
di kamar bawah, tepat disamping kamar mama dan papanya duku, tristan tertawa sendiri. tak hentinya ia menatap chat roomnya dengan keyra. di dalam layar itu, terlihat keyra yang online dan video sudah ada tanda centang dua biru. membayangkan adiknya yang polos, menonton salah satu video koleksinya. pastilah ekspresi keyra akan sangat lucu.
"yaang, kamu kenapa sih? " tanya marina dengan kening berlipat. tentu heran banget lihat suaminya terpingkal begitu.
menaruh kopi pesanan suami diatas meja samping ranjang. lalu ikut naik, merebut hp yang ada di tangan tristan. kedua mata melotot, tapi bibirnya tersenyum, hampir tertawa.
"gila ya! kamu kirim kek gini ke keyra" terdengar ngomel ,tapi... masih dilevel rendah.
tristan melorot, menidurkan kepala dipangkuan marina.
"heran aja, mereka ini udah nikah setahun, masa pemanasan aja belom pernah. punya elvanno bisa karatan lama dianggurin kek gitu"
marina langsung nonyor kening tristan.
"otak kamu aja yang mesuum. mereka tuh masih delapan belas min. plusnya juga belum lama ini kan?"
tristan sedikit manyun, mengelus kening bekas tonyoran marina.
"tapi ini kan novel delapan belas plus, na. nggak salah dong, kalo aku saranin mereka buat geluds malam"
"ya tapi kan nggak harus semesuum itu juga" marina meletakkan ponsel suami diatas meja.
"ini kopinya diminum. keburu dingin lho"
"aela, munafik kamu na. aslinya liar banget kalo di ranjang. suka nambah dan aaww! sakit, na" mengelus dadaa yang dicubit marina.
menatap marina yang tepat ada di atasnya, kedua pipi itu terlihat merona. keknya sih malu, karena yang tristan omongin itu emang nyata. tangan tristan mulai bergerak, meremas salah satu dadaa yang menantang.
marina melotot, menepis tangan itu.
"dasar mesuum" omelnya.
tersenyum menyeringai, menaik naikkan kedua alis.
"geluds yuuk" ajaknya.
###
"aku pengen kek yang di video itu"
kedua mata elvanno mengerjap lucu, tentu nggak nyangka jika istrinya akan mengatakan hal ini. tapi dilihat dari kepolosan keyra, wajar juga sih dia ngomong begini.
"uumm, aku juga pengen key" ungkap elvanno.
__ADS_1
elvanno menuntun tangan keyra untuk meletakkan ponsel diatas meja. kepalanya sedikit miring, mengecup bibir keyra, membuat gadisnya rebah diatas kasur dengan sangat pelan. kedua tangan mereka saling menyatu, jari jari bertaut dengan lengkuhan lengkuhan kecil karena sebuah hasrat yang sama.
menit berlalu, ciuman elvanno makin terasa berbeda, bukan lagi hangat dan lembut, tapi lebih ke nafsu yang sekarang terasa pergerakannya. tangannya mengelus lengan keyra, bergerak kemana saja yang ingin dia sentuh. melepas ciuman, menatap wajah keyra yang terlihat sama dengannya, nafsu.
menarik kaos warna abu itu keatas, lalu melemparnya kesembarang, menyisakan tangtop tipis yang menutupi bra warna hitam ditubuh keyra. tatapan elvanno kembali tertuju ke bibir keyra. cepat tangan keyra menarik tengkuk elvanno, melumaat lembut bibir suami.
elvanno kembali melepas tautan, kedua mata mulai menyusuri setiap lekuk bagian tubuh keyra. ia pun melepas kaos warna putih yang ada ditubuh. memperlihatkan kulit putihnya yang... yang baru dia kali keyra lihat.
elvanno menyibakkan rambut keyra, menyimpannya dibelakang telinga. mengecup leher tepat dibawah telinga itu dengan sangat pelan. lalu mengulumm cuping, satu tangannya bergerak, mengelus bahu keyra, menurunkan tangtop serta tali warna hitam disana.
kedua tangan keyra bergerak, melingkar dipunggung elvanno. dia merem, menggigit bibir bawah, menahan rasa geli yang kembali hadir saat bibir elvanno mengecup hampir seluruh lekuk lehernya.
