
devi mengekor langkah tristan yang memasuki apartement. matanya menelisih ke setiap sudut apartement yang tentu terbilang cukup mewah.
"duduk dulu. kita ngobrol ngobrol bentar. " ajak tristan, menjatuhkan pantat di sofa ruang tamu.
devi mengulas senyum, ikut duduk di samping tristan dengan jarak setengah meter.
"kakak tinggal sama siapa? "
"cuma sendiri sih"
devi ngangguk, mulai merasa tak nyaman dengan kondisi tubuh. menyibakkan rambut yang tergerai ke depan. meletakkan tas selempang nya di meja depan.
tristan yang menyadari itu, tersenyum miring dengan penuh kepuasan. merogoh ponsel dari saku jas, tangannya menggeser layar tipis itu.
"lo kenal keyra? " tanya nya langsung pada inti.
mendengar nama itu, spontan kedua mata devi membulat, melotot menatap tristan dengan rasa takut.
"hah? kok kakak nanyain itu? "
"cckk, gue tau, belakangan ini lo berurusan sama keyra. sekarang dia ada dimana? " tanya nya masih dengan nada pelan, bahkan mengeluarkan sebungkus rokok, lalu mengambilnya sebatang.
kembali melirik devi yang terlihat menelan ludah dengan wajah panik. tristan menaruh ponsel nya di meja depan devi. memutar video berdurasi beberapa menit itu.
kedua manik mata devi membulat sempurna, hampir keluar dari kelopaknya.
"kakak dapat ini dari mana?! " tanya nya dengan sangat panik.
"haahhh... hhuuuuhh.. " devi mengipasi tubuh dengan kedua tangan, celingukan menatap setiap sudut ruangan.
"kok panas banget sih, ini nggak ada AC-nya ya? "
ia meraih tas, beranjak dari duduknya.
"aku pergi, kak. aku nggak tau dan nggak kenal sama keyra. permisi" pamitnya dengan menahan rasa panas yang tetiba muncul dari dalam tubuh.
tak bergeming, dengan santai tristan menghidupkan korek, lalu menyesap rokok sambil sandaran di sofa belakang.
tak tahan dengan hawa panas, devi melangkah keluar, namun sayang. tepat di depan nya, elvanno, viko dan dava muncul. ketiga nya bersedekap dengan wajah siap memakan devi hidup hidup.
"kalian?! " lirih devi dengan terkejut. lalu menoleh, menatap tristan yang masih diam dengan sebatang rokok.
" bedebaahh! jadi kalian udah ngejebak aku?! " marah devi. sebisa mungkin ia mencoba menahan rasa panas yang mulai menyebar ke seluruh tubuhnya.
__ADS_1
"dimana lo sembunyiin keyra? " tanya elvanno datar. namun tatapan nya sangat nyalang.
devi geleng kepala,
"aku nggak tau. jangan ganggu aku. aku nggak tau apa apa tentang keyra. aagghh... " kembali devi mengipasi tubuh bagian dada dengan kedua tangan.
"kirim video kawinnya dia, ke nomor ezhi atau acha" suruh elvanno.
viko ngangguk, mengeluarkan ponsel dari saku celana.
"bergerak, bosskuuhh" jawab nya dibuat buat.
kembali kedua mata devi terbelalak, maju, mencoba merebut ponsel viko, tapi gagal.
"jangan, aku mohon, jangan" menelakupkan kedua tangan, memohon pada elvanno.
"cepat bilang, dimana keyra?! " bentak elvanno tak sabar.
"eegghhh... aahh.. " desah devi tak tahan. ia menjatuhkan tubuh ke sofa.
"aku nggak ada hubungan dengan hilangnya keyra. kalian udah salah sangka. aaghh.. " devi mulai tak bisa tahan.
ia menggerayangi lekuk tubuh nya sendiri. menaikkan dress pendeknya, hingga paha putih mulus itu terpampang nyata. berkali kali memdesah tak karuan.
"waduuh, bentukan gini, siapa yang tahan" seru viko dengan mata yang tertuju pada pertengahan paha yang sangat kentara.
"anjiiing! gue ngacengg! "
"please.. tolong.. aahh.. aku nggak tahan.. tolong. " rintih devi.
tristan sedikit menggeser duduk, mendekati devi, membuat devi mepet ke tubuhnya, menggesekkan kedua dadaanya ke tubuh tristan.
"keyra dimana? sama siapa? jawab dulu, baru nanti gue puasin" rayu tristan.
dan itu membuat ketiga bocah yang berdiri di depannya mencebik kasar.
"dia... aahh.. " tangan devi benar benar nggak bisa dikondisikan lagi, kini sudah mengangkat dress nya semakin keatas, membuat ****** ******** berwarna biru terlihat.
"dia ada di apartement om andra"
tristan ngangguk, membuang asap dari mulut dan hidung dengan pelan.
"alamatnya dimana? "
__ADS_1
"please kak.. sentuh aku.. aahh... " pinta devi. tangannya yang satunya bergerak menurunkan dress, membuat belahannya terlihat jelas.
"katakan duku dimana apartement nya andra! " pinta elvanno.
devi sedikit tertawa, walau tak terlalu jelas.
"jam tiga nanto, ada clien om andra yang datang dari ausi buat jemput keyra" devi mulai tak sabar, meremas salah satu dadanya sendiri.
viko menggigit bibir bawah, memegangi miliknya yang tentu jadi on.
"Ya Allah, gue ngacengg dav " curhatnya ke dava yang lebih dulu ngacengg.
kening tristan berkerut,
"client? "
"maksud lo apa? client apa? " tanya elvanno dengan tak paham.
"aaahh... " kini devi benar benar diluar sadar, ia mengeluarkan salah satu dadaanya, memainkan putinggnya sendiri.
"keyra dijual untuk dijadikan model sodomm seharga kima ratus juta"
"APAA?! " teriak keempat pria itu bersamaan. dengan mata yang sama sama melotot dan wajah terkejut.
elvanno menatap jam yang melingkar di pergelangan tangan.
"ini udah jam dua kak" ucapnya dengan menatap tristan.
"dasar bajingaann!! " umpat tristan, mematikan rokok ke dalam asbak dengan cepat.
sedangkan mereka yang ngacengg, nggak jadi pengen. gairah pengen pegang itu seketika hilang mendengar penuturan devi.
"aahh.. please tolong aku... " pinta devi memelas yang setengah telanjang.
dava meremas salah satu dada devi.
"lo tenang aja tok, montok. kita akan panggilin orang yang bisa puasin lo. bahkan sampai lo sekarat"
"ayo, buru! nyari kesempatan lo! "
mereka berempat keluar dari apartement dengan cepat.
_**Happy Reading😘_
__ADS_1
Memang gila ya si devi, author merinding sendiri jadinya.. 🤣
jangan lupa like and vote🖤**