
dua jam.
lima pria ini sudah sangat membuat ruang tv mirip pembuangan sampah. kulit kacang bertaburan dimana mana. ditambah bau rokok yang menyeruak. belum lagi beberapa botol minum kosong yang menggelinding. meja persegi tempat naruh tiga laptop itu tak lagi terlihat meja.
"eh, eh, eh... "
semua menatap ke arah dava yang tiba tiba heboh. viko yang paling dekat dengannya, melirik ponsel yang membuat dava fokus.
sebuah video berdurasi lima menit. video yang diunggah oleh sebuah akun tentang tabrakan di depan supermarket J.
ponsel dava segera disalurkan ke laptop, video itu diperbesar, diperlambat hingga detik detik saat mama rika tertabrak sangat jelas terlihat.
mobil berwarna putih datang dari arah kanan, langsung melaju dengan kecepatan tinggi saat melihat mama turun dari taksi. bahkan mama sempat berlari menghindari tabrakan. namun, seketika tubuh mama terpental, terbentur salah satu mobil yang terparkir di depan supermarket hingga kepalanya mengeluarkan banyak darah.
mobil putih itu sempat berhenti sesaat, lalu kembali melaju cepat saat melihat mama tak sadarkan diri.
"bajingann! " umpat elvanno. mengepalkan kedua tangannya erat.
"gue kenal mobil itu"
semua mata menatap kearah elvanno.
"kita nggak usah bawa nama polisi, kita pakai cara lain aja" usul bryan.
dava mengerutkan kening.
"kenapa nggak pakai polisi aja? "
"ribet! di tambah, yang pro sama dia, sudah pasti akan melacak kita dan membalas dendam. pakai jasa mafia aja" lanjut bryan.
tristan ngangguk, setuju.
"biar gue yang urus. kalian bantuin sesuai instruksi yang gue kasih"
##
"yaudah, aku pulang dulu ya key" dara turun dari atas tempat tidur.
"hati hati dar. besok kesini lagi ya. suruh anter bryan" pesannya sebelum dara beneran keluar kamar.
dara hanya tersenyum, membenarkan kaca mata. elvanno segera menutup pintu setelah dara keluar. masuk ke kamar mandi lebih dulu sebelum menyusul keyra yang sudah ada di atas tempat tidur.
__ADS_1
"gimana? ada perkembangan tentang pencarian kalian? " tanya keyra penasaran.
elvanno ngangguk. naik keatas tempat tidur, bersandar pada papan disamping keyra.
"kamu masih ingat lelaki yang di villa sama devi waktu itu? "
keyra diam, mencoba mengingat ingat, lalu ngangguk.
"ingat, dia tinggi, putih, tampan, mirip banget sama boy william" lalu tertawa kecil mengingat garry.
elvanno menatap keyra lekat.
"kalo sama aku, tampanan mana? " tanya nya dengan wajah serius.
berlagak membandingkan, matanya menerawang keatas.
"tampanan dia--"
wajah tampan di depannya berubah masam. memalingkan muka lalu rebahan, menarik selimut hingga leher, lalu miring membelakangi keyra.
"astaga, izroilku ngambek" keyra menepuk lengan elvanno
"izroil, gitu aja ngambek. padahal aku belum selesai ngomong lho"
keyra tersenyum kecil.
"yakin? aku boleh kencan sama garry? "
"iya, sana pergi" masih aja nggak mau natap ke keyra.
keyra pun turun dari ranjang dan melangkah keluar kamar. detik kemudian terdengar bunyi pintu ditutup.
elvanno berbalik, menatap pintu yang memang tertutup rapat. ada penyesalan karena menyuruh bininya pergi. melek ketap ketip natap plafon, lalu kembali bangun, bersila, membuka selimut. setengah jam, keyra belum juga kembali ke kamar.
"kemana bini gue? beneran pergi? kok nggak balik balik sih? " ngomong sama tembok.
akhirnya keluar kamar mencari istrinya. celingukan di lantai dua, nggak ada sosok yang dicari. lalu turun tangga, matanya mengawasi sekitar. nggak nemu juga yang dicari. masuk ke ruang tv, sepi. samar ia mendengar suara keyra dari arah dapur. berjalan kesana, diam menatap keyra yang berdiri di depan kompor.
"kasih cabe nggak kak? " tanyanya sama tristan yang duduk tak jauh dari keyra.
"nggak usah key. aku nggak suka pedes" jawab tristan tanpa beralih pandang dari ponsel.
__ADS_1
"jadi, kak tristan masih mau balik ke Aussie? " keyra duduk di depan tristan, menatap tristan dengan semburat senyum di bibir.
"iya, ada kerjaan yang belum aku rampungin disana" jawabnya, kini menaruh ponsel, menatap adik iparnya.
keyra merasa risih karena ditatap kakak ipar yang memang sangat tampan. memilih beranjak dan mematikan kompor. menuang mie ke dalam mangkuk lalu menaruh di depan tristan.
"nikmati ya" ucapnya saat menaruh mangkuk.
"makasih, adik iparku yang cantik" balas tristan sambil ngedipin satu mata.
"cie, cie, yang selingkuh! "
suara elvanno membuat keduanya menoleh kearah pintu. dimana ada elvanno yang bersedekap disana. setelah melihat dua orang itu mengetahui keberadaannya , ia pun melangkah pergi dari dapur.
tristan menatap keyra dengan heran.
"kamu marahan? "
keyra tertawa kecil.
"dia kalo lagi ngambek lucu ya, kak"
"emang kalian marahan kenapa? "
"iissh, cuma masalah sepele doang" keyra menuang susu putih ke dalam gelas. lalu meminumnya.
"yaudah sana, susulin. ajakin kelon apa kawin, pasti ngambeknya ilang"
keyra terbelalak mendengar ucapan tristan. untuk pertama kalinya dia tahu jika tristan ngomong tanpa ada saringan.
"iih, kakak ngomongin apaan sih. aku masih kecil, kak. belum delapan belas plus lho. masih enam belas plus"
"hahaha... iya lupa" terkekeh kecil, mulai menyendok mie, lalu meniupnya pelan.
keyra memilih meninggalkan tristan yang masih tertawa sama pemikirannya. naik kelantai atas. pelan, tangannya memutar gagang pintu. menatap atas tempat tidur yang kosong tak ada siapapun.
lalu pintu balkon yang masih tertutup rapat, gordennya pun masih membungkus kaca. meneliti pintu kamar mandi yang gelap dan terbuka.
ssrreettt!
-Happy Readingš-
__ADS_1
jangan lupa like and voteš¤