
"eh, bentar deh, kata si ansel, kamu punya saudara lelaki di jakarta key? gini maksudku, anaknya orang tua angkatmu ini, dia punya anak cowok" terang killa menjelaskan yang ditanyakan.
keyra ngangguk, membenarkan.
"iya, anaknya mama sama papa ada dua, cowok semua"
"eh iya, yang dulu nabrak bapak sama ibuk nya keyra kan anak cowoknya si orang tua angkat keyra. bener nggak key? " tanya tania meyakinkan berita yang beredar.
santai keyra ngangguk. menghela nafas lagi, mengatur emosi yang kini mulai terpancing. membicarakan elvanno, ada bagian dari dirinya yang merasa begitu semangat. cowok tamvan itu membuatnya merasakan bahagia dan penderitaan secara bersamaan.
"dia baik nggak key? " tanya vera kemudian.
keyra kembali tersenyum, mengingat kejahilan elvanno yang yang selalu mengganggu nya saat belajar. dia yang tiba tiba masuk dan ngerecoki ketenangannya dikamar. kecemburuan elvanno saat melihat kebersamaannya dengan bryan. lalu... liburan bareng, dan ternyata seorang elvanno takut sama ulet. keyra tertawa sendiri, membuat keempat temannya nabok dengan senyum menggoda.
"diih, malah ketawa sendiri"
"jangan jangan nih ya, keyra sama saudara angkatnya itu, ada hubungan hati. makanya ni bocah ketawa sendiri ngingat itu cowok"
"tampan nggak sih? " tanya mawar yang emang paling kepo.
"eh, aku pernah liat lho" celetuk killa.
"liat dimana? kamu ketemu sama cowok itu? " tania ikutan kepo.
killa geleng kepala.
"enggak ketemu sih. tapi aku pernah liat dulu pas sebelum keyra diboyong ke jakarta. mereka pernah main ke taman. " menatap keyra yang ikut dengarin cerita.
"iya, kan key. itu kan yang jadi saudara angkat kamu? "
keyra ngangguk, membenarkan.
"iya, dia yang jadi saudara angkatku. tinggal satu atap"
mawar memegangi kedua pipi dengan binar seneng.
"aku nggak bisa bayangin deh. punya saudara cowok ketemu gede. tinggal serumah, duuh, keknya bakalan ada cinlok gitu"
vera terkekeh, mentonyor kepala mawar.
"pakde kamu kan yang jual cinlok"
__ADS_1
mawar manyun, balik nonyor kepala vera.
"itu cilok, bukan cinlok. cinta lokasi maksud aku ver"
tania menarik kecil tangan keyra.
"kamu ada foto saudara kamu ini nggak, key? aku jadi penasaran nih"
keyra terkekeh kecil, menerawang, mengingat wajah elvanno yang tentu melekat banget di ingatan. senyum imut yang disertai tatapan jahil tapi ada cinta disana. dia yang pakai hodie, lalu celana bolong bolong. tiba tiba rindu itu menyergap, membuat keyra kembali tersenyum, bahkan tertawa kecil mengingat kebersamaannya bersama suami sahnya.
"yaampun, nih bocah ya. ditanya bukannya ngejawab, tapi malah ketawa mulu. keknya emeng bener deh, gaes. dia punya hubungan hati sama si saudara angkat" killa geleng kapala melihat keyra yang kini menutup wajah dengan kedua telapak tangan.
keyra menahan untuk tak tertawa, walau kedua pipi terasa memanas karena merasa bahagia mengingat sosok elvanno.
"enggak kok, enggak. jadi saudara angkatku itu jauh dari kata sempurna"
keempat temannya mendekik dengan raut penasaran.
tania menyangga kepala dengan satu tangan.
"gimana sih maksud nya key? aku malah nggak ngerti"
keyra menarik nafas dalam, mengingat kembali sosok elvanno.
vera menegakkan duduk,
"diih, itu cowok kok nggak ada menariknya ya"
"iya, iya. masih mending ansel kemana mana, key"
"nah, bener key. sampai sekarang si ansel nungguin kamu lho"
"hu'um, bertekad banget dia, pengen kuliah ke jakarta. buat bisa bareng lagi sama kamu"
"dan nggak taunya, kamu malah balik kesini. pasti itu anak seneng banget liat kamu balik lagi"
"belum liat kamu yang jauh lebih cantik. bhee... dah pasti si ansel pengen dekat terus"
"iya, iiih, aku dukung banget kamu sama ansel"
keyra tersenyum, mengingat terakhir kali ia ketemu sama ansel. dan disana ada elvanno juga. ungkapan cinta yang waktu itu cukup menyentuh, tapi belum sempat ia jawab. mungkin nggak sih, dia minta cerai ke elvanno dan jalin hubungan sama ansel?
__ADS_1
##
elvanno mengemasi buku buku yang tadi ia pakai untuk mengikuti pelajaran. menatap ketiga temannya yang ternyata memperhatikannya cukup aneh.
"kalian kenapa? " tanya nya tak mengerti. melanjutkan berkemas untuk pulang.
"jelasin deh. lo kenapa sih, van. kita khawatir lho" celetuk viko.
kening elvanno berkerut.
"maksudnya, jelasin soal apa? "
bryan menatap lebih lekat.
"sebulan ini lo jadi anak pendiam, bawa buku kemana mana. nggak pernah lagi ikut nge-band. apalagi nongkrong kek biasanya"
"belum lagi, elo yang mainnya ke perpus, bukan lagi ke rooftop"
"apalagi ke kantin. sama sekali lo nggak pernah nginjak kantin" sahut dava.
"gue tau lo terluka karena kepergian keyra. tapi jangan nyiksa diri kek gini juga, van. kita nggak tega liatnya" kembali bryan berucap.
"ini bukan lo banget, man" viko menepuk bahu elvanno.
"come on. wanita di dunia ini ada banyak. " dava kembali berucap.
elvanno hanya menyunggingkan senyum,
"gue cuma mau ngejar keyra. dan gue bakalan pindah sekolah ke bogor"
ketiganya diam dengan kening berlipat, bingung tentunya.
elvanno berdiri, menyampirkan tas ke bahu.
"gue bisa pindah kesana kalo nilai gue semua nya sembilan. jadi... ini adalah usaha yang gue lakuin buat kembali kejar keyra" menepuk bahu ketiga temannya bergantian.
"gue minta dukungannya ya, ngab"
setelahnya, cowok imut berwajah tamvan itu ngeloyor keluar dari kelas. menyisakan ketiga temannya yang bengong dengan perubahan elvanno.
-Happy Readingš-
__ADS_1
Jangan lupa like and voteš¤