Takdir Cinta Keyra

Takdir Cinta Keyra
Part 42


__ADS_3

sebuah video bukti pergulatan garry dengan devi berhasil elvanno rekam. Durasi selama lima menit, itu sudah lebih dari cukup. ia memilih segera pergi dari villa itu. whatever mereka mau lanjut sampai lemes atau sampai lobang nya lodok sekalipun, dia beneran udah nggak perduli.


elvanno balik ke villa yang ia tempati, membuka pintu kamar dengan sangat pelan. sayangnya, keyra udah duduk diatas kasur dengan menatapnya yang baru saja membuka pintu.


"key, kok bangun? " tanyanya, menutup pintu rapat, membuka tudung hoddie di kepala.


keyra menutup mulut yang menguap.


"kamu dari mana? "


elvanno menaruh ponselnya diatas meja, naik ke atas kasur, merebahkan tubuh begitu saja disamping keyra. lalu menarik istrinya masuk ke dalam dekapan.


"izroil" lirih keyra, sedikit mendorong tubuh suami, mendongak, menatap wajah elvanno yang terlihat tak baik baik saja.


"kamu kenapa? "


elvanno geleng kepala.


"malam ini, gue pengen bobok bareng lo"


"tapi aku nggak mau ham---"


"nggak akan hamil" menarik pinggang keyra, membuat gadisnya masuk ke dalam dada. mendekap nya erat, sangat erat. melampiaskan rasa kesalnya tadi.


keyra kembali mendorong dada elvanno.


"jangan kenceng kenceng, aku bisa mati nggak bernafas loh"


elvanno sedikit menyunggingkan senyum.


"namanya mati itu kan, nggak bernafas. dasar udik!" menjitak kening keyra pelan.


keyra sedikit manyun, mengelus kening bekas sentilan elvanno tadi.


"kamu masih kesel saol devi tadi? "


elvanno membuang nafas kasar,

__ADS_1


"jangan bahas dia lagi, key. gue malam ini pengen lupain dia"


keyra mengerjap beberapa kali, elvanno melepaskan tubuh dari kungkungannya. sepertinya, ia benar benar tak ingin mendengar nama itu disebutkan. keyra menggigit bibir bawah, merasa bersalah karena kembali mengingatkan kekesalan suami.


"izroil, kamu... kamu mau aku buatin kopi? " tawarnya, pengen bikin suasana hati suami jadi lebih baik.


elvanno geleng kepala, kembali membuang nafas kasar, lalu menoleh, miring menghadap keyra yang tidur telentang. kembali tangannya melingkar di perut tipis keyra. membuat tubuh kecil itu mepet ke tubuhnya.


"bobok aja, gue pengen bobok sambil kelonin elo" ucapnya, merem, entah sadar apa enggak, ia mencium puncak kepala keyra cukup lama.


yang dicium cuma diam, nahan nafas, dadanya mendadak terasa sesak. diam bak patung yang bahkan tak bisa menelan ludah.


"maafin gue, key. maaf karena udah enggak percaya sama elo" lirihnya.


tak menjawab, keyra tetap diam dengan tubuh yang tak bergerak sama sekali.


pagi menyapa, keyra beneran nggak tidur. untuk pertama kalinya secara sadar ia tidur dalam dekapan seorang lelaki selain ayahnya. jantung nya sulit diatur, detaknya tak karuan. bahkan sampai detik ini, ia belum bisa menetralisir detaknya.


elvanno menjapit hidung keyra, membuat yang punya hidung sedikit meringis. mendongak, menatap cowok tampan yang menatapnya dengan alis terangkat.


"kamu udah bangun? " tanya keyra dengan mengerjap.


"gue nggak bisa tidur, lo kenapa nggak tidur? "


keyra mendorong dada elvanno agar ada sedikit celah antara mereka. bibirnya mulai manyun menatap hoddie yang masih menempel di tubuh suami sejak semalam.


"aku nggak bisa bobok"


"takut hamil? " sedikit terkekeh mengatakan itu.


keyra ngangguk dengan bibir manyunnya.


"nggak bisa bayangin aku bakal dikeluarin dari sekolah kalo sampai ada bayi diperutku"


elvanno terkekeh, melihat tingkah keyra dengan segala ketidak tahuannya. membuatnya sedikit lupa akan devi.


"hamil itu bukan karena kelonan" jelasnya pelan.

__ADS_1


keyra mendongak, mengerjap lucu menatap wajah suami yang hanya berjarak beberapa centi saja.


"tapi kata ibu... "


"ibu lo nggak jelasin secara rinci, makanya lo nggak paham. besok.. pada saatnya, pasti lo akan paham dengan sendirinya. " lanjutnya yang memotong kata kata keyra.


keyra memainkan angin di dalam mulut, sebenarnya belum paham, tapi memilih diam. mungkin memang belum saatnya ia tau masalah seperti itu.


"key"


mendengar suami memanggilnya, ia kembali mengerjap lucu tanpa menjawab. membuat elvanno gemas menatapnya.


"jangan selingkuh ya" pintanya penuh harap.


tak menjawab juga, keyra bingung mau ngomong apa. memilih tetap diam menatap wajah elvanno yang terlihat ada kekecewaan mendalam di matanya.


"jangan khianati gue, tetap jadi istri gue yang setia"


"hmm.. kamu. . kamu kenapa tiba tiba ngomong kek gini? "


elvanno meraba pipi keyra, menyingkirkan anak rambut ke belakang telinga.


"diselingkuhi itu,... nggak enak" ungkapnya dari hati.


keyra menghela nafas, menunduk, tapi tangannya menyentuh dada elvanno.


"tapi... aku udah ada perjanjian sama bryan"


kening elvanno berkerut,


"perjanjian apa? "


keyra manyun lagi, mendorong tubuh elvanno sampai tangan yang melingkar di tubuh nya itu terlepas.


"ya ada pokoknya"


beranjak dari kasur, mengikat rambut asal, lalu melangkah masuk ke dalam kamar mandi.

__ADS_1


_**Happy Reading😘_


Jangan lupa tinggalkan like and votešŸ–¤**


__ADS_2