
ditempat yang berbeda, pasangan suami istri ini duduk bersebelahan. elvanno menggenggam tangan keyra, memainkan jari jemari istrinya sejak tadi. menoleh, melirik istrinya yang hanya diam, bibirnya cemberut dengan wajah sedih disana.
elvanno mencubit pipi keyra pelan.
"udah dong key. jangan sedih terus"
keyra hanya meliriknya sebentar, kembali ia menatap lurus kedepan. lalu mengusap embun yang hampir menetes.
"kamu nggak denger, kata dokter tadi? rahimku belum membaik, izroil. padahal aku udah rutin minum obatnya selama hampir delapan bulan ini" suaranya serak, ia menangis.
elvanno mengusap bulir yang membasahi pipi keyra.
"aku denger kok"
kedua mata itu masih berair.
"aku sedih. gimana kalo besok... aku nggak bisa kasih kamu an--"
"sstt... " jari elvanno menekan bibir keyra. tak ingin istrinya meneruskan kata kata yang bahkan ia takutkan.
"jangan kadi cenayan. aku nggak suka. yakin deh, kamu pasti sembuh"
"saudari keyra! " panggilan dari apotek membuat elvanno mengalihkan tatapan.
"itu, kamu udah dipanggil"
tak mengatakan apapun, keyra segera beranjak. berjalan mengambil obat dan menyelesaikan pembayaran. setelahnya, keduanya bergandengan keluar dari rumah sakit.
memberikan selembar uang ke kang parkir, lalu menjalankan motor hijau miliknya keluar dari area rumah sakit. berkali ia menatap istrinya melalui kaca spion, membuang nafas kasar melihat wajah sendu disana.
beberapa menit berlalu, tak ada obrolan dari keduanya. hanya saling diam nggak ngomong apa apa. keyra masih sedih memikirkan rahimnya yang belum juga membaik.
elvanno sedikit menoleh, menarik tangan keyra, melingkarkannya ke perut.
"udah dong, key. jangan sedih ya. waktu kita masih panjang."
keyra menunduk, menyandarkan kepala dipunggung suami, memeluknya erat, kembali ia menangis.
"aku masih sedih izroil. aku nggak mau kamu ninggalin aku"
__ADS_1
"cckk, ngomong apa sih! aku nggak bakalan ninggalin kamu key. kita akan menua bersama, sampai mati"
tak menanggapi itu, tapi kata kata itu cukup membuat hati menghangat. makin mengeratkan pelukan, merem menikmati kesedihan yang terasa tak menyemangatkan.
elvanno mengelus tangan yang melingkar di perut. dia sendiri juga sedih, tapi... jika semua sedih, siapa yang akan menguatkan?
"key, kita mampir ke pantai ya? "
mengangkat kepala mendengar kata 'pantai'.
"hah? pantai? "
kembali elvanno melirik keyra melalui spion.
"iya, kamu mau? "
keyra mengulas senyum, lalu ngangguk.
"iya, aku mau"
elvanno menghela nafas penuh kelegaan. akhirnya, ibu negaranya bisa senyum lagi.
kaki keyra mulai menyentuh air laut, terlihat sekali jika gadis mungil ini sangat menikmati. bahagia, tertawa sendiri dengan air yang mulai membasahi celana jeans panjangnya.
elvanno melipat kedua tangan didepan dadaa, tersenyum melihat keyra yang begitu asik. mirip banget sama anak kecil yang mendapat mainan baru.
"izroil! kamu nggak main air? " tanyanya dengan berteriak. elvanno terkekeh dengan gelengan kepala.
"diih, takut air ya? sini!" melambaikan tangan, menyuruh suami untuk mendekat.
sayangnya elvanno kembali menggeleng. membuat keyra berhenti main air, berjalan mendekatinya, lalu menyeret suaminya untuk mendekati ombak. sama sama tertawa dengan kedua tangan yang berpegangan erat. berjalan menuju air laut di depan.
"aaa! " teriak keyra saat ombak yang cukup besar mulai datang.
ia berbalik, sedikit berlari menjauhi ombak. elvanno tertawa lebar melihat tingkah lucu keyra. ikut berlari, mengejar keyra yang terseok seok karena celananya udah basah. menarik pinggang istrinya, mengangkatnya hingga kaki keyra tak lagi menyentuh pasir.
"aaaa! izroill! " teriak keyra melengking.
keduanya jatuh, berguling di air. semuanya basah kuyup. lalu duduk dengan kedua kaki terlentang. sengaja, elvanno duduk di belakang keyra, melingkarkan kedua tangan diperut istrinya, sedikit menggelitik, membuat keyra terkekeh karena merasa geli.
__ADS_1
"izroil, geli! " menggenggam tangan itu, memintanya untuk berhenti.
elvanno hanya tersenyum, bertopang dagu dibahu keyra. mencium pipi istrinya dari samping.
"aku cinta banget sama kamu, key" bisiknya, tepat disamping telinga keyra.
menahan untuk tak tersenyum, sampai kedua pipinya memerah. sedikit menoleh, membuat bibir keduanya bertubrukan. hanya ciuman sesaat saja.
keyra melepaskan genggaman tangan.
"aku... aku enggak. hahah.... " ia tertawa lepas, cepat beranjak, lalu berlari menjauhi elvanno.
kening elvanno berlipat, ikut berdiri, mengejar istrinya yang udah lari lebih dulu.
"key! kenapa enggak? wooi! "
mereka berdua kejar kejaran ditepi ombak, terlihat begitu bahagia dengan tawa lepasnya. sampai elvanno kembali mendapatkan tubuh keyra. kembali pula tangannya menggelitik pinggang, perut, dan itu membuat keyra makin terpingkal.
"hahahaha... udah, izroil... hahah... geli banget... " berusaha menjauh, tapi kembali ditarik oleh elvanno, sampai dia berada dalam pelukan suami.
berdiri, saling berhadapan, sama sama basah kuyup dan tersenyum bahagia. keyra sedikit berjinjit, mengalungkan kedua tangan ke leher elvanno. lalu mengecup bibir suaminya sekilas. tersenyum manis, memperlihatkan lesung pipinya.
"aku juga cinta kamu, izroil" balasnya dengan binar bahagia.
elvanno tersenyum lebar mendengarkan itu. merem saat keyra kembali mengecup bibirnya. ******* bibir bawahnya pelan, sangat pelan. dia memilih diam, menikmati apa pun uang dilakukan keyra.
sampai keyra memutuskan untuk mengakhiri ciuman, kembali menatap wajah tamvan suami. tersenyum, sangat bahagia.
elvanno menyentil hidung keyra.
"sekarang udah pinter cipokaan ya" godanya.
malu, keyra berhambur memeluk suami. menyembunyikan wajah merahnya didadaa elvanno. membuat elvanno terkekeh geli, mengelus rambut yang udah basah itu, mengecup puncak kepala keyra dengan sayangnya. lama mereka berpelukan, menyalurkan perasaan yang sama.
"pulang yuk key. dingin"
-Happy Readingš„°-
jangan lupa like and voteš¤
__ADS_1