Takdir Cinta Keyra

Takdir Cinta Keyra
Part 83


__ADS_3

"saya permisi ya mas. diingetin adiknya, jangan boleh banyak gerak"


tristan masih setia dengan senyumnya, ngangguk menyetujui.


"iya dok, makasih"


detik kemudian, dokter dan suster itu melangkah keluar meninggalkan ruang rawat elvanno. mendengar pintu tertutup, elvanno sedikit menggeser tubuh dengan meringis menahan sakit.


"hp gue mana? " pinta nya ke tristan.


tristan meraih tas kecil yang ada di atas meja. mengambil ponsel warna hitam, lalu menyerahkan ke elvanno.


"bangsaadd! " umpatnya saat tau ponsel itu mati.


tristan hanya tersenyum kecil, berdiri, menancapkan charger. membiarkan adiknya menghidupkan ponsel dengan posisi mengisi baterai.


menit berlalu, keduanya sama sama diam dengan ponsel di tangan masing masing. sampai akhirnya ada seseorang yang masuk mengantarkan semangkok makanan.


"devi gimana kak? " tanya elvanno yang kini dibantu tristan untuk sedikit menyandarkan tubuh kedinding belakang.


tristan tersenyum menyeringai.


"dia positif, beruntung udah lulus SMA. coba belom ujian, bakalan di D.O " menyodorkan sendok berisi nasi dan lauk ke mulut elvanno.


cowok imut itu mangap, hingga masuklah sesendok ke mulutnya.


"haah.. hah... "


"napa lo? " tanya tristan tak paham. mengulurkan tissu yang diminta.


elvanno meludahkan makanannya ke tissu.


"panas, anjiiing! "


mendengar umpatan itu, tristan terkekeh.


"ya maaf, gue nggak tau"


elvanno kembali menatap tristan serius.


"kenapa devi nggak sekalian di masukin ke bui aja sih"


tristan menghentikan tiupan didalam sendok, menatap adiknya sebentar.


"sengaja, gue nggak ikutin dia dalam pelaporan. gue pengen bikin perhitungan yang lain. lagian, dia punya kabar yang lebih surprise" memainkan kedua alisnya.


kening elvanno berkerut,


"perhitungan apa? "

__ADS_1


"besok lo bakalan tau" menyodorkan sendok di depan mulut elvanno.


elvanno mengap setelah yakin jika makanan nya tak lagi panas.


"maksudnya positif... devi makai narkoba kak? "


tangan tristan terasa gatel ingin nonyor kepala elvanno, tapi dia sadar kalo kepala seperempat nya masih sakit. akhirnya, ia mentonyor lengan elvanno.


"buntingg, begoo! positif itu nggak hanya pemakai aja. gitu aja lo oon ya" kesalnya.


"auww! sakit anjiiing! " mengelus bahu nya yang nyut nyutan.


#####


dengan bantuan kursi roda, elvanno menuju ruang rawat keyra yang tak jauh dari ruangannya. tristan membuka pintu pelan, lalu mendorong kursi elvanno untuk masuk ke dalam. berhenti dua meter dari atas ranjang.


kedua mata elvanno memanas menatap tubuh mungil yang tidur meringkuk memunggunginya. terlihat sangat jelas jika kedua bahu itu bergetar, pasti keyra sekarang sedang menangis, kan?


embuk mulai terpupuk di kedua mata elvanno. dadanya mulai terasa sesak melihat keadaan istrinya yang ia tau tak baik. elvanno membuang nafas panjang berkali kali untuk menahan tangis.


menyadari ada yang datang, keyra sedikit beringsut, kedua mata basah itu melotot melihat ada dua lelaki di dalam kamarnya. ia bangun dengan sedikit meringis, menahan sakit dibagian bahunya yang dijahit.


tatapannya bertubrukan dengan mata elvanno. lama keduanya hanya saling diam dengan menahan perasaan. menit berlalu, keyra mengalihkan tatapan, mengelap pipinyabyang sudah dialiri air mata.


elvanno mendongak, berbicara melalui tatapan mata pada tristan. tristan yang paham, bergerak, mendorong kursi elvanno agar lebih dekat dengan keyra.


tanggapan keyra membuat kedua lelaki itu mematung dengan menatapnya bingung.


a


"key" lirih elvanno.