"eeggh, geli, izroil" lirihnya dengan suara mendesah.
elvanno menatap kembali wajah keyra, tersenyum manis, hangat dan tentu tampan. membuat keyra tersenyum malu, kedua pipinya memanas dengan lesung pipi yang jelas terlihat.
"kamu cantik banget key" pujinya.
tangan keyra kembali bergerak, mengalung dileher elvanno. kembali mendorong tengkuk, membuat bibir mereka beradu, hanya sebentar.
puas menatap wajah cantik istrinya, tatapan elvanno beralih kebawah, tapat di kedua tanjakan yang tak terlalu tinggi itu. belum terbuka, tapi sudah terlihat sangat menggoda. tangan elvanno bergerak, kembali menurunkan yang masih menutupi tanjakan, membuat pucuknya terlihat.
keyra menggigit bibir bawah, tentu malu banget. ini memang bukan pertama kali ia bugil di depan lelaki. tapi, ini kali pertama dia melakukannya sama elvanno.
menit berlalu, tangan keyra mencengkeram erat lengan suami. membuat elvanno berhenti menarik celana pendeknya. saling tatap untuk beberapa menit, sampai kening elvanno berlipat, tentu ia tak mengerti. apa mungkin, disaat gairah berada di pucuk, keyra menginginkan permainan berakhir?
"kenapa key? " tanyanya yang tak ingin jika ini berhenti.
"aku... aku malu izroil" kedua pipi memerah, memperjelas jika dia memang sangat malu.
sudut bibir elvanno melengkung keatas, makin gemes liat wajah malu itu. sedikit menunduk, sampai hidung mereka bertubrukan.
"aku suami mu key. bahkan besok besok, kita akab melakukan lebih dari ini"
keyra mengerjap lucu.
"izroil.... tapi kita kan, masih.. masih belum cukup umur"
alis elvanno terangkat.
"emang, yang cukup umur itu yang gimana? "
"ya... yang udah dewasa"
__ADS_1
"aku udah dewasa kok"
diam, kembali menggigit bibir bawah. tangannya tetep ngegondeli celana yang akan kembali elvanno turunkan.
"key... aku pengen liat" mengiba.
keyra ketap ketip, tentunya mikir.
"tapi... tapi.. tapi.... aku kan belum pernah liat punyamu"
elvanno kembali mengerjap.
"yaudah, aku buka celana"
keyra tak kedip menatapnya, menelan saliva dengan susah payah. apalagi saat elvanno melepas kolor, menyisakan dia yang hanya pakai cd. langsung bangun, diam menatap milik lelaki untuk pertama kali.
"izroil" kedua alis bertaut, wajahnya heran, kagum, dan.... penasaran terkumpul jadi satu disana. tangannya terulur, menyentuh yang menonjol dibalik cd warna hitam itu.
"aku pengen liat ini" ijinnya dengan muka pengen.
elvanno tersenyum, gemes banget liat wajah keyra.
"boleh, ini punyamu, key" mengelus pipi keyra.
tanpa rasa malu, elvanno membukanya, membuangnya kelantai.
"aagghh... " desahnya saat tangan keyra menyentuh miliknya.
keyra tertawa kecil, mengelus, memperhatikan dengan seksama.
"kok mirip ikan ****** yang matanya belo itu ya? "
"hah? apanya yang mirip ikan ******, key? " tanya elvanno dengan heran.
"hihihi... izroil, ini, ikanmu lucu banget" kembali keyra tertawa, memainkan dua bulatan yang dimata keyra terlihat mirip mata ikan ******.
"izroil, aku suka sama ikanmu. ini tuh ikan ****** mata belo tanpa ekor"
elvanno ikut terkekeh, mengusap kepala keyra yang ada di depannya.
"udah liat ikanku kan? sekarang, aku liat akuariummu ya? "
-Happy Readingš„°-
__ADS_1
jangan lupa like and voteš¤