Takdir Cinta Keyra

Takdir Cinta Keyra
Part 37


__ADS_3

berjalan mengekor langkah suami. berkali kali ia melirik punggung yang tertutup jaket warna hitam itu. lalu tersenyum kesenengan, entah apa yang ada dipikirannya saat ini. intinya, dia senang banget. ada banyak bunga yang bermekaran di dalam hatinya.


"key, pengen makan ice cream nggak? " tawarnya saat melihat ada kedai ice cream yang tak jauh dari tempat mereka berdiri.


"hah? " keyra terlihat cengo, melamun saat berjalan, jadi dia enggak konek.


"itu" elvanno menuding kedai, dimana ada beberapa orang yang sedang duduk menikmati ice cream disana.


"mau nggak? "


keyra tersenyum, berbinar.


"iya aku mau"


"yaudah, ayok" berjalan lebih dulu, dan tentunya keyra mengekor.


keduanya berdiri bersampingan, sama sama mengantri untuk memilih ice cream yang mereka inginkan. menunggu lima orang yang terlayani, baru mereka.


"mau yang rasa apa, mas? " tanya embaknya dengan sangat ramah.


"hmm.. " elvanno menatap beberapa kotak yang berbeda rasa di hadapannya.


"coklat, vanila, sama yang... ungu ini aja"


si embak ngambilin yang dimaksud, lalu menyerahkan satu cup ke elvanno.


"mbaknya mau rasa yang apa? "


"aku.. coklat, yang kuning, sama yang.. merah aja"


"silahkan mbak" menyerahkan cup milik keyra.


"berapa? " tanya elvanno saat keyra juga sudah menerima yang diinginkan.


"semuanya tiga puluh ribu, mas"


menyerahkan uang berwarna biru, lalu memasukkan kembalian ke dalam saku celana, setelahnya beranjak melangkah menjauh. keduanya duduk di kursi yang terbuat dari bambu, dibawah pohon.


walau cuaca panas, tapi udaranya masih saja terasa sejuk. elvanno melirik keyra yang fokus sama makanannya. terlihat sangat menikmati, bahkan ia tak melirik yang lainnya. andai ada kuda terbang pun ia enggak akan peduli. dan itu membuat elvanno mengulas senyum.

__ADS_1


"key.. "


"hmm"


"elo bisa masak? "


keyra mengernyit, bingung.


"kok tiba tiba nanyain itu? "


elvanno memasukkan sesendok ice cream ke mulut. menoleh, menatap keyra yang menanti jawabannya. iseng, ia menyendokkan sendok ice cream miliknya ke mulut keyra. tanpa diduga, keyra mengap begitu saja, lalu masuklah sesendok ice cream dari tangan elvanno.


elvanno menahan senyum, kembali menatap keyra.


"misal kita hidup berdua aja, di rumah baru. elo.. elo mau? " tanya nya pelan.


kali ini mengerjap pelan, kembali menatap ice cream yang tinggal sedikit. kembali menyendok, kembali memasukkan ke dalam mulut dengan gerogi.


"gimana? " tanya nya, meminta jawaban dari keyra.


keyra menunduk, berusaha menyembunyikan kegugupan. ada rasa senang karena elvanno ngajakin hidup berdua aja. tapi, semua ngak mungkin semulus yang ada dibayangan.


kening elvanno berkerut, ada kecewa disana.


"why? "


keyra mengangkat wajah, manyun menatap elvanno.


"aku juga butuh teman dirumah"


"kan kita dirumah berdua, lo nggak sendirian. ada gue juga dirumah itu"


"kamu pasti akan sibuk ngeluyur. udah beberapa bulan aku tinggal di jakarta, dan aku udah hafal banget. tiap malam kamu selalu keluar, balik pas tengah malam. itu belom kalo hari sabtu dan minggu. kamu seharian ngeluyur, malam juga sama, balik hampir pagi. aku nggak mau jadi penunggu rumah yang kek coro. bakalan mati di pojokan" jawabnya. beranjak dari kursi, dan berjalan begitu saja meninggalkan suami.


ingatannya berada di hari minggu yang lalu. dimana saat elvanno pergi, dan pulang bawa devi kerumah. itu masih sangat melekat di kepalanya.


"key, tungguin" elvanno sedikit berlari mengejar langkah kerya.


nggak jawab, keyra tetap jalan sambil menghabiskan ice cream miliknya. elvanno kini mensejajari langkahnya, berkali melirik wajahnya yang tetap cemberut, kesal.

__ADS_1


"gue minta maaf buat kejadian waktu itu. janji deh, nggak akan ulangi lagi. lagian, waktu itu devi minta ikut karena pengen tau keadaan lo. masa gue nolak niat baik seseorang sih" mencoba menjelaskan kejadian kala itu.


keyra menghentikan langkah, nafasnya sedikit memburu karena kesal. menarik nafas dalam, lalu sedikit mendongak agar bisa bertatapan dengan wajah elvanno.


"izroil"


"ya"


"isshh" keyra mencebik dengan kesal mendengar elvanno menyahut dengan cepat.


"kamu... beneran nggak percaya, kalo yang udah ngebully aku itu, devi dan kedua teman temannya itu? " tanya nya dengan wajah kesal.


elvanno membuang muka, melempar cup ice cream yang sudah kosong ke tempat sampah yang ada dipinggir jalan. terlihat membuang nafas panjang, dan memang belum percaya dengan yang dikatakan keyra.


"devi itu nggak cuma pacaran sama kamu aja. aku pernah liat dia sama om om di parkiran caffe"


seketika itu, tatapan tajam elvanno terarah kepada keyra. membuat keyra sedikit memundurkan badan.


elvanno tersenyum menyeringai, lalu geleng kepala dengan tawa kecil.


"gue tau ko nggak suka liat gue pacaran sama devi. tapi engga gini juga caranya, key. gue tau, elo itu disayang sama mama dan papa, tapi bukan berarti lo harus ngejelekin orang yang dekat sama gue. gue emang ada niat buat mutusin devi, itu bukan karena gue percaya kalo dia jahat. tapi gue ngelakuin itu karena gue sadar posisi gue yang harus jagain elo. gue punya amanat, punya janji sama bokap lo"


mata keyra membola, sangat nggak nyangka jika elvanno akan berpikiran seperti itu.


"iz.. "


"awalnya...gue mulai tertarik, gue kira lo baik, polos dan.. beda. ternyata gue salah. udahlah, pilihan lo yang nggak mau hidup serumah berdua itu udah tepat"


"izroil.aku... "


elvanno melangkah begitu saja meninggalkan keyra yang berusaha menjelaskan. kesal, keyra melempar cup ice cream ke tong sampah. berlari mengejar langkah elvanno yang lebih dulu.


"izroil" panggilan keyra yang sangat diabaikan, bahkan langkah lebar elvanno nggak sebanding dengan langkah keyra. membuat gadis mungil itu harus berlari untuk mensejajari.


"aku nggak pernah ada maksud jelekin pacar kamu. aku cuma ngomong apa yang aku tau"


bhukk!!


_**Happy Reading😘_

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan like and votešŸ–¤**


__ADS_2