
"cckk! " desisnya kesal saat panggilannya tak diangkat.
kembali ia melakukan panggilan telpon kedua, cukup lama, tapi tak diangkat juga. sampai dia merasa kesal, lalu memutuskan untuk menelpon nomor elvanno saja.
"apa!? " sahut elvanno di seberang sana yang terdengar tak ramah.
"astaga, baru angkat udah kena semprot. napa soh lo? pms apa gimana? perasaan dari kemaren galak banget" balas bryan.
"cckk! napa nelpon? buru bawa keyra pulang. udah ditungguin sama mama"
"udah jalan pulang bocahnya. ini ban gue kempes di depan toko material. jauh dari tambal ban, tolongin sini"
"keyra pulang sama siapa? "
"tadi gue cariin taxi"
"hhmm.. ok. gue kesitu"
elvanno menyimpan ponsel ke saku celana. masuk ke kamar, meraih jaket dan kunci motor.
"mau kemana? katanya janjian sama mama? " tanya tristan yang tiduran diatas kasur.
sedikit menoleh,
"dorong motornya bryan"
keluar begitu saja dari kamar. menuruni tangga, menatap mama yang sudah siap untuk pergi.
"keyra belum pulang van? " tanya mama
elvanno geleng kepala,
"ini mau aku jemput. motornya bryan bannya bocor"
mama menghela nafas kesal, mendudukkan pantat di sofa depan tv.
"lagian, kalian itu kan serumah. ngapain dia pulang nya barengan sama bryan. lebih tenang kan juga pulang bareng sama kamu, kamu bisa jagain keyra juga"
elvanno tersenyum,
"dia kan satu ruang sama bryan ma. kita pulang nya enggak bareng"
"ya tapi kan... "
"udah ah. jangan ngomel. nanti cantiknya luntur. aku mau jemput keyra dulu" mencium pipi mamanya, lalu ngeloyor keluar rumah.
menit kemudian, moge merah itu keluar dari halaman rumah. dengan sedikit ngebut, elvanno menyusuri jalan yang biasa mereka lewati pulang sekolah. sekitar sepuluh menit lebih sedikit, elvanno sampai di tempat dimana bryan masih berdiri menunggui motornya sendirian.
__ADS_1
ia melepas helm, mengacak rambut.
"ayok" ajaknya.
"lo liat viko sama dava? " tanya bryan sambil naik ke atas motor.
elvanno geleng kepala,
"nggak liat sih, napa emang? "
"mereka bannya juga bocor. ada paku yang nancep, sama kek punya gue"
kening elvanno berkerut,
"kok bisa samaan? "
bryan geleng kepala, menaiki motor, mulai menstater, lalu berjalan pelan dengan bantuan kaki elvanno yang mendorong nya dari belakang. baru jalan sekitar lima meter, ponsel elvanno di saku berdering cukup nyaring. menandakan jika ada panggilan masuk.
#####
"lo pak ini kita lewat jalan mana? " tanya keyra saat menyadari jika mobilnya berbeda arah dari jalan yang biasa ia lewati sama bryan.
si bapak sedikit menoleh,
"jalan yang di dekat jembatan itu tutup non. kita lewat jalan yang lain"
keyra mengerutkan kening, ngangguk kecil. menurut saja, yang penting bisa sampai rumah. tak begitu lama ponselnya bergetar, membuatnya melepas tas yang ada dipunggung. mengambil ponsel itu dari dalam tas.
"elvanno udah sampai disitu belum? " tanya mama sedikit tak sabar.
keyra kembali mengernyit,
"hmm, aku naik taxi ma"
"tapi tadi elvanno keluar. katanya mau jemput kamu, karena ban motornya bryan bocor"
"umm, yaudah, aku telpon dia ma"
sambungan telpon terputus, membuat keyra sibuk menatap layar ponsel. mencari nomor elvanno disana, lalu melakukan panggilan telpon.
cukup lama, sampai ia celingukan menatap ke kiri kanan, dimana taxi yang ia tumpangi dipepet oleh dua preman yang memakai motor king. keduanya sama sama menakutkan. menggedor kaca mobil.
"woii! berhenti, woi! " teriak pria disisi kiri mobil.
si pak sopir terlihat tetap tenang, bahkan mobil masih berjalan seperti biasa.
braak!
__ADS_1
"berhenti kalo nggak pengen mobil lo rusak! " teriak cowok yang ada disisi kanan mobil.
keyra mulai ketakutan, dadanya berdebar tak beraturan. tangannya menggenggam ponsel cukup erat, dia benar benar ketakutan. apalagi si bapak mulai melambatkan laju.
"hallo key" suara elvanno diseberang sana.
braak!
"keluar wooi! "
"key, lo dimana? itu suara siapa? " tanya elvanno dengan sangat khawatir saat mendengarkan suara seorang lelaki yang berteriak.
"izroil, aaaa! " teriak keyra saat si preman itu menggebrak kaca sampingnya.
"keluar, woii! " teriakan itu kembali terdengar.
keyra sudah menangis,
"tolongin aku, hiks... "
sopir taxi membuka pintu, tangannya diseret keluar oleh preman itu. detik kemudian, pintu belakang di buka dari luar, lalu tangan keyra ditarik paksa untuk keluar dari sana.
"aaa! izroil tolong aku! hiks... "
"waah, cantik juga mangsa kita" ujar preman yang satunya.
"lepasin, lepasin aku! " teriak keyra sambil menangis.
diseberang sana, elvanno kelabakan mendengar teriakan istrinya. tangannya mengepal, geram dan merasa sangat khawatir.
"yan, lo lacak posisi keyra pakai gps" teriaknya tak sabar.
bryan langsung ngangguk. merogoh ponsel yang ada di saku celana. mengusap layar itu cepat, mencari keberadaan keyra dilayar tipis itu.
"ketemu, dia nggak jauh dari tempat kita"
elvanno merebut ponsel bryan, melihat titik keberadaan keyra.
"gue cabut" ucapnya. mengembalikan ponsel bryan.
"gue ikut"
"motor lo gimana? "
"biar gue telpon viko"
"yaudah buru"
__ADS_1
_**Happy Readingš_
Jangan lupa tinggalkan like and voteš¤**