"please... jangan lagi deket deket sama aku. aku.... aku nggak mau sakit lagi" suara serak karena tangis, bahkan ia membiarkan pipinya basah begitu saja.


"key... " ucap elvanno tertahan, embun itu tumpah, keluar dengan sendirinya.


keyra menggeleng,


"udah cukup. semua ini udah cukup. aku nggak mau lagi mengalami hal yang mungkin akan lebih buruk. tolong.. tinggalin aku"


elvanno gantian menggeleng,


"key, please.. kamu jangan kek gini. kita suami istri. kita lalui semuanya barengan"


"ENGGAK! " Teriak keyra nyaring, tangis nya makin menjadi.


"kamu nggak ngerti rasanya kek gimana, elvanno! aku sakit. hiks... hiks... kematian ayah dan ibu udah cukup bikin aku sakit. pembullyan devi dan temannya itu juga bikin aku sakit. dan kali ini.... aku hampir gila, elvanno! hiks... aku nggak mau dekat dekat kamu lagi. aku nggak mau... " ia menggeleng dengan tangis yang semakin deras.


elvanno mengusap ingus, ia bisa rasakan sesakit apa keyra-nya. tapi untuk menjauh, ia tak akan sanggup. hatinya sudah tertinggal disana, keyra udah jadi separuh dari hidupnya.

__ADS_1


"key.. aku sayang sama kamu, aku cinta sama kamu. aku mohon maafin aku. beri aku kesempatan sekali lagi buat bahagiain kamu. aku--"


"cukup elvanno! " keyra mengusap kasar kedua mata. menghilangkan embun yang membuatnya tak bisa dengan jelas menatap wajah suami yang dipenuhi oleh luka mengering.


"lebih baik, kamu keluar dari sini. aku nggak mau ketemu sama kamu" usirnya.


"key... " elvanno menggeleng dengan sesak yang kini kian menghimpit.


"KELUAARR!! "


tak ingin keadaan semakin buruk, tristan membawa kursi elvanno keluar dari ruangan keyra. menyentak nafas kasar dengan tangan menyugar rambut panjang yang tergerai ke depan.


elvanno menunduk dalam, menutup wajah dengan kedua tangan. detik kemudian, ia memukul dadaa pelan, berharap rasa sesak yang kian menjadi itu menghilang sejenak. luka yang ia punya memang lebih banyak, tapi tidak untuk batin keyra yang kian tersiksa.


"kak, kenapa keyra jadi kek gini? " lirihnya mengeluh.


tristan kembali mendorong kursi roda menuju ruang rawat elvanno. ia pun tak tega melihat kedua adiknya jadi seperti ini. menyiksa, itu sudah pasti.


"sebelum kita kesana, gue udah bilang kalo keyra mengalami trauma" tutur tristan, kini membantu elvanno berdiri, lalu naik ke atas ranjang dengan sangat pelan.


"gue nggak pernah ngebayangin kalau traumanya sampai ngebenci gue kek gini, kak" kembali kedua mata elvanno memerah, lalu berair.


tristan berkacak pinggang, ia pun bingung,


"ini lebih parah, van. ada yang belum gue bilang ke elo"


elvanno menekan hidung,


"apa? "


"kali ini, keyra tengah menjalani pengobatan intensif"


kening elvanno berkerut, mendongak, menatap kakaknya tak mengerti.


"pengobatan untuk apa? "


tristan menyentak nafas kasar lagi.


"andra monyet menaruh obat perusak rahim di makanan yang dikonsumsi keyra saat disekap. jadi... rahimnya mengalami kerusakan reproduksi untuk mempunyai keturunan. "


"arrgg! bajingaaan! " marah elvanno meninju kasur disampingnya.


kali ini aliran darah kembali mendidih dengan detak jantung yang semakin tak bisa ia kendalikan. ini lebih dari kata sakit, tapi terasa tercekik dan hampir mati.


"aarrghh... " elvanno memegangi kepala yang terasa kembali berdenyut nyeri.


_**Happy Reading😘_


Jangan lupa like and votešŸ–¤**

__ADS_1


__ADS_2