvanno yang tadinya tersenyum lebar, kini mengerutkan kening. menatap keyra dengan sangat heran.


"kenapa? "


"bibir kamu rasa rokok, rasanya nggak enak"


jawaban polos keyra disertai bibir mengerucut.


membuat elvanno menggaruk tengkuknya.


"iya deh, gue berhenti ngerokok".


keyra sedikit beringsut, membuka selimut, menatap kaki yang membiru.


" kamu punya obat memar nggak? " tanyanya kemudian.


"mana yang memar? " bukannya ngejawab, ia malah nanya balik.


keyra menunjuk kaki dibagian bawah lutut yang memang membiru.


"ini rasanya cenat cenut"


"gue ambilin dibawah" elvanno segera turun dari tempat tidur. memakai sendalnya, lalu berjalan keluar dari kamar istrinya.


keyra menahan senyum menatap punggung yang kini meninggalkan kamarnya. lalu meraba bibir, mengingat kejadian beberapa menit lalu. tersenyum sendiri, lalu menutup wajah dengan kedua tangan.


"tadi itu bukannya ciuman ya? kek yang di film film itu kan? " ngomong sendiri, kembali tertawa kecil.

__ADS_1


"ya ampun, aku udah gede. udah bisa dicipok"


_Happy Reading😘_


__ADS_